
*Els sudah berhenti menangis, hanya saja sesekali masih sesenggukan. Els meletakkan kepalanya bersandar di lutut pak Rusli yang duduk di kursi, ia masih terdiam menikmati usapan tangan pak Rusli yang membelai kepala nya.
"Apa yang membuat anak bapak menangis seperti ini hem?" tanya pak Rusli lembut.
"Els sudah bercerai dari mas Arya Pak" lirih Els. "Mas Arya di jodohkan sama perempuan lain sama ibunya" ucap Els air matanya kembali meleleh.
"Kenapa begitu?"
"Karena anak bapak ini gak berguna, anak bapak ini gak sempurna" Els menyalahkan dirinya sendiri.
"Kamu itu bicara opo to nduk? bapak gak paham"
"Bu Nunik ingin segera punya cucu Pak, dan aku...hiks...hiks....aku gak berguna"
"Ustttt...kamu gak boleh bicara begitu. Nduk, anak itu titipan nya Gusti Allah, hak mutlak Gusti Allah mau menitipkan anak itu sama siapa, kita hanya bisa berikhtiar dan hasilnya adalah sepenuhnya milik Gusti Allah. Kalau memang Gusti Allah gak menitipkan seorang anak sama kamu, bukan berarti kamu gak berguna, bukan berarti Gusti Allah gak sayang sama kamu" tutur Pak Rusli.
"Ingat nduk, debu saja Gusti Allah ciptakan berguna untuk bertayamum, sebagai gantinya air. Nah kamu ini anak Bapak dan Mamak, manusia anak cucu Nabi Adam, masa iya gak berguna? gak boleh ngomong gitu lagi ya. Orang lain boleh menghina kita sesuka hati mereka, tapi jangan sampai kamu rendah diri. Justru kamu harus lebih kuat, dan lebih erat bersandar kegem Gusti Allah, yang yakin dan husnudzon paring pandume Gusti Allah" pak Rusli menasehati putrinya panjang lebar, terbesit penyesalan dalam hatinya karena telah memperlakukan Els dengan buruk di masa lalu.
"Bapak gak marah karena Els menjadi seorang janda?" Els menatap wajah pak Rusli.
"Kenapa harus marah? memangnya kamu yang bercita-cita menjadi janda? semua yang terjadi dalam hidup mu memang sudah menjadi bagian dari garis takdir yang harus kamu jalani. Sekarang hiduplah sesuai keinginan mu, apapun yang kamu mau, apapun yang kamu lakukan, selama itu terbaik untukmu, insyaallah bapak akan mendukung mu dan mendoakan yang terbaik untuk putri bapak ini" pak Rusli semakin bijak sana.
"Terima kasih Pak, maaf Els kembali menjadi beban Bapak" sesal Els.
"Kamu itu ngomong apa" ucap pak Rusli mencubitnya gemas hidung Els*.
🍀 Flashback Off 🍀
"Tolong kamu jaga putri bapak baik-baik, sudah terlalu lama dia menderita. Bahkan di pernikahan pertamanya, bapak yakin Els tidak benar-benar bahagia seperti yang selalu ia ceritakan" sekejam apapun seorang ayah, namun beliau tetap bisa merasakan apa yang di rasakan oleh buah hatinya.
"Pasti Pak, karena besar harapanku untuk membangun sebuah keluarga bahagia bersama Els, meskipun gak mudah. Tapi kami akan belajar dari kegagalan yang pernah kami alami" ucap Ravin.
"Guru paling baik memang pengalaman, semoga kalian bisa mencapai kebahagiaan yang kalian impikan"
"Aamiin" kata-kata pak Rusli di amini oleh Ravin.
🍀🍀🍀
Els dan Ravin mengelilingi kampung dengan menggunakan sepeda motor milik Emir, tidak ada gedung pencakar langit, hanya ada bangunan semi permanen dan pohon-pohon tinggi menjulang, serta tanaman para warga kampung.
"Mas gak bilang kalau mau membuat pesta meriah"
"Aku melakukan itu agar kamu semakin percaya padaku dan tidak ada lagi keraguan dalam hatimu" sahut Ravin mengendarai sepeda motor itu dengan santai.
"Harusnya gak perlu seheboh ini Mas, apa lagi ini pernikahan kedua ku"
"Tidak apa-apa sayang, pernikahan kedua juga perlu perayaan dan pesta meriah"
"Ish..." wajah Els bersemu merah mendengar kata 'sayang' yang Ravin ucapkan.
__ADS_1
"Sayang kok di cubit" rengek Ravin, membuat Els semakin tak karuan.
"Ya ampun Mas, kan cuma cubit sedikit"
"Tapi sakit sayang"
"Mas, berhenti ngomong sayang"
"Kenapa?"
"Aku malu" lirih Els, membuat Ravin tersenyum penuh arti.
"Kenapa tadi tidak mengajak Ciara" sesal Els.
"Cia tahu Ayah Bunda nya perlu waktu untuk pacaran sayang"
"Ishhh... Mas" Els kembali mencubit pinggang Ravin.
"Awhhhh ampun sayang ampun" rengek Ravin di buat-buat.
"Ya ampun Mas, kamu ngalah-ngalahin Ciara deh" kesal Els.
"Sini biar aku yang bawa motor nya"
"Memang kamu bisa?"
"Udah berhenti" lalu Ravin berganti dan kini Els mengambil alih mengendarai motor itu.
"Els, berganti" jerit Ravin, ia tak menyangkan di balik sikap lugu dan lemah lembut Els menyimpan jika barbar seperti ini.
"Els, aku bilang berganti, ya Tuhan aku tidak ingin mati konyol" Ravin semakin kuat memeluk pinggang Els.
"Huuuuuuuu ini seru Mas, nikmati saja" sahut Els berkendara bak pembalap profesional.
"Wahhh ratu Trek kita kembali" ucap seorang pemuda yang juga mengendarai motor sejajar dengan Els.
"Toro, mau balapan?" tawar Els.
"Ayo, finis tempat biasa ya Mbak" jawab Toro, di angguki Els.
"No...no...noooooo" teriak Ravin Els kembali menambah kecepatan nya.
"Ya Tuhan" bisik Ravin dalam hati. Tapi ia senang bisa melihat Els tertawa lepas seolah tidak ada beban di pundaknya.
Els melesat jauh bak angin meninggalkan Toro di belakang, hingga ia berhenti si sebuah portal kampung.
"Bagaimana Mas? seru kan?" tanya Els tersenyum bahagia.
"Aku tidak menyangka jika calon istri ku adalah seorang Lady Biker" ucap Ravin dengan jantung masih berdisko.
__ADS_1
"Hahaa.... kamu berlebihan Mas, semua ini aku lakukan hanya untuk bersenang-senang dengan anak-anak kampung" tutur Els.
"Mbak Vira always is the best pokoke" puji Toro yang baru saja sampai.
"Kamu di rumah ngapain saja memangnya?"
"Aku pegang kebun karet nya pak Sukari mbak, gak ada waktu untuk latihan"
"Nderes?"
"Iya dong, Alhamdulillah udah bisa beli si merah ini" ucap Toro menunjukkan motor Supra X merah miliknya.
"Keren kamu Tor"
"Ya kan gak mungkin mbak, aku minta sama Emak, segan juga tiap-tiap mau apel ke rumah cewek nebeng sama Emir hehehe"
"Aku pulang dulu ya Mbak, Mas" pamit Toro di angguki Els.
"Dia siapa? kenapa panggil kamu Vira?"
"Dia itu temannya Emir, anak seorang Janda. Tapi Toro anak yang baik, gak pernah nyusahin Emaknya"
"Sayang aku hanya bertanya, kenapa kamu malah muji-muji pria lain di depan calon suamimu?" kesal Ravin.
"Hah?"
"Sudah ayo kita pulang, dan biarkan aku yang menyetir" Ravin sudah duduk di posisi kang ojek.
"Besok kita ziarah dulu ke makam Mamak ku ya Mas" pinta Els.
"Ya tentu saja kita harus kesana minta doa restu, sekalian aku memperkenalkan diri" sahut Ravin mulai menstater sepeda motor Emir.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
TBC 🌺
Hai para readers setia Mameeethor 🤗
Jangan lupa tinggalkan jejak ya, biar makin semangat nulisnya 🤗
maaf jika masih banyak menemukan typo, Karena tiada manusia yang sempurna ✌️
__ADS_1
Happy reading 🤗