
Els mempersiapkan barang-barang nya untuk di bawa ke tempat kerjanya yang baru, tidak terlalu banyak barang bawaan Els, hanya beberapa pasang pakaian saja yang di masukkan ke dalam tas ransel kecil.
"Els, kamu bareng mas Bimo aja ya" ucap Widia yang sudah sampai ruko tempat jualan nya dan sekaligus tempat tinggal Els dan dua karyawan lainnya.
"Loh kok bareng Bimo sih? nanti kamu cemburu" sahut Els.
"Kan repot kalau kamu harus kesana sendiri, lagian rumah atasan suamiku sama kantor mas Bimo satu arah" tutur Widia. "Barang-barang kamu cuma ini?" tanyanya.
"Emang mana lagi?" tanya Els.
"Ya udah deh, pokoknya kamu betah-betah di sana. Ngasuh anak itu enak, apa lagi kau udah mau sama kita. Tapi awal-awal harus ekstra sabar kalau anaknya terlalu manja, anak orang kaya emang begitu" jelas Widia yang sudah khatam dengan anak-anak orang kaya yang pernah di asuhnya.
"Oke deh siap, tapi kamu gak cemburu kan aku pergi sama Bimo?"
"Ya gak lah, kayak sama siapa aja, Lagian mas Bimo juga bukan tipe kamu" ucap Widia santai. Suami Widia itu lebih muda dua tahun dari Widia juga Els, itu sebabnya Widia bilang suaminya bukan tipe Els, karena Els pasti akan mencari pria yang lebih dewasa jika berniat kembali merajut sebuah hubungan.
"Ck, kamu tidak boleh terlalu percaya sama orang lain Wid, harus di jaga baik-buruk suamimu" tutur Els.
"Ya aku tahu, ayo cepat calon bos kamu orang nya sangat on time" Widia menarik Els keluar.
"Sri, Dewi, aku pergi dulu ya, salam buat Gio" pamit Els pada teman-temannya.
"Hati-hati mbak Els, sering-sering main kesini" ucap keduanya.
"Mas titip Els ya" ucap Widia pada suaminya. "Uang gaji mu akan aku transfer" sambung Widia.
"Aku bukan barang Wid, kamu atur saja gimana enaknya" kesalnya.
"Oke, aku berangkat dulu" jawab Bimo, suami Widia. Lalu pria itu mengemudikan mobilnya menuju rumah atasannya untuk mengantar Els.
🍀🍀🍀
Mobil seribu umat yang di kendarai oleh suami Widia itu memasuki kompleks perumahan elit dan memasuki salah satu rumah yang memiliki halaman luas. Rumah dua lantai dengan cat putih itu tampak mewah dan elegan di mata Els. Pilar-pilar yang menjulang tinggi dan desain rumah yang sangat indah, membuat rumah itu semakin indah dan mengagumkan.
"Besar banget rumahnya, berapa lama bersihinnya ini" gumam Els di dengar oleh Bimo.
"Kamu tidak perlu memikirkan itu Els, kerjaan kamu fokus mengasuh anak Boss ku saja, karena masing-masing perkerjaan di rumah ini sudah ada yang melakukan nya" ucap Bimo.
"Ahhh begitu, apa Boss mu itu benar-benar galak dan sombong?"
"Kata siapa?"
"Istrimu" jawab Els pandangannya keluar mengagumi halaman yang di tanami tumbuhan cantik.
__ADS_1
"Kamu bisa menilai nya sendiri nanti, ayo turun" ajak Bimo. yang sudah mematikan mesin mobilnya.
"Pak Ravin nya ada?" tanya Bimo pada salah satu pelayan.
"Ada pak, sudah di tunggu di ruang kerjanya. Bapak masuk aja" ucapnya yang sudah tahu kedatangan Bimo.
"Ayo Els" ajak nya melangkah masuk kedalam rumah besar itu, Els tersenyum pada wanita paruh baya yang bicara pada Bimo tadi.
Tok....tok...tok....
"Masuk" perintah seseorang dari dalam.
"Selamat pagi pak" ucap Bimo, "Ini yang akan bekerja menjaga Nona Ciara" Bimo langsung mengenalkan Els.
"Kamu sudah pernah mengasuh anak?" tanyanya pada Els.
"Saya pernah mengasuh keponakan pak" ucap Els bingung, keponakan yang mana yang pernah ia asuh?.
"Tapi anak saya beda dengan keponakan kamu" ucapnya.
"Saya tahu pak" jawab Els membuat pria yang bernama lengkap Ravindra Pradipta itu kesal.
"Baiklah, jika kamu berniat kerja, gaji pertama kamu 3,5 juta, tapi jika belum sampai sebulan kamu menyerah, maka kamu hanya akan di bayar 500rb. tapi jika anak saya cocok sama kamu, gaji bulan kedua 5 juta" jelasnya, dengan aturan kerja di buat sesukanya.
"Saya akan bekerja sungguh-sungguh pak" ucap Els, jika Els betah dan anakku cocok dengannya sudah pasti di bulan ketiga Els bisa melunasi hutangnya pada Widia dan juga bisa mengirim sedikit uang untuk bapak di kampung.
"Baik, permisi pak" ucap Bimo.
"Permisi pak" ucap Els tersenyum lalu mengikuti Bimo.
Di dapur Bimo menemui mbok Yati untuk mengenalkan Els pada pelayan senior di rumah besar itu.
"Mbok Yati, ini Els, dan Els ini mbok Yati orang kepercayaan pak Ravin di rumah ini" ucap Bimo.
"Mbok Yati" ucapnya.
"Saya Elsava mbok" ucap Els bersalaman dengan mbok Yati.
"Mbok, saya mau langsung ke kantor. Tolong jelaskan pada Els apa-apa saja yang harus dia ketahui tentang Nona Ciara, dan semuanya" ucap Bimo.
"Beres pak Bimo" ucapnya.
"Aku tinggalkan Els, mbok Yati akan menjelaskan apa saja pekerjaan mu" ucap Bimo.
__ADS_1
"Ya, terimakasih Bim" ucap Els, lalu Bimo pergi meninggalkan Els di tempat kerja baru nya.
"Ayo, mbok antar ke kamarmu" ajak mbok Yati lalu menuju rumah belakang, rumah yang memang di khususkan untuk para pekerja yang menginap di situ. Kebanyakan adalah pekerja wanita, sebab pekerja pria akan datang pagi dan pulang di sore hari kecuali security yang bertugas malam.
"Ini kamar kamu" ucap mbok Yati membukakan sebuah kamar berukuran cukup besar menurut Els. "Kamu tidur send tidak apa-apa kan?" tanyanya.
"Tak apa mbok" jawab Els.
"Bagus kalau begitu, kamu letakkan dulu barang mu didalam, lalu kita ke kamar nona Ciara" ucapnya, Els menurut tanpa membantah.
"Nona Ciara itu manja dan sesi keras kepala, tapi anaknya baik, dan manis kalau sudah mengenalnya" tutur mbok Yati.
"Kalau pak Ravin nya mbok?"
"Pak Ravin juga baik, namun orang nya tegas dan keras kepala juga" jawab mbok Yati.
"Kalau istrinya?" tanya Els.
"Pak Ravin sudah cerai sama istrinya, kamu jangan bahas tentang istrinya pak Ravin di rumah ini, beliau akan marah" ucap mbok Yati.
"Oh begitu, untung tadi tanya sama mbok, kalau tidak..."
"Ya, mbok paham. Ini kamar nona Ciara" mbok Yati membuka pintu kamar itu dan terasa dingin. Kamar itu besar bernuansa pink, banyak boneka besar dan sangat cantik, inilah kamar impian Els saat kecil dulu, kamar ala Disney princess.
"Kerjaan kamu yang paling penting adalah menjaga Nona Ciara, memastikan dia makan dengan benar, bermain, belajar, memandikan, menidurkan, menemani kemanapun nona Ciara pergi" jelas mbok Yati.
"Ya termasuk menyiapkan segala kebutuhannya, intinya semua yang menyangkut nona Ciara adalah tanggung jawab kamu" jelasnya.
"Ya mbok" sahut Els. "Cantik sekali" puji Els melihat gadis kecil yang masih terlelap itu.
"Nona Ciara memang cantik" mbok Yati membenarkan ucapan Els.
"Mbok, tinggal dulu. Kamu di sini tungguin nona Ciara bangun" pamit mbok Yati meninggalkan Els di kamar itu.
"Mudah-mudahan aku betah Keja di sini, dan mudah-mudahan anak ini cocok denganku" gumam Els penuh harap. Jika semua yang di katakan oleh Boss nya tadi benar, Els akan bekerja selama dua tahun dan akan pulang kampung untuk membangun usaha kecil-kecilan, tidak mungkin kan jika Els harus bekerja pada orang terus menerus, lagi pula nona kecil yang di asuhnya akan tumbuh dewasa dan tidak akan membutuhkan dirinya lagi.
🍀
🍀
🍀
🍀
__ADS_1
🍀
TBC 🌺