My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Kehidupan Arya


__ADS_3

Kenari Residence adalah sebuah komplek perumahan kalau menengah bawah, di sinilah rumah mantan suami Elsava itu tinggal bersama keluarganya, yaitu kakak, kakak ipar, Ibu dan Lisa adik nya.


"Ibu, sarapan ku mana? jus nya juga mana? aku sudah lapar Bu" teriak seorang wanita pada ibu Nunik.


"Iya sebentar lagi ibu siap" sahut Bu Nunik dari dapur.


"Mbak ini sudah kayak majikan aja, apa-apa nyuruh Ibu. Memang situ tangan dan kakiku lumpuh?" cibir Lisa kesal melihat ibunya di perlakukan seperti pembantu.


"Anak kecil kalau ngomongin jangan sembarangan ya, kamu tahu apa memang nya?" kesal wanita itu.


"Aku bukan anak kecil, dan aku tahu banyak. Dulu saat mbak Els tinggal di sini, ibu di perlakukan seperti ratu, bukan seperti babu yang sekarang mbak lakukan" ketus Lisa.


"Kau! berani-beraninya kau menyamakan ku dengan wanita yang sudah kalian buang dari keluarga ini" bentak Cindy istri barunya Arya. Ya satu bulan setelah Arya dan Els resmi bercerai, Arya langsung menikahi Cindy seperti kemauan ibunya. Dan sekarang ini wanita pilihan ibu Nunik memperlakukan dirinya layaknya seorang pelayan, apa lagi tak lama setelah pernikahan itu Cindy dinyatakan positif hamil, dan baru melahirkan seminggu yang lalu. Membuat sifat Bossy dan semena-mena nya semakin menjadi.


"Maafkan ibu Els, ibu terlalu kejam padamu" bisik Bu Nunik dalam hati setelah mendengar ucapan Lisa. Keadaan nya sekarang memang berbanding terbalik saat Els masih tinggal di rumah itu, bahkan tak jarang Bu Nunik merindukan kehadiran Els, menantu yang pernah ia sia-siakan. Penyesalan memang selalu datang terlambat, begitu kehidupan.


"Ada apa ini ribut-ribut?" Arya datang ke ruang makan dengan menggendong bayi yang baru saja lahir seminggu yang lalu.


"Adik mu ini selalu saja membandingkan-bandingkan aku dengan Els, jika memang Els sebaik dan sesempurna itu kenapa kalian buang dia dari rumah ini" ketus Cindy, meluapkan emosi nya.


"Itu karena kesalahan mas Arya sebagai suami tidak bisa mengambil sikap" seru Lisa. "Jika istri minta cerai bukan berarti harus di ceraikan" sambungnya.


"Lisa, kamu tidak tahu apa-apa tentang hubungan mas dan Els. Dan ya tolong hormati Cindy, dia kakak ipar mu. Jangan lagi membahas Els di rumah ini" ucap Arya, membuat Lisa tersenyum sinis.


"Menghormatinya? Mas tidak sedang bercanda kan? lebih baik mas ajari istri mas untuk menghormati orang tua mas


Lisa bisa menghormati seseorang tanpa di suruh, tapi lihat-lihat juga orang nya seperti apa. Jika orang nya seperti istri mas ini, never" tegas Lisa berangkat ke kampus nya.


"Kamu lihat kan bagaimana sopan nya adikmu padaku" sindir Cindy.

__ADS_1


"Kamu juga jangan keterlaluan pada ibuku Cin. Jika tidak, aku yakin Lisa tidak akan bersikap seperti itu padamu" sahut Arya.


"Maksudnya aku harus jadi babu di rumah ini? sama seperti yang mantan istri mu lakukan itu? jangan mimpi mas, karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah melakukan nya" sinis Cindy meninggalkan meja makan.


Arya menghela nafas kasar memandang wajah bayi cantik yang ada di gendongan nya. Sifat Cindy dan Elsava memang sangat berbeda. Jika Els pendiam, tak banyak menuntut dan selalu menurut. Sedangkan Cindy cenderung kasar, selalu menuntut dan melawan jika di nasehati.


"Kamu yang sabar menghadapi istrimu Arya" ucap Bu Nunik membawa sarapan untuk menantu pilihannya. "Kemarin saat hamil dia sensitif, dan sekarang pasca melahirkan emosi nya belum stabil. Pelan-pelan nanti juga akan berubah" Bu Nunik menasehati putranya, meskipun ia tahu jika sikap menantu nya itu berlebihan.


"Arya sabar kok Bu, lagi pula ini pernikahan ke dua Arya. Arya harus lebih sabar dan bijaksana membimbing Cindy, Arya tidak ingin gagal lagi" Arya mengungkapkan perasaan.


"Ya, kamu benar. Apa lagi sekarang sudah ada Kinara" Bu Nunik setuju dengan pemikiran putranya.


"Ibu juga sabar ya menghadapi sifat kekanak-kanakan nya Cindy" pinta Arya pada ibunya.


"Ibu sabar kok, lagi pula Cindy kan wanita yang ibu pilihkan untuk kamu" Bu Nunik mengambil alih cucunya. "Kamu panggil Cindy untuk sarapan, biar ASI nya semakin lancar" perintah Bu Nunik, sebab sudah seminggu ini Cindy tidak mau memberikan ASI nya pada bayinya, dengan alasan ASI nya tidak keluar.


🍀🍀🍀


"Cindy" panggil Arya lembut. "Ayo bangun, Sarapan mu sudah selesai di siapkan oleh ibu" tutur Arya bak membujuk anak kecil.


"Aku sudah tidak lapar" ketusnya dari dalam balik selimut.


"Kau pasti lapar, ayo makan dulu" bujuk Arya.


"Adik kamu itu keterlaluan mas, bisa-bisanya dia membandingkan aku dengan mantan istrimu" seru Cindy bangun dari tidurnya.


"Iya, aku minta maaf tentang Lisa yang menyakiti hatimu" Arya mengalah, jika tidak maka. perdebatan panjang tidak bisa di hindari.


"Jika memang Lisa keberatan aku menyuruh-nyuruh ibu, kita tinggal di rumah orang tua ku saja. Di sana pelayan yang bisa aku perintah sesuka hati" ucap Cindy. Sebenarnya dia bukan anak orang kaya, tapi Cindy adalah anak kesayang ayahnya, karena satu-satunya. Maka ayah Cindy memfasilitasi putrinya dengan pelayan pribadi ala-ala putri raja, dan hal itulah yang membuat sifat Cindy menjadi angkuh seperti ini.

__ADS_1


"Tidak perlu, nanti aku akan bicara pada Lisa, untuk tidak menganggu mu. Sekarang ayo kita sarapan" bujuk Arya hingga akhir Cindy luluh dan menurut apa kata suaminya.


Setelah selesai sarapan, Arya berangkat ke pabrik. Di pabrik sudah banyak pekerjaan Arya yang menumpuk, sebab tiga hari yang lalu ia cuti mendampingi istrinya melahirkan, dan setelah masuk kerja, ia selalu pulang lebih cepat dimana seharusnya ia lembur. Dan inilah hasilnya, gunungan berkas yang menanti di sentuh olah tangannya.


"Kau terlihat lelah bung" ucap Rudi rekan kerja nya, mendatangi Cubicle workstation Arya.


"Hem, aku begadang sampai pagi dan Lisa membuat keributan dengan Cindy" curhat Arya, menghela nafas berat.


"Lisa? biasanya anak itu tidak pernah mau tahu urusan rumah" ucap Rudi yang sudah mengenal sifat adik temannya itu.


"Entahlah, aku juga pusing" Arya memijat pangkal hidung nya.


"Sabar aja, mungil ini bagian dari ujian bapak baru, lagi pula kau dan Cindy juga termasuk pengantin baru, jadi pasti akan banyak kerikil-kerikil kecil yang harus kalian lewati" Rudi memberikan kata-kata bijak nya pada Arya.


"Aku tahu itu, btw thanks sudah mengingatkan" ucap Arya.


"Bukan masalah, aku balik ke ruangan ku dulu" Rudi meninggalkan Arya di station kerjanya.


"Els..." Arya mengenang Els yang selalu menyambut nya dengan senyum hangat saat ia pulang kerja, mantan istrinya itu memang baik, bahkan sangat baik. Terbesit rasa bersalah dalam hati Arya karena telah membohongi istri sebaik Els.


"Semoga kau hidup bahagia dan bertemu dengan pria yang lebih baik dari aku" gumam Arya sebelum memulai pekerjaan nya.


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2