
Lisa bisa kembali melanjutkan kuliahnya dengan tenang karena uang semester nya sudah di bayarkan oleh Emir, gadis itu juga mengambil pekerjaan part time sebagai tutor siswi SMP dengan bayaran 150k per dua jam dan seminggu tiga kali pertemuan. Jadi gaji yang di terima Lisa perbulannya mencapai 2.400.000 rupiah, untuk memenuhi kebutuhannya, sebab Cindy benar-benar membuktikan perkataannya dengan tidak membiarkan Arya memberi uang jajan pada Lisa. Dan untuk kebutuhan rumah, Lisa tidak mau tahu, entah Cindy memberikan uang belanja pada ibu Nunik atau tidak. Karena Lisa juga jarang berada di rumah kecuali malam hari, gadis itu bahkan berencana keluar dari rumah jika uang tabungannya sudah cukup untuk menyewa sebuah kamar kost.
Lisa berencana berjualan online dan menjadi reseller beberapa produk kecantikan juga pakaian. Otak bisa nya sudah tumbuh dan kini menunggumu modal saja, ia sadar jika tak selamanya bisa menggantungkan hidupnya pada orang lain, jika Arya dan Aryo saja sudah lepas tangan, apakah dirinya akan bergantung pada Emir? tentu saja tidak, apalagi mengingat apa yang sudah keluarganya lakukan pada Elsava. Namun Lisa sangat berterimakasih pada Emir yang sudah bersedia menopang hidupnya di saat semua orang lepas tangan. Jangan tanyakan dimana tanggung jawab Ibu Nunik, sebab ibu kandungnya Lisa itu juga tengah termehek-mehek menghadapi sikap semena-mena menantu pilihannya.
"Mas lihat, akhir-akhir ini kamu sering makan mie instan Lis, tidak baik untuk kesehatan" tegur Arya yang melihat Lisa menyantap mie instan di malam hari. Ini bukan pertama kalinya Arya melihat Lisa makan mie instan, sudah hampir sebulan ini Arya melihatnya dan pada malam ini Arya langsung menegur sang adik.
"Lisa gak makan mie setiap hari Mas" bohong Lisa, padahal setiap hari gadis itu makan mie instan, jika tidak pagi hari, ya malam hari seperti sekarang ini, sebab kalau siang gadis itu hanya akan makan roti, atau jajanan lain yang ada di kantin kampus nya, intinya Lisa berhemat sehemat mungkin.
"Jangan bohong kamu, Mas bahkan lihat kemarin pagi kamu juga sarapan mie" Arya menatap tajam adiknya.
"Emang kenapa sih Mas, Kalai Lisa makan mie?" kesal Lisa pada Kakaknya.
"Asal Mas Arya tahu, Lisa beli mie instan juga pakai uang Lisa sendiri, bukan uang mas" ketusnya membuat Arya marah.
"Lisa! kamu kalau di kasih tahu, di ingetin jangan seperti ini. Mas bicara begini juga demi kebaikan kamu" tegas Arya.
"Kebaikan?" Lisa menatap wajah Arya.
"Memangnya kalau Lisa gak makan Mie, Lisa mau makan apa? angin? batu?"
"Ibu kan masak Lis, kamu jangan bertingkah jadi orang"
"Bertingkah?" Lisa tersenyum miring.
"Ibu memang masak, Mas. Tapi ibu masak hanya untuk istri Mas aja. Mas lihat nggak seberapa banyak porsi masakan ibu?"
"Porsi masakan ibu hanya cukup untuk makan istri Mas Arya ajah, bahkan ibu hanya makan sisanya saja, asal mas Arya tahu" Lisa menghentakkan kakinya dan pergi dari hadapan Arya.
__ADS_1
Ayah satu anak itu hanya diam mencerna kata-kata Lisa, Sepertinya ada sesuatu yang luput dari pengawasan nya dalam rumah ini. Arya memang tidak terlalu memperhatikan porsi masakan Ibunya, sebab ia dan istrinya selalu makan terlebih dahulu sedangkan ibunya akan makan nanti karena menjaga Kinara sang putri. Apakah ibunya benar-benar makan makanan sisa dirinya dan sang istri?.
🍀🍀🍀
Arya masuk ke dalam kamar dan mendapati sang istri sedang melakukan rutinitas nya yaitu memakai krim malam, krim apa saja? Arya tidak paham dengan itu, tapi dapat di pastikan jika sang istri membutuhkan waktu lebih dari tiga puluh menit saat sedang seperti itu.
"Cindy" panggil Arya duduk di tepi ranjang dan menatap istrinya di depan meja rias.
"Apa sih Mas?" tanya Cindy dengan santainya.
"Kamu tidak mengurangi uang bulanan ibu kan?" pertanyaan Arya membuat Cindy terkejut.
"Kenapa Mas tanya seperti itu?"
"Mas hanya tidak ingin kamu mengurangi uang belanja Ibu. Uang itu sudah sangat pas-pasan untuk belanja ibu, jangan sampai kamu kurangi" tutur Arya.
"Jadi masih menuduh ku mengurangi uang belanja ibu?"
"Bukan begitu apa? baru saja Mas menuduhku"
"Mas tidak menuduh mu Cin, mas kan hanya bertanya"
"Memangnya ibu bilang kalau uang belanjanya aku kurangi?"
"Tidak, ibu tidak bilang apa-apa"
"Jadi kenapa mas Arya tiba-tiba menuduhku?"
__ADS_1
"Tidak Cin, mas kan udah bilang kalau mas hanya bertanya. Mas tidak menuduh mu" jelas Arya untuk kesekian kalinya.
"Ya kalau mas tidak menuduhku kenapa harus tanya-tanya segala? mas tidak percaya padaku?"
"Mas sangat percaya padamu"
"Kalau mas percaya, jangan tanya-tanya seperti itu dong"
"Ya udah iya, Mas minta maaf kalau menyinggung perasaan mu. Sungguh mas gak ada maksud menuduh ataupun tidak percaya padamu" Arya mengalah, jika di teruskan, pasti akan ada perdebatan sepanjang malam dan berujung Cindy pulang ke rumah orang tuanya membawa Kinara.
"Mungkin besok saja aku akan bertanya langsung pada ibu perihal uang belanja yang Cindy berikan" gumam Arya dalam hati, pria itu mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Cindy tersenyum puas melihat Arya diam tidak berkutik setelah perdebatan kecil tadi. Tentu saja Cindy memangkas habis uang belanja sang mertua, Cindy hanya memberikan uang belanja 300k untuk satu bulan, di luar dari biaya listrik dan air. Pokoknya 300k itu khusus untuk kebutuhan dapur, jika di tanya apakah cukup? jawabannya tentu saja tidak. Setiap bulannya Ibu Nunik harus merelakan satu persatu perhiasannya di jual demi memenuhi kebutuhan dapur.
Perhiasan ibu Nunik sangat banyak karena saat Els masih menjadi menantu nya, setiap bulan Bu Nunik membeli perhiasan. Ya saat itu beliau yang memegang penuh kendali atas gaji Arya, bukan seperti sekarang ini. Dulu Bu Nunik hanya memberikan Els 500k perbulannya dari sekian juta gaji Arya. Namun sekarang posisi terbalik, bahkan Bu Nunik hanya di beri 300k oleh menantu nya.
"Yang benar saja dua juta per bulan untuk uang belanja ibu? mendingan juga buat aku perawatan dan jalan-jalan. Terserah wanita tua itu mau apa" gumam Cindy tersenyum tipis menatap pantulan dirinya dalam cermin.
Bu Nuni memang hanya diam saja di perlakukan seperti itu oleh menantu nya, sebab Cindy adalah wanita pilihannya, dan juga Cindy istri kedua Arya, Bu Nunik akan sangat malu jika Arya kembali bercerai dengan istrinya, bisa-bisa teman-teman Bu Nunik mencibirnya karena pernikahan putra keduanya selalu gagal berujung perpisahan. Belum lagi dulu Bu Nunik sangat membanggakan Cindy di hadapan teman-temannya.
🍀
🍀
🍀
🍀
__ADS_1
🍀
TBC 🌺