My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Kampung Halaman


__ADS_3

Setelah menempuh kurang lebih 8 jam perjalanan, akhirnya mobil yang di tumpangi Els dan lainya berhenti di halaman rumah Bapak Rusli. Rumah yang sangat teramat sederhana namun memiliki halaman yang luas.


"Bapak" lirih Els mencium punggung tangan pria yang pernah mengasarinya.


"Els kangen banget sama Bapak, Bapak sehat?" Els meneliti tubuh yang mulai mengeriput itu.


"Bapak juga kangen sama anak bapak ini, dan Alhamdulillah bapak sehat seperti yang kamu lihat"


"Mbak" lirih Emir berdiri di belakang pak Rusli.


"Adek kecilnya Mbak" Els memeluk erat tubuh adiknya.


"Mbak, jangan begitu aku malu. Emir ini sudah besar" Emir mencoba mengurai pelukan Els, tapi Els malah semakin mengeratkan nya.


"Kamu tetap adik kecilku" ucap Els, matanya sudah berkaca-kaca mengingat Mak Lastri tidak turut menyambut kedatangan nya.


"Bunda" seru Ciara, gadis kecil itu merasa cemburu Els terlalu lama memeluk adiknya.


"Eh..." Els buru-buru menghampiri calon anak sambung nya.


"Pak, ini Mas Ravin, yang kemarin Els ceritakan, dan ini Ciara, putrinya Mas Ravin" Ravin menyalami pak Rusli sama seperti apa yang Els lakukan tadi, begitu juga dengan Ciara.


"Halo Kek, namaku Ciara. Aku anak Ayah dan Bunda" gadis kecil itu mengenalkan dirinya, membuat semua yang ada di sana tersenyum.


"Ayo masuk, sudah pada makan siang belum? tadi Bude sama Bibik mu masak banyak"


"Tadi Els sudah makan, tapi kalau makan lagi juga gak apa-apa" ucap Els, menuntun Ciara.


Kedatangan Els bersama dengan Ravin di sambut gembira oleh keluarganya, Pak Rusli juga sudah merestui dan menyerahkan segalanya pada Els. Bahkan persiapan pernikahan itu sudah di lakukan sehari sebelumnya, karena tak lama kedatangan Els, datang juga orang-orang membawa tenda pesta yang membuat Els terkejut.


Rupanya, saat Ravin meminta orang kepercayaan untuk mengurus dokumen pernikahan, Ravin juga mengutus orangnya untuk memulai persiapan pernikahan di kapung halaman Els, tanpa bicara lebih dulu pada Els. Karena niat Els hanya menikah secara sederhana tanpa adanya pesta mengingat ini pernikahan keduanya, di luar dugaan Ravin malah mempersiapkan pesta meriah untuk nya.

__ADS_1


"Kamu pinter cari Duda Els, Duda bukan sembarang Duda ini sih" puji Budenya.


"Bener Yu, kenapa gak dari dulu kamu ketemu sama si Ravin ini" timpal Bibik nya.


"Wes gak popo, yang penting sekarang udah ketemu dan sebentar lagi sah menjadi suami istri" sahut sang Bude.


"Ini kenapa belanjaan banyak banget Bude? siapa yang belanja?" Els melihat bahan makan yang menggunung.


"Ini yang belanja orang suruhannya Ravin, tapi ini udah bude kurang-kurangi lohhh, tadinya malah lebih banyak. Orang kalau udah kebanyakan duit gitu memang. Belanja di pasar gak tanya harga, gak ada tawar menawar, main tunjuk-tunjuk aja, gak ada estetiknya babar blas" gerutu Bude yang menemani orang suruhan Ravin belanja.


"Maklum Yu, duitnya gak abis tujuh turunan, tujuh tanjakan, tujuh tikungan" sahut Bibik Els.


"Terus kalau sebanyak ini untuk apa Bude? gak mungkin abis di masak saat acara" Els juga tak habis pikir dengan kelakuan orang suruhan calon suaminya.


"Raka bilang, kalau gak abis boleh di bagikan sama tetangga sekitar"


"Raka?"


"Ohh..." Els kemudian ke depan dan melihat Pak Rusli dan Ravin berbicara serius. tapi Els tidak bisa mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.


🍀🍀🍀


Ravin melihat pak Rusli duduk terdiam di teras dengan pandangan mata memperhatikan para pekerja tenda yang mulai merakit dan mendirikan tenda. Tenda yang di pilih oleh Raka adalah tenda terbaik dari daerah kecamatan, dan tentu saja tenda itu berdiri di daerah kampung Els untuk pertama kalinya.


"Pak" Ravin menghampiri calon mertuanya.


"Terimakasih bapak sudah mengizinkan saya untuk menikahi Els, saya berjanji akan bersungguh-sungguh menjaga Els dan berusaha sebaik mungkin untuk membahagiakan nya" ucap Ravin dengan kesungguhan hati.


"Bapak percaya. Terima kasih juga kamu bersedia menerima putri bapak dengan segala kekurangannya" ingatan pak Rusli melayang di mana saat Els pulang kerumah sekitar satu tahun yang lalu. Putri sulungnya itu menangis bersujud di kakinya memohon maaf karena telah gagal membina rumah tangganya.


🍀 Flashback On ☘️

__ADS_1


*Sekitar jam 19.40 pak Rusli duduk di ruang tengah dengan segelas kopi hitam dan menyaksikan berita politik. Pak Rusli tidak begitu paham, hanya saja lebih baik menonton berita itu dari pada menonton sinetron.


Sebuah sepeda motor berhenti di halamannya, beliau tidak begitu melihat siapa yang datang hanya saja tak lama itu seseorang mengucapkan salam.


"Assalamualaikum" suara itu tidak asing, namun seolah tertahan sesuatu. Dan benar saja, tampak wajah putri sulungnya dengan mata sembab.


"Walaikumsalam" sahut pak Rusli.


"Bapak" seru Els langsung memeluk kakinya, putrinya itu tergugu tanpa mau menunjukkan wajahnya.


"Maafkan Els pak, Els gagal, Els buat malu bapak dan mamak. Els minta maaf pak, tolong jangan marah sama Els, Els udah berusaha sekuat tenaga, tapi Els gak sanggup. Els menyerah Pak, Maaf jika Els mengecewakan Bapak huhu....huhu....." lama sekali tangisan pilu Els tidak terdengar oleh telinganya. Dulu saat Els duduk di bangku sekolah dasar, sering kali tangisan pilu seperti itu ia dengar, tentu saja karena ulah dirinya dan mendiang sang istri yang tanpa ampun menghajar tubuh mungil Els.


"Kamu kenapa? datang-datang kok nangis begini? coba jelaskan sama Bapak"


"Els mohon ampun sama Bapak, Els gak pernah bikin bapak bangga, Els hanya menyusahkan bapak, Els minta maaf ya Pak, selama ini Els gak bisa menjadi anak yang bapak inginkan. Tapi Els bersumpah sudah melakukan yang terbaik semampu dan sekuat Els" putrinya itu malah bersujud di kakinya, hingga membuat kakinya basah akan air mata Els.


"Sudah-sudah, berhenti menangis nduk, bapak yang minta maaf karena terlalu menuntut dan menekan mu. Kamu anak terbaik bapak, dari dulu sampai sekarang kamu putri kebanggaan bapak. Maaf bapak baru menyadari nya" ucap pak Rusli mengelus-elus sayang punggung Els yang semakin bergetar.


"Tapi sekarang Els membuat aib untuk bapak, untuk keluarga kita. Els minta maaf pak" bahkan suaranya hampir hilang, karena terlalu lama menangis, entah sejak kapan dan dari mana Els menangis, yang pasti pak Rusli sangat merasakan kepedihan dan kesakitan yang di rasakan oleh putrinya.


"Sudah, bagi bapak. Kamu adalah permata yang paling berharga yang pernah bapak miliki. Jika dunia ini menolak mu, ada bapak yang selalu menerima apapun kondisi mu. Kamu anak bapak yang bersih dan murni" ucap pak Rusli menenangkan Els. Meskipun Els tahu itu hanya kata-kata penenang, tapi hatinya menghangat, mendengar kata-kata indah dari pria pertama yang ada dalam hidupnya.


🍀


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


TBC 🌺*


__ADS_2