
Arya keluar dari kamar dengan perasaan kesal dan marah, hal itu menarik perhatian ibu Nunik yang ada di ruang tengah, sedangkan Aryo dan Dini beserta Alisa menginap di rumah keluarga Dini, Lisa tentu saja gadis itu mengurung diri di kamar lantaran asik dengan gadget nya.
"Ada apa Arya?" tanya Bu Nunik.
"Ini semua gara-gara ibu" ucap Arya.
"Kenapa gara-gara ibu?" seru Bu Nunik tak terima karena Arya tiba-tiba menyalahkan nya.
"Els minta cerai dari Arya, Bu"
"Lalu apa masalah mu? ya ceraikan saja, begitu saja ko rep..."
"Masalahnya Arya tidak mau bercerai dengan Els, Bu. Arya tidak ingin kehilangan Els"
"Cindy tidak kalah cantik dari Els, Arya. Dan kamu sudah bertemu dengannya bukan?"
Deg....
Els tersenyum miris mendengarnya, rupanya suaminya sudah menemui wanita pilihan Ibunya. Pilihan Els untuk berpisah memang tepat, karena dirinya juga tidak mau di madu.
"Els..." Arya tak sengaja melihat Els berdiri di ambang pintu kamarnya. "Els dengarkan aku" Arya mengejar Els yang sudah masuk ke kamar.
"Dasar ratu drama" cibir Bu Nunik pada Els.
"Els" Arya mendekati istrinya yang duduk di depan meja rias. "Aku tahu aku salah, tolong maafkan aku" ucap Arya.
"Kesalahan yang mana mas? kenapa kamu sering minta maaf?" ucap Els tenang.
"Karena aku sudah menemui wanita itu tanpa izin mu"
"Mas, aku tidak akan melarang mu menemui siapapun, tapi tolong lepaskan aku. Pernikahan kita sudah tidak sehat mas, setiap kali aku mencoba untuk memupuk rasa yang hambar, tapi kau mengacuhkannya. kau berteriak dan membentak ku" ucap Els air matanya mulai menggenang.
"Maafkan aku"
"Kau tahu kan mas, bagaimana orang tuaku mengasari ku? bukankah aku menceritakan semuanya padamu? dan kau berjanji tidak akan melakukan hal yang sama padaku? kau berjanji akan selalu menjaga dan menjadi pelindung ku? kau akan selalu sedia saat aku membutuhkan bahu mu untuk bersandar? kau berjanji akan memberikan dada mu untuk mendekap ku? bukankah itu semua janjimu?" Els mengingatkan semua janji manis Arya sebelum keduanya menjadi pasangan suami-istri.
"Maafkan aku Els" Arya tak bisa membela dirinya karena memang mengabaikan semua janji itu dan bersih kasar pada Els.
"Kau tahu mas? apa yang paling membuatku sakit?" Arya menggelengkan kepalanya. "Sakit itu saat orang yang tahu kesakitan ku juga menyakiti ku. Sakit itu ketika orang yang tahu seberapa susahnya aku tapi tetap melukai ku, sakit itu ketika orang yang aku kira menyembuhkan tapi malah menambah rasa sakit ku. Sakit itu ketika kau sudah tahu jiwa dan hati ku rapuh tapi kau sengaja menghancurkannya. KAU MEMBUATKU GILA ARYA" teriak Els yang tak mampu menahan emosinya.
__ADS_1
Huhu....huhu....
huhu.....huhu.....
Els menangis meraung-raung, sangat keras. Bahkan lebih keras saat ia memanggil ketika kematian ibunya.
Bugh...bugh....
Els memukul dadanya karena merasa sesak yang teramat sangat.
"Berhenti Els, tolong jangan lakukan ini lagi" Arya memeluk istrinya dari belakang, ia juga tak mampu menahan air matanya.
Bersalah, Arya merasa sangat bersalah pada Els dan merasa gagal menjadi suami yang baik. Nyatanya Arya membuat Els kesakitan dan menahan semuanya sendirian, Arya tidak pernah lagi berbicara dari hati ke hati, tidak pernah memanjakan istrinya, selalu mengabaikan Els dan sibuk dengan dunianya sendiri.
"Hiks.... hiks.... kau menyakitiku mas, kau jahat padaku" ucap Els yang sudah lemas.
"Iya, aku salah, aku jahat" Arya mengakui kesalahannya.
"Ayo kita bercerai mas, hidup lah dengan bahagiakan bersama wanita pilihan Ibu" Els memelas pada Arya.
"Tapi aku sangat mencintaimu Els, aku tidak I kehilangan mu" Arya terisak.
"Els..." Arya menatap sendu istrinya.
"Apa aku sangat melukai mu?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Arya.
"Tidak mas" Els tersenyum tipis. "Tapi kau memperdalam luka yang ada di hatiku, kau tahu jika aku memiliki luka, tapi kau menambah luka itu, kau tahu semua cerita sakit ku tapi kau juga menyakiti ku. Mas, aku tidak bisa lagi untuk berpura-pura tidak apa-apa, aku tidak bisa lagi menahan seolah semua baik-baik saja, padahal hati dan jiwaku hancur dan kesakitan hiks....hiks..."
"Els..." Arya tidak tahu harus berkata apa.
"Tolong akhiri semua ini, aku yakin jika kau sudah ada rasa dengan wanita itu" ucap Els membuat Arya bungkam.
"Maaf" hanya kata itu yang bisa Arya katakan.
"Kata maaf mu tidak bisa menyembuhkan luka ku mas. Karena hanya diriku sendiri yang harus berjuang keras untuk menyembuhkan semua sakit yang kau berikan. Kau meminta maaf setelah memberikan luka yang teramat dalam sempurna"
"Els.."
"Pergilah" Els menutup wajahnya. ia pun bingung harus berbuat apa jika Arya benar-benar menceraikan dirinya. Tapi untuk bertahan dan membangun semula dari awal juga sudah tidak mungkin. Itu sangat menyakitkan.
__ADS_1
🍀🍀🍀
Setelah perdebatan hari itu, baik Arya maupun Els tidak lagi saling bicara. mereka masih tidur di kamar yang sama, namun Els memilih tinggal di atas sebuah karpet. Arya membiarkan Els melaksanakan apapun keinginan nya. Ibu Nunik juga tidak lagi terlalu menekankan Els dalam pekerjaan rumah tangga, sudah ada orang datang dan pergi untuk mencuci, setrika dan beberes rumah.
"Els" panggil Bu Nunik.
"Ya Bu" jawab Els sopan, tidak ada yang berubah dari sikap Els pada mertuanya itu.
"Kau marah pada ibu?"
"Marah? untuk apa Bu?" Els tidak mengerti.
"Karena ibu sudah mengenalkan Arya dengan seorang wanita" akhirnya setelah sekian minggu Bu Nunik berani bicara pada Els.
"Tidak Bu, Els tidak marah pada ibu" Els menghela nafas panjang. "Meskipun Els belum pernah menjadi ibu, tapi Els tahu jika seorang ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, begitu juga ibu. Benarkan?" tanya Els.
"Ya"
"Jika ibu merasa apa yang ibu lakukan adalah benar, ibu tidak perlu sungkan pada Els. Hanya saja tolong ingatkan putra ibu untuk segera mengurus proses perceraian kami" ucap Els yang sudah sangat siap hidup menjanda.
"Kau tidak keberatan hidup menjanda Els?" Bu Nunik sengaja menanyakan hal itu.
"Mau bagaimana lagi Bu? Els harus siap dan kuat menjalani semua itu" ucap Els tersenyum miris.
Tanpa di ketahui oleh keduanya, Arya mendengar semua percakapan itu. Tadinya Arya hanya memberikan waktu pada Els untuk sendiri dan semua akan kembangkan seperti dulu, tapi ternyata tidak. Els tetap menginginkan perceraian itu terjadi, dan kali ini Arya tidak akan menahannya, Arya akan segera mengurus proses perceraian itu. Dan membiarkan Els pergi dari hidupnya, sesuai keinginan wanita itu.
"Aku akan memberikan apa yang kau inginkan Els" gumam Arya menjauh dari rumahnya dan pergi entah kemana. Pria itu perlu waktu untuk berpikir jernih dan memastikan jika keputusan nya mengabulkan keinginan Els adalah benar.
☘️
☘️
☘️
☘️
☘️
TBC 🌺
__ADS_1