My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Mengubah


__ADS_3

Gadis dengan nama lengkap Lisa Puspita Sari itu masuk kamar dengan kesal dan membanting pintu kamarnya sangat keras. Entah mengapa ia merasa tidak suka saat Arya mencari tahu tentang kehidupannya, Lisa marah, namun entah marah kenapa. Sebenarnya apa yang dilakukannya oleh Kakak iparnya itu tidak sepenuhnya salah, Cindy memang berhak atas gaji Arya tapi entah kenapa Lisa kesal bahkan marah.


Padahal jika di ingat, dulu Arya selalu mengutamakan kebutuhannya dari pada kebutuhan Els, tapi kini baru beberapa bulan Arya lepas tangan membuat Lisa kelabakan. Mungkin dulu Lisa terlalu di manjakan dengan sifat mengalah Els, sehingga membuat nya lupa diri jika Arya memiliki tanggung jawab lain selain dirinya. Dan kini Cindy sebagai istri Arya mengambil hak dan menguasai penuh penghasilan Arya, tidak salah memang, hanya saja terlalu berlebihan mengingat Arya juga harus menafkahi ibunya yang janda. Jangan tanyakan tentang Aryo, karena baik Arya ataupun Bu Nunik sudah tidak mengharap apapun darinya.


Drttt.... drttt..... drttt.....


ponsel Lisa bergetar menandakan sebuah pesan masuk.


Bang Emir


πŸ“© : Sudah sampai rumah?


Isi pesan itu singkat, namun mampu mengembalikan suasana hati Lisa yang kurang baik menjadi lebih baik.


Lisa


πŸ“¨ : Baru masuk kamar, Abang lagi apa?


πŸ“© : **Belum mandi dong? **


πŸ“© : Abang mau istirahat.


πŸ“¨ : Abang koq tahu kalau Lisa belum mandi?


πŸ“© : Feeling aja sih, ternyata bener. Mandi sana, udah malam ini.


πŸ“¨ : Iya abangku sayang, ini Lisa mau mandi.


πŸ“© : Ya udah, selamat malam, selamat istirahat.

__ADS_1


πŸ“¨ : Abang juga, bye bye muach...muachhh😘


Lisa mengakhiri chat itu dengan sebuah emoticon yang pasti membuat jantung Emir berdebar-debar, senyum-senyum sendiri dan salah tingkah seperti anak ABG. Sedangkan Lisa, merasa nyaman bicara dengan Emir meski hanya melalui pesan chat, jika di tanya apakah Lisa suka dengan Emir? Jawabannya adalah tentu suka, wanita mana yang tidak suka dengan pria baik, pengertiannya dan peka seperti Emir? Intensitas chatting Emir pada Lisa membuat gadis itu merasa spesial, perhatian kecil dari Emir juga membuat hati Lisa bahagia.


"Kenapa Mas Arya tiba-tiba tanya tentang Bang Emir?" gumam Lisa membawa handuk ke kamar mandi. Meski rumah itu sederhana, namun masing-masing kamar di lengkap dengan kamar mandi, jadi tidak menimbulkan keributan jika saat waktu mandi.


"Yang tahu kalau uang kuliah gue udah beres kan cuma Mila, apa Mas Arya ketemu sama Mila?" gumam Lisa masih bertanya-tanya dari mana Arya tentang uang kuliah Lisa yang sudah di bayar, dan lagi 'pacar'.


"Tidak salah lagi, pasti mas Arya ketemu sama Mila. Tapi dimana?" heran Lisa.


πŸ€πŸ€πŸ€


Bu Nunik menghambat Arya yang duduk meja makan menatap gelas kosong bekasnya. Pria itu tampak berpikir keras tentang kata-kata dan juga sikap Lisa padanya, gadis kecil yang dulu selalu terbuka dan bertanya padanya kini tertutup dan ketus padanya, Arya berpikir keras dimana kesalahannya sehingga membuat adik kecilnya itu menjadi keras hati.


"Arya" lirih Bu Nunik mengusap punggung lebar putraku.


"Eh...ibu belum tidur? Ini sudah malam Bu" kata Arya menatap wajah sayu, wanita yang telah melahirkannya.


"Arya belum ngantuk Bu" ucapnya menundukkan kepala.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Bu Nunik membuat Arya mengangkat kepalanya.


"Apa menurut Ibu, Arya ini bukan Kakak yang baik?" tanya Arya tidak dapat menyembunyikan kegelisahannya, Arya tahu jika Bu Nunik tidak akan bisa di bohongi.


"Kamu sudah menjadi Kakak yang baik untuk Lisa, mungkin apa yang sekarang Lisa alami tidak mudah, tapi ibu yakin jika Lisa akan mengerti dan bisa menghadapinya" tutur Bu Nunik menggenggam erat tangan Arya.


"Tapi Arya merasa gagal menjaga amanah almarhum Bapak, Lisa...." pria itu menghala nafas dalam-dalam.


"Arya merasa sangat jauh dengan Lisa, Bu. Arya tidak mengerti Lisa yang sekarang, Arya..." tenggorokan nya tercekat tidak bisa menyelesaikan kalimatnya.

__ADS_1


"Kamu hanya perlu percaya dan yakin jika Lisa akan baik-baik saja, adikmu itu sudah dewasa, dia bisa menjaga diri dan juga bertanggung jawab atas segala tindakannya" ujar Bu Nunik menenangkan Arya.


"Ibu yakin jika putri ibu itu tidak akan salah jalan, ibu percaya jika apapun yang dilakukan Lisa pasti akan membuat ibu bangga" ucap Bu Nunik menghiburnya hati ya dengan menanamkan pikiran-pikiran positif pada putrinya, bohong jika Bu Nunik tidak cemas dan khawatir, namun Bu Nunik selalu berpikir positif agar tidak terjadi sesuatu yang buruk menimpa putrinya.


"Arya sangat menyayanginya Bu" jujur Arya, dia memang sangat menyayangi adiknya itu, hanya saja keadaan yang membuatnya tak berdaya. Besar harapan Arya agar Cindy bisa mengerti posisinya, dan bisa di ajak bekerja sama menjalani hidup dengan apa adanya. Namun tidak mudah bagi Arya membuat istrinya itu paham dan mengerti, karena ego dan sifat kekanak-kanakan nya masih terlalu mendominasi.


"Ibu tahu itu. Pergilah ke kamarmu dan istirahat, besok kamu harus bekerja" titah Bu Nunik.


"Ibu juga, ayo Arya antar ibu ke kamar" Arya membantu Bu Nunik berdiri dan mengantarkan nya ke kamar.


Tanpa mereka berdua tahu, sepasang mata dan telinga melihat dan mendengar percakapan mereka. Lisa, gadis itu tadi hendak mengambil minum karena haus setelah mandi, namun ia malah mendengar obrolan Ibu dan Kakaknya. Hati gadis itu menjadi bimbang, ia merasa bersalah karena bersikap ketus dan kasar pada Arya.


"Maafin Lisa ya Mas" ucap Lisa melihat tubuh Arya yang mulai menaiki anak tangga.


"Apa sikap gue keterlaluan?" gumam Lisa. Satu yang kini Lisa sadari, jika Arya tetaplah Arya, kakaknya yang perduli dan juga menyayangi nya. Kasih sayang bukan hanya tentang materi bukan? Mungkin Arya tidak bisa lagi memberikan uang pada Lisa, tapi tidak dengan perhatian dan kasih sayangnya.


Lisa bisa merasakan jika Arya masih sangat perduli dan sayang padanya, namun semua tidak bisa Lisa lihat hanya karena amarahnya saat Arya tidak lagi memberi uang. Kini Lisa sadar jika tanpa uang dari Arya, ia tetap bisa melanjutkan pendidikannya, bahkan kini menjadi gadis yang lebih mandiri dengan mengambil tanggung jawab mengajari seorang murid. Bukankah itu sangat kemajuan bagi hidup Lisa? Jika saja Cindy tidak menyetop uang kuliahnya, mungkin Lisa tidak akan tahu susahnya mencari uang dan akan tetap berada pada zona nyaman.


"Bukan sesuatu yang buruk juga hanya karena Cindy tidak memberiku uang. Kini aku akan menunjukkan padanya jika aku bisa berdiri di atas kakiku sendiri, meskipun masih di bantu dengan Bang Emir, tapi setidaknya aku lebih mandiri" ucap Lisa, kini memantapkan hati untuk tidak mempermasalahkan jika Arya tidak memberinya uang, Lisa akan bersikap seperti biasanya, meskipun tidak ramah, namun kadar jutek dan ketusnya di kurangi.


πŸ€


πŸ€


πŸ€


πŸ€


πŸ€

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2