My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Pernikahan


__ADS_3

πŸ€πŸ€πŸ€ Happy reading πŸ€πŸ€πŸ€


"Saya terima nikahnya Elsava Ekavira binti Rusli Mahfud dengan mas kawin uang sebesar 75 juta dan satu set perhiasan di bayar tunai" ikrar Ijab qabul itu Ravin ucapkan dengan yakin dan lantang langsung dihadapan pak Rusli.


Dan kini resmi sudah Els dan Ravin menjadi pasangan suami-istri, bersiap mengarungi bahtera rumah tangga yang ujiannya selalu datang secara tiba-tiba, bahkan badai menghantam dari arah yang tak pernah terduga.


Besar harapan Ravin dan Els untuk bisa menghadapi segala badai dan ujian yang menyapa rumah tangga mereka, agar benar-benar bisa berlayar dan bersandar di pelabuhan impian. Meski begitu ujian ataupun masalah dalam rumah tangga adalah sebagai bagian dari bumbu untuk semakin mengeratkan juga memperkuat ikatan pernikahan jika pasangan mampu melewati dan bertahan.


"Selamat atas pernikahan mu nduk, mudah-mudahan ini menjadi pernikahan terakhir mu dan kamu bisa benar-benar hidup bahagia, bukan hanya terlihat bahagia apa lagi sampai pura-pura bahagia" kata-kata itulah yang pak Rusli ucapkan ketika Els memohon doa restu setelah selesai akad nikah tadi. Semuanya terdengar begitu jelas hingga terngiang-ngiang di telinga wanita 30 tahun yang hari ini resmi menjadi seorang istri dari Ravindra Pradipta.


(Ngomong-ngomong soal umur Els ternyata author salah yaaa, bukan lagi 28 tahun, melainkan 30 tahun mengingat setting chapter pertama umur Els 27 tahun, dan chapter ini masuk di tahun ketiga menurut author 🀭 maafkan author yang tak luput dari kesalahan ini✌️)


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Ravin keduanya duduk bersanding di pelaminan.


"Tidak ada Mas" jawab Els tersenyum tipis.


"Cantik" puji Ravin tanpa sadar melihat senyuman di wajah istri barunya.


"Apa?"


"Apa?" beo Ravin.


"Sepertinya Mas Ravin mengatakan sesuatu"


"Tidak" jawab Ravin singkat, ia belum berani terang-terangan memuji sang istri.


"Besok pagi kita langsung pulang, apakah kamu tidak keberatan?" tanya Ravin, bukan apa-apa ada tanggung jawab besar yang harus ia urus di Bank.


"Tak apa, aku mengerti" sahut Els. "Kemana perginya Ciara?" Els celingukan mencari sang anak sambung.


"Cia bersama Emir dan pak Eko"


"Kemana?"


"Entah lah" Ravin tidak ingin memberi tahu Els.


πŸ€πŸ€πŸ€


Emir, Ciara, dan pak Eko mencari sebuah tempat strategis untuk di jadikan sebagai tempat usaha Emir. Ravin sempat mengobrol dengan adik kandung Els itu tentang sebuah pekerjaan yang dilakoninya, Emir hanya ikut kerja di ladang-ladang para tetangga mengingat mayoritas warga kampung adalah petani, dan juga memelihara ternak kambing sebagai sampingan.

__ADS_1


Di kampung Els belum banyak tokoh-tokoh besar yang menyediakan sembako, hanya warung-warung kecil saja. Rencananya Ravin ingin membukakan toko grosir untuk di kelola Emir, tidak terlalu berat atau minimal tidak perlu panas-panasan di bawah teriknya matahari, juga bisa menjadi kegiatan pak Rusli jika bosan ke ladang. Dan di sinilah Emir sekarang, mencari titik lokasi yang pas dan strategis untuk calon tempat berdirinya toko grosir yang akan ia kelola.


"Apa Emir bisa kelola toko grosir itu ya pak?" Emir belum percaya diri bisa menjalankan toko grosiran itu, mengingat dirinya tidak ada basic berdagang.


"Kan nanti kamu gak sendirian Mir, Tuan pasti akan mengutus seseorang untuk mengajari dan membimbing kamu bagaimana cara mengelola toko itu" jawab pak Eko mengemudikan mobilnya.


"Mas Ravin baik banget" puji Emir pada Kakak iparnya.


"Tuan Ravin memang baik, Kakak mu beruntung bisa menjadi istri Tuan Ravin"


"Apakah mas Ravin sangat kaya?"


"Nanti kamu tahu sendiri" sahut pak Eko. "Dan sepertinya kamu juga harus ikut ke Jakarta juga" sambung pak Eko.


"Ngapain Emir ikut ke Jakarta Pak?"


"Kursus nyetir mobil Mir, memang apa lagi? kalau disini kan gak ada tempat kursus nyetir, paling ada juga di kota. Jika sama-sama di kota kan mending ke Jakarta sekalian" jelas pak Eko.


"Untuk apa Emir kursus nyetir? lagi pula Emir gak sanggup beli mobil Pak, sepertinya itu tidak perlu"


"Nanti kamu juga akan tahu, karena setahu Bapak, Tuan Ravin itu gak setengah-setengah kalau membantu orang lain, apa lagi Emir yang sudah termasuk keluarga"


"Entahlah" Emir belum terlalu mengenal sifat kakak ipar nya. "Menurut pak Eko, dari dua tempat yang kita datangi tadi gimana?"


"Hem, benar juga" Emir menoleh ke belakang karena gadis kecil yang biasanya cerewet itu tidak bersuara.


"Yah, tidur dia" melihat Ciara terlelap di kursi belakang, ya semalam gadis kecil itu ikutan begadang melihat sang bunda di lukis Henna.


"Pantas saja tidak ada suaranya" ucap pak Eko, fokus mengemudikan mobil menuju arah pulang ke rumah pak Rusli.


πŸ€πŸ€πŸ€


Berita pernikahan Els sudah sampai ke telinga mantan suaminya, hanya saja Arya tidak tahu dengan pria mana Els menikah. Jika di tanya Arya tahu dari mana? jawabannya adalah Bude Jumi, entah apa maksudnya Bude Els memberi tahu Arya jika Els kembali menikah, sekedar memberi tahu atau bagaimana hanya Bude Jum yang tahu.


"Aku berharap kali ini kamu benar-benar menemukan dan menikah dengan pria yang tepat Els" ucap Arya setelah menerima kabar itu


"Lo belum balik Ar?" tanya Rudi, rekan kerja Arya.


"Pulang? kan belum waktunya pulang kerja" sahut Arya bingung.

__ADS_1


"Yeee ni anak gimana sih? kan tadi Pak Burhan bilang hari ini kerja setengah hari. Nanti malam ada acara dinner bareng sama semua karyawan pabrik di lesehan mbak Nur" ucap Rudi mengulang kata-kata yang di sampaikan oleh atasan.


"Kok tumben, ada acara apaan?" Arya heran.


"Kata pak Burhan sebagai bentuk syukuran dari sang owner pabrik, beliau menikah"


"Menikah? memang pemilik pabrik ini bujang? atau gadis?" tidak ada karyawan pabrik yang tahu, bahkan siapa nama pemilik pabrik itu.


"Mana gue tahu, yang tahu kan cuma pak Burhan. Udah ayo pulang, kenapa Lo lemes gitu? harusnya Lo semangat pulang cepat, kan itu tandanya Lo cepat ketemu anak bini Lo" ucap Rudi.


"Huffff, gak tahu gue jadi gak semangat setelah dapat kabar......" Arya menggantung kalimatnya.


"Kabar apa?" tanya Rudi penasaran.


"Hari ini Els juga menikah lagi" ucap Arya menundukkan wajahnya.


"Bagus dong, itu artinya ada pria yang bisa menjaga dan membahagiakan Els. Lagi pula Lo juga udah nikah lagi bahkan udah punya anak, apa masalahnya?"


"Iya gue tahu, tapi ada perasaan nyeri dalam hati gue. Walau bagaimanapun Els adalah wanita terbaik yang pernah ada dalam hidup gue"


"Lo harus ikhlas Ar. Ingat, Lo yang melepas Els, dan ingat juga sekarang ada Cindy yang mesti Lo jaga hatinya. Jangan sampai Lo bertengkar sama Cindy gara-gara ini, dan jangan Lo banding-bandingin sifat dan sikap Cindy dengan Els. Mereka adalah dua orang yang berbeda, Lo harus mempertanggungjawabkan pilihan Lo yang memilih hidup berdampingan dengan Cindy, apa lagi sudah ada Kinara di antara kalian" Rudi menasehati temannya.


"Hem, gue tahu. Makasih udah ngingetin gue" ucap Arya.


"Sama-sama, gue cabut dulu. Lo buruan pulang" Rudi meninggalkan Arya di station kerjanya.


πŸ€


πŸ€


πŸ€


πŸ€


πŸ€


TBC 🌺


Jangan lupa tidak jejak ya para readers yang baik πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Mampir juga ke novel baru Mameeethor yang iniπŸ™‚ semoga menghibur....



__ADS_2