My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Doa Ciara


__ADS_3

Sudah dua bulan berlalu Els melakoni pekerjaan barunya, Els tidak menemukan kesulitan yang berarti. Els mengasuh Ciara seperti anaknya sendiri, bahkan tidur pun Ciara minta di temani Els, meskipun awal-awal canggung pada ayahnya Ciara, tapi kini Els sudah terbiasa.


"Cia sayang malam ini mau makan apa?" Els mengangkat tubuh mungil Ciara dan di dudukkan di kursi yang ada di dapur.


"Bunda mau masak apa?"


"Bunda belum tahu sayang" jawab Els.


"Makan apa ya?" Ciara bertopang dagu dan mengetuk-ngetuk kan jari telunjuknya di pipi chubby nya. "Ayah" panggil Ciara melihat Ravin baru saja datang.


"Ada apa sayang? kenapa di dapur? sudah makan belum?" tanya Ravin mengecup puncak kepala Ciara.


"Kok bunda gak di cium?" tanya Ciara dengan polosnya.


"Eh.." Els terkejut dengan ucapan Ciara. "Bunda sudah besar sayang" ucap Els.


"Memang kenapa kalau sudah besar? bundanya Jessi aja selalu di peluk dan di cium sama papa Jessi" ucap Ciara.


"Bunda malu" bukan Els, tapi Ravin yang mengatakan itu.


"Kenapa malu? ayah, ayo cium Bunda" perintah Ciara.


"Ayah baru datang sayang, badan ayah bau" elak Ravin. Mencium Els? yang benar saja, pikir Ravin.


"Ayah masih wangi" ucap Ciara mengendus tubuh Ravin.


"Sayang, biarkan ayah mandi dulu. Cia bantuin bunda masak ya" bujuk Els.


"Oke deh. Bunda mau masak apa?" gadis kecil itu berhasil di bujuk Els.


"Masak..." Els bingung mau masak apa. "Gimana kalau masak gurame asam manis, dan sapo tahu?" ucap Els seadanya.


"Tapi Cia juga mau ayam goreng bunda" rengeknya.


"Gimana kalau bunda buat ayam goreng mentega?"


"Asik, makan ayam sama ikan" sorak gadis kecil itu, sedangkan Ravin hanya terdiam melihat interaksi antara putrinya dan sang pengasuh, alias Bunda dadakan nya Ciara.


"Ayah nanti ikut makan juga kan?" tanya Ciara.


"Iya sayang, ayah sekarang mandi dulu" Ravin meninggalkan dapur dan menuju ke kamarnya.


🍀🍀🍀


Setelah hampir satu jam bergelut dengan peralatan dapur, kini masakan Els sudah tersusun rapi di meja makan. Ada sapo tahu, gurame asam manis, ayam goreng mentega, sambal terasi, tempe goreng, serta lalapan sederhana seperti timun, selada, juga terong bulat.


"Cia sudah lapar" gadis kecil itu beberapa kali menelan ludah nya melihat sajian makanan yang menggoda.


"Cia mau makan duluan?" tawar Els.


"Tunggu ayah saja bunda" sahut gadis itu yang ingin makan bersama dengan ayah dan bundanya.

__ADS_1


"Bunda panggil ayah dulu ya" ucap Els di angguki Cia. Namun saat Els membalikkan tubuhnya di ujung tangga sana sudah terlihat Ravin dengan pakaian kasual nya. Duda satu anak itu mengenakan kaos hitam dan celana bahan sepanjang lutut, dengan rambut acak-acakan khas pria baru selesai mandi, tampan kata itulah yang cock di sematkan padanya.Tidak di pungkiri jika jiwa kewanitaan Els sempat kagum melihat visual nya seorang Ravindra Pradipta, namun Els harus bisa sadar diri.


"Ayah sudah datang" ucap Els pada Ciara.


"Maaf ya, ayah lama" ucap Ravin duduk di salah satu kursi.


"Cia sudah lapar ayah" keluh putri kecilnya.


"Iya, maaf. Ayo kita makan" ajaknya lalu Ravin mulai mengambil nasi.


"Cia mau semuanya bunda" ucap Ciara saat Els mengambilkan makanan di piring Ciara.


"Harus di habis kan ya" tutur Els.


"Siap bunda" jawab gadis kecil itu. "Bunda piring ayah belum ada lauknya" Ciara melihat piring Ravin hanya ada nasi.


"Bapak mau yang mana?" tanya Els.


"Samakan dengan punya Cia saja" jawab Ravin juga berselera melihat hasil masakan Els.


"Silahkan pak" ucap Els mengembalikan piring Ravin yang sudah terisi berbagai menu buatan Els.


"Cia suka, bunda hebat" puji Ciara dengan mulut penuh makanan.


"Sayang di telan dulu makanan nya, baru bicara" ucap Els. Yang juga mulai mengisi piring nya, namun hanya dengan nasi, sambel terasi, tempe goreng juga lalapan.


"Kau hanya makan itu Els?" tanya Ravin melihat isi piring Els.


"Makan ayam ini" Ravin mengambilkan potongan ayam dan memberikan nya pada Els.


"Tap.."


"Makan, saya tidak suka di bantah" tegas Ravin.


"Terima kasih pak" ucap Els.


🍀🍀🍀


Seperti biasa, rutinitas Ciara semenjak ada Els, sebelum tidur ia akan mendengarkan dongeng yang akan di bacakan oleh ayahnya, sedangkan Ciara akan berada dalam pelukan Els hingga terlelap, Malam ini pun rutinitas itu sama.


"Ayah" panggil Ciara yang sudah bersiap tidur dengan piyama Disney princess.


"Ya sayang" Ravin sudah duduk di sisi kanan ranjang putrinya.


"Chika baru saja punya adik bayi"


"Chika siapa?"


"Teman sekolah Cia, kan bunda?"


"Iya sayang" jawab Els yang sudah bersiap tidur di sisi kiri ranjang Ciara.

__ADS_1


"Lalu?"


"Cia juga mau punya adik bayi, kapan di perut bunda ada adik bayi?" tanyanya, membuat dua orang dewasa itu kebingungan harus menjawab apa.


"Dari mana Cia tahu kalau adik bayi itu ada di dalam perut bunda?"


"Chika yang mengatakan nya, Chika bilang papanya pandai buat adik bayi, sampai di perut Mamanya ada adik bayi. Apa ayah tidak pandai buat adik bayi, makanya di perut bunda tidak ada adik bayinya?" tuduhan kejam itu Ciara berikan pada ayahnya.


"Sayang bukan begitu" elak Ravin.Tidak bisa membuat bayi? yang ada Ravin adalah ahlinya dalam bidang praktik biologi tentang pembuahan.


"Jadi?"


"Sayang, beberapa orang mungkin punya adik bayi, tapi ada juga yang tidak punya adik bayi. Adik bayi itu rezeki dari Allah, dan rezeki dari Allah itu bukan hanya adik bayi saja. kesehatan, makanan, minuman itu juga rezeki. Jadi jika Cia belum punya adik bayi, Cia harus bersabar, Cia tidak boleh bersedih, Cia harus mensyukuri apa yang Cia miliki" jelas Els panjang lebar, entah Ciara bisa mencernanya atau tidak.


"Tapi kalau Cia pinginnya punya adik bayi gimana bunda?"


"Ya, Cia harus berdoa sama Allah. berdoa dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, maka Allah akan memberi apa yang Cia inginkan" terang Els. Membuat gadis kecil itu terduduk seketika.


"Ya Allah, Cia mau adik bayi, adik bayi yang lucu, ya Allah tolong berikan adik bayi Cia di dalam perut bunda aamiin" ucap Ciara sungguh-sungguh menadahkan kedua tangannya berdoa.


Cup....


Ciara mencium perut Els, membuat wanita itu tertegun, Ravin pun sama terkejutnya.


"Apakah adik bayi Cia sudah ada di dalam perut bunda?" tanya Ciara dengan wajah penuh harap.


"Huahhhh sayang, bunda ngantuk. Ayo kita tidur" bujuk Els mengalihkan pembicaraan Ciara.


"Iya bunda" ucap Ciara. "Ayah juga tidur disini kan?" Ciara menatap ayahnya.


"Ya, ayah akan tidur di sini" ucap Ravin canggung dengan keadaan.


"Bunda sudah tidur?" tanya Ciara setelah beberapa menit. Els yang belum tidur hanya diam saja tanpa berniat menjawab pertanyaan anak asuhnya.


"Ayah" gadis kecil itu menghadap tubuhnya pada sang ayah.


"Ya sayang" jawab Ravin.


"Di dalam perut bunda sudah ada adik bayinya kan?" Ravin bingung harus menjawab apa, sebab ia sangat tahu jika putri kecilnya itu tidak akan berhenti bertanya sebelum mendapatkan jawaban yang pasti dan sesuai dengan kemauannya.


"Itu...Cia tanyakan pada bunda saja besok pagi" karena tidak tahu harus bagaimana, akhir Ravin melemparkan batu pada Els. Dan Els yang sebenarnya belum tidur mengeram kesal dalam hatinya mendengar jawaban sang majikan.


🍀


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


TBC 🌺


__ADS_2