My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Pertengkaran


__ADS_3

Els masih terdiam di tempatnya memandang ke arah tangga dimana Ravin baru saja melewati nya. Peringatan keras Ravin jika Ciara bukalah putrinya terngiang-ngiang di telinga Els, sedih tentu saja Els sedih, kecewa itu pasti, tapi Els juga tidak berniat mengklaim Ciara sebagai putrimu. Els hanya menyayangi Ciara setulus hatinya dan menyalurkan naluri keibuannya dengan mencurahkan kasih sayang pada Ciara.


"Nyonya baik-baik saja?" suara mbok Yati membuyarkan lamunan Els.


"Aku baik-baik saja mbok" ucap Els tersenyum, lalu pergi ke kamar Ciara.


"Tumben sekali Tuan Ravin bersikap kasar seperti itu pada istrinya" gumam mbok Yati menatap Els menaiki anak tangga.


"Tidak ada yang salah dengan ucapan Mas Ravin, dia benar. Ciara memang bukan putriku" ucap Els membenarkan perkataan Ravin.


"Tapi kenapa aku sedih? dadaku sesak" Els merasakan nyeri dalam hatinya.


"Ciara" lirih Els menatap pintu kamar Ravin yang tertutup rapat, matanya yang tadi hanya menganak sungai kini sudah membanjiri pipi mulus Els.


"Hiks...hiks..." Els terisak mengingat perkataan Ravin. Ia berlari masuk ke dalam kamar Ciara.


Didalam kamar Ravin, ayah satu anak itu memeluk erat putrinya seolah-olah takut kehilangan Ciara.


"Ayah, Cia gak bisa nafas" keluh gadis kecil itu.


"Maaf" Ravin mengurai pelukannya.


"Ayah sayang sama Ciara, sangat sayang" ucap Ravin menatap wajah cantik putrinya.


"Cia juga sayang sama Ayah, Cia sayang juga sama Bunda" ucap gadis cilik itu.


"Kenapa tadi ayah marah-marah sama Bunda? kalau bunda pergi gimana?"


"Kapan Ayah....." Ravin mencoba mengingat sesuatu.


"Oh shittt, bagaimana jika Els salah paham?" gumam Ravin menyadari kesalahannya.


"Cia sayang, Ayah mau bicara dulu sama Bunda. Cia mau disini atau bersama dengan mbok Yati dulu?" tanya Ravin dengan lembut.


"Cia mau disini saja, Cia ngantuk. Tapi boleh ditemani mbok Yati nggak?"


"Tentu saja boleh, sebentar Ayah panggil mbok Yati dulu ya" ucap Ravin mengecup kening Ciara lalu keluar dari kamar.


🍀🍀🍀


Ravin menuruni anak tangga namun pandangannya mengarah pada tempat dimana tadi ia berteriak pada Els dan meninggalkan wanita itu.


"Mbok Yati" panggil Ravin.


"Saya Tuan" mbok Yati berlari dari arah dapur.


"Kemana Els?"

__ADS_1


"Seperti Nyonya berada di kamar Nona Ciara Tuan" jawab mbok Yati.


"Mbok tolong temani Ciara di kamar saya. Saya mau bicara dengan Els" perintah Ravin.


"Baik Tuan" mbok Yati langsung menuju kamar Ravin.


"Bagaimana caraku bicara dengan Els?" bingung Ravin, ia tak sadar telah berkata kasar dan bahkan mungkin menyinggung perasaan Els.


Ravin kali menarik anak tangga menuju kamar putrinya, ah..bahkan dirinya harus menemui sang istri di kamar putrinya, bukan kamarnya sendiri.


Ceklek....


Ravin membuka pintu namun tidak melihat Els di dalam kamar itu.


"Els..." panggil Ravin, memasukkan kamar Ciara. Matanya tertuju pada gorden yang bergerak-gerak tertiup angin.


"Els, kau disini?" Ravin melihat Els yang bersandar di pagar balkon. Wanita itu hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Ravin.


"Aku minta maaf atas sikapku tadi Els" ucap Ravin, namun Els hanya diam dan menatap lurus ke depan, tidak ada lagi air matanya.


"Els, aku tahu aku salah. Tolong maafkan aku" ucapan Ravin membuat Els tersenyum.


"Kamu tidak salah Mas, kamu tidak perlu minta maaf. Semua yang kamu katakan adalah kebenaran, jadi dimana salahnya?" ucap Els tanpa melihat ke arah Ravin.


"Els tolong pahami posisiku, aku terlalu terkejut karena bertemu lagi dengan Sintia. Dan kenapa kamu bicara dengannya? sejak kapan kau mengenalnya?" cerca Ravin.


"Aku tidak sengaja bertemu dengan mbak Sintia beberapa bulan lalu di tempat bermain. Dan tadi lagi juga sebuah ketidak sengajaan" jawab Els.


"Bukan begitu Els, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya, aku hanya terkejut" sangkal Ravin.


"Dan aku melihat keterkejutan mu itu Mas"


"Kau tidak percaya padaku Els?"


"Percaya bagian yang mana?" Els menghela nafasnya.


"Belum terlambat untuk mengakhiri kisah yang belum di mulai ini Mas" Ravin terkejut mendengar penuturan Els.


"Apa maksud mu Els?"


"Dalam kehidupan, seseorang memang perlu mengalami kegagalan berkali-kali"


"Aku tidak mengerti maksud mu Els, dan jangan berpikir untuk mengakhiri pernikahan kita. Aku bersalah karena berkata kasar padamu, dan aku mengakui itu, aku minta maaf padamu dan jangan pernah berpikir yang tidak-tidak" tegas Ravin.


"Aku aku tidak bisa memulai sebuah hubungan dengan seseorang yang masih terikat dengan masa lalunya Mas"


"Sudah ku katakan jika aku tidak memiliki perasaan apapun padanya"

__ADS_1


"Sungguh Mas? apakah itu juga terucap dalam hatimu?" Els tersenyum miring.


"Els, aku hanya..."


"Hanya teringat masa-masa indah yang pernah kalian lewati bersama? atau mengingat saat-saat bercumbu mesra? bermanja? bercin..."


"ELSAVA....." bentak Ravin mengangkat tangannya


"APAAAA...." teriak Els tak kalah keras.


"Kamu mau memukul ku Mas? ayo mau yang mana? pipi kanan atau kiri?" Els mendekatkan wajahnya.


"Maaf, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk mengasari mu" sesal Ravin.


"Tubuhku ini sudah tidak asing dengan perlakuan kasar Mas, jika kamu tidak percaya buktikan saja sendiri. Puaskan hatimu dengan mengangkat kedua tangan mu padaku, aku tidak akan lagi menangis kesakitan apa lagi sampai mati" ucap Els meninggalkan Ravin.


"Els..." Ravin merasakan perubahan dalam diri Els, seolah bukan Els yang bicara.


"Maafkan aku Els" bisik Ravin dalam hati.


Ravin mengikuti Els masuk dalam kamar, tapi ia tidak melihat Els, terdengar gemericik air dari dalam kamar mandi. Sepertinya Els sedang berada di kamar mandi lalu Ravin memilih keluar dari kamar Ciara.


🍀🍀🍀


Els membasuh wajahnya di wastafel, lalu ia bercermin menatap lekat pantulan dirinya yang ada di dalam cermin.


"Apakah aku sudah benar?" tanya Els pada bayangan nya.


"Tentu saja kamu sudah benar, jangan biarkan siapapun merendahkan mu. Kamu harus melawan ketidakadilan ini" ucap Els.


"Apakah aku bisa? aku hanya perempuan lemah, bagaimana caraku menghadapi semua ini?"


"Kau tidak sendirian Els, jangan takut. Kamu wanita yang kuat dan pemberani" Els seolah bicara dengan bayangan dirinya yang berada di dalam cermin.


Els melucu pakaiannya dan mengguyur tubuh di bawah shower, ia merencanakan sesuatu yang pastinya akan mengejutkan semua orang.


"Aku akan mempertahankan milikku" ucap Els. "Aku sudah mengingatkan mu untuk mengakhiri kisah ini Mas, tapi kau tidak ingin mengakhirinya, maka terimalah istrimu ini" Els mengambil sebuah gunting lalu memotong rambut panjangnya.


"Selamat tinggal Els" ucapnya tersenyum manatap rambut panjang yang ada di tangannya.


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2