My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Tentang Lisa


__ADS_3

Arya mengemudikan mobil sejuta umat itu dengan perlahan, dirinya tidak terburu-buru untuk segera sampai pabrik, dan Arya juga ingin bertanya suatu pada ibunya yang kini duduk di samping kursi kemudi. Sebenarnya jika dilihat dari raut wajah wanita paruh baya yang telah melahirkannya itu terlihat sekali perbedaannya, ketika Arya masih beristrikan Els, dan kini Cindy sebagai istrinya.


Wajah wanita paruh baya itu terlihat kuyu dan matanya sayu, cekung matanya tampak dalam dan menghitam tampak lesu dan lelah tidak bersemangat, bahkan di beberapa bagian wajahnya terlihat semakin keriput. Berbeda saat dulu masih ada Els sebagai menantunya, wajahnya tampak segar terawat, matanya juga selalu berbinar, tubuhnya selalu rapih dan wangi, bahkan cat kuku selalu tampak sempurna.


"Ibu baik-baik saja?" tanya Arya melihat wajah ibunya seperti memikirkan sesuatu.


"Memangnya ibu kenapa?" kata Bu Nunik tersenyum.


"Arya merasa jika ibu tengah memikirkan sesuatu, apakah semuanya baik-baik saja?"


"Ya semuanya baik-baik saja, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan"


"Ibu yakin?"


"Tentu saja, lagian tumben sekali kamu bertanya seperti ini?"


"Arya hanya ingin memastikan jika ibu baik-baik saja, apakah uang yang Cindy berikan cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah?" tanya Arya fokus mengemudi, ibu Nunik terkejut ketika Arya bertanya pasal uang, sebab hampir setahun ini Arya tidak lagi tahu menahu masalah uang belanja ibu Nunik, semua di atur oleh Cindy sang menantu.


"Bu, kenal ibu diam saja? Kalau memang uang belanja ibu kurang, nanti Arya akan minta pada Cindy untuk menambah jatah bulanan ibu" ucap Arya meski dirinya sendiri tidak yakin jika Cindy bersedia menambah jatah bulanan sang ibu, pria itu memang terlalu lemah pada istrinya, sehingga sang istri bisa bertindak sesuka hati.


"Tidak perlu Arya, uang yang Cindy berikan pada ibu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah. Kamu jangan meminta Cindy untuk menambahnya, biarkan uang itu di tabung untuk masa depan Kinara" tutur Bu Nunik, ya Cindy memang mengatakan jika uang bulanan nya di pangkas habis untuk tabungan biaya sekolah Kinara, tanpa Bu Nunik tahu jika semua itu hanya akal-akalan Cindy semata. Makanya Bu Nunik diam saja dan memilih menjual emas-emas simpanannya untuk menutupi kebutuhan rumah.


"Benar cukup Bu?"


"Benar, untuk apa ibu bohong?"


"Tapi Lisa bilang kalau..."


"Kamu jangan dengerin ucapan adikmu itu, mungkin dia marah sama kamu karena Cindy menyetop uang kuliahnya" sela Bu Nunik.


"Lalu sekarang bagaimana dengan kuliah Lisa? Setahu Arya, ini sudah mulai masuk semester baru dan Arya sangat ingat jika UKT nya belum di bayar"

__ADS_1


"Ibu juga tidak tahu, karena ibu tidak punya uang untuk membayar uang kuliah Lisa. Tapi bukannya Lisa setiap hari kuliah?" Bu Nunik juga bingung kenapa Lisa setiap hari berangkat ke kampus jika uang UKT nya belum di bayar.


"Coba kamu cari tahu, ibu takut jika Lisa melakukan hal yang tidak-tidak di luar sana"


"Nanti Arya akan ke kampus nya saat jam makan siang ini mencari tahu" ucap Arya menghentikan mobilnya di tepi jalan sebuah pasar tradisional, dimana Bu Nunik biasa belanja kebutuhan rumah. Baik sayur mayur, buah, ikan dan lain sebagainya.


"Terimakasih sudah mengantar ibu, kamu hati-hati di jalan" ucap Bu Nunik sebelum turun dari mobil putranya.


🍀🍀🍀


Sesuai yang Arya katakan pada Bu Nunik, siang itu saat jam makan siang dirinya langsung meluncur ke kampus dimana sang adik menimba ilmu. Arya tidak ingin jika adik satu-satunya itu salah jalan hanya karena uang, Arya akan semakin merasa bersalah dan gagal menjaga Lisa jika sampai itu semua terjadi. Melihat kebencian dimata Lisa sudah sangat menyakiti hatinya, apa lagi jika sampai Lisa menghancurkan hidupnya demi menyambung kuliah.


Pikiran Arya kini sudah bermacam-macam memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang Lisa lakukan untuk mendapatkan banyak uang. Gadis itu belum pernah bekerja dan tidak memiliki pengalaman apapun selain sekolah dan belajar, Arya sangat khawatir jika Lisa terjerat dalam pergaulan bebas demi rupiah yang tak seberapa.


"Bang Arya....." seru seorang gadis dari belakang, Arya menoleh ke arah suara dan mengerutkan keningnya melihat gadis seusia Lisa berdiri dengan deretan gigi putihnya.


"Abang ngapain kesini?" tanya gadis itu.


"Kamu?"


"Oh...." Arya mengangguk paham meskipun tidak begitu ingat.


"Abang ngapain kesini? Lisa sudah berangkat kerja" ucap Mila.


"Kerja?" beo Arya kaget mendengar adik ya kerja, memang Lisa bisa kerja apa?.


"Iya, dia makin rajin kuliah dan giat bekerja. Seperti ada gols yang ingin Lisa capai" Mila mengingat temannya itu semakin semangat kuliah dan bekerja.


"Memang Lisa kerja dimana?"


"Abang gak tahu?" heran Mila melihat Arya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Lisa tuh jadi tutor anak SMP, semacam guru les gitu deh. Bayarannya juga lumayan"


"Benarkah?" Arya tak percaya jika adiknya bisa melakukan pekerjaan seperti itu, karena setahu Arya, Lisa bukanlah gadis penyabar.


"Iya, ngapain Mila bohong? Cowok Lisa juga baik banget loh, karena mau bayarin UKT Lisa, ganteng lagi"


"Co...cowok? Maksudnya Lisa punya pacar?" Arya semakin terkejut dibuatkan.


"Ya iyalah Bang, Lisa punya pacar. Jangan bilang kalau Abang juga gak tahu?" tebak Mila melihat reaksi Arya, dan benar saja karena Arya kembali menggelengkan kepalanya.


"Memangnya Lisa bilang apa saja sama kamu?" selidik Arya.


"Ya gak banyak sih, cuma curhat-curhatan ala gadis biasa. Tapi yang aku lihat sekarang Lisa semakin lebih baik, maksudnya setelah punya pacar. Kalau gak lagi kerja, Lisa pasti ada di perpustakaan dengan tumpukan buku" ujar Mila.


"Eh... ngomong-ngomong Abang ngapain kesini?"


"Abang tadi mau ngajak makan siang Lisa, tapi Lisa ya malah gak ada" bohong Arya.


"Abang telat, Lisa pergi lima belas menit yang lalu" ucap Mila.


"Iya Abang telat, macet tadi di jalan. Abang pulang duluan kalau gitu" pamit Arya meninggalkan gadis itu masih setia menatap kepergiannya.


"Bang Arya makin tampan aja, sayang banget udah punya bini lagi. Ahhhh tapi di mata gue, suami orang memang lebih tampan dan menawan" gumam Mila yang sejak dulu mengagumi wajah Arya, bahkan sejak diri ya masih SD, karena memang Mila dan Lisa adalah teman dari SD meskipun tidak terlalu dekat. Tapi Mila lah satu-satunya orang yang bertahan lama berteman dengan Lisa, karena Lisa memang tidak memiliki banyak teman, dan Lisa tidak bisa terlalu dekat dengan temannya. Seperti yang Mila katakan jika mereka hanya curhat-curhatan ala kadarnya, dan ketika Mila tahu tentang kegiatan Lisa, itu adalah suatu kemajuan yang luar biasa.


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2