My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Kehilangan Lagi


__ADS_3

🍀 Satu Tahun Kemudian 🍀


Els terbaring lemas di atas ranjangnya, sudah hampir satu minggu ini ia tak enak badan, lemas, pusing, mudah lelah, tak selera makan. Dan akibatnya pekerjaan rumah tidak ada yang benar, membuat Bu Nunik marah-marah dan mengomel.


"Assalamualaikum Bu" ucap Arya pada ibunya yang berwajah masam duduk di teras.


"Walaikumsalam" ketusnya.


"Ada apa ini?" Arya duduk di bangku sebrang meja kecil.


"Istrimu itu semakin malas, masa iya ibu mau makan dia tidak mau masakin ibu? ibu harus ke gang depan untuk membeli makan siang. Sudah sore begini juga tidak keluar kamar, dapur berantakan rumah kayak kapal pecah gak ada yang membereskan" adu Bu Nunik pada anaknya.


"Maaf ya Bu" Arya merasa tidak enak karena sudah beberapa hari Bu Nunik mengeluh atas sikap istrinya.


"Ibu gak butuh maaf kamu, kamu itu harus tegas sama istrimu, jangan terlalu di manja. Sudah ibu bilang, tinggalkan wanita tak berguna itu dan menikah dengan wanita yang bisa memberikan keturunan, kamu kecintaan sama wanita tak berguna itu" gerutu Bu Nunik. Arya diam saja, ia mulai terpengaruh kata-kata ibunya dan mulai ikut geram dengan sikap Els.


"Nanti Arya akan bicara dengan Els, Bu" tuturnya.


"Terserah kamu saja, ibu sudah lelah mengingatkan mu. Memangnya kamu tidak ingin memiliki anak? bukan kah teman-teman sebaya kamu semua sudah punya anak? nanti kamu yang di kira gak jantan, kurang perkasa karena tidak bisa membuat istri mu hamil" omel Bu Nunik.


"Arya masuk dulu " pamit Arya tanpa berniat membalas ocehan ibunya.


🍀🍀🍀


Arya masuk kamar dan menghela nafas berat, ia melihat istrinya terbaring di atas ranjang dengan selimut menutupi tubuhnya.


"Els bangun" ucap Arya. Namun Els tak bereaksi. "Els bangun" seru Arya menarik kasar selimut yang di gunakan istrinya.


"Mas" Els terkejut langsung duduk dan merasakan pening di kepalanya.


"Mas, tak bisakah kau memperlakukan ku dengan lembut? aku ini istrimu bukan musuh mu" Elsava mengiba pada suaminya.


"Aku hanya bereaksi sesuai dengan tingkah mu Els, Jadi jangan menyalahkan tindakan ku" sahut Arya menatap tajam pada istrinya.


"Tingkah ku yang seperti apa sehingga kau kasar padaku Mas?" tanya Els memijat pangkal hidung nya.


"Tidak bisakah kau berbakti pada ibuku Els? oke jangan berbakti, tapi bersikap baiklah pada ibuku, jangan biarkan ibu marah dan mengeluh atas sikap mu ini" ucap Arya.


"Aku tidak mengerti maksud mu Mas" ucap Els.


"Kau sudah beberapa hari ini hanya tiduran saja, kau semakin malas dan manja, kau bilang tidak enak badan, tapi tidak mau berobat, badanmu juga tidak demam. Sebenarnya apa masalahmu?" seru Arya, yang sudah lelah pulang kerja, dan mendapat aduan ini itu dari ibunya.


"Mas kenapa kau bicara begitu? apa kau pikir aku ini sedang berpura-pura?" Els tak menyangka jika Arya akan bicara seperti itu.


"Lalu apa namanya?" seru Arya dengan nada yang lebih tinggi. "Sini ikut aku" Arya menarik paksa tangan Els keluar dari kamar.

__ADS_1


"Lihat ini, betapa berantakan nya rumah ini" Arya menunjukkan ruang tamu dan ruang tengah. "Dan ini lihat! apa matamu itu sudah buta?" seru Arya mendorong kasar tubuh Els hingga perutnya terbentur meja dapur dengan keras.


"Awhhhhh" jerit Els merasakan sakit pada yang teramat sangat pada bagian perutnya. "Mas tolong" rintih Els memegangi perutnya.


"Kau bersandiwara lagi hah" kesal Arya tak perduli.


"Mas sakit" cicit Els mulai melemah. "Tolong" lirih Els, mulai kabur pandangannya karena tak tahan merasakan sakit. Tapi Arya pergi begitu saja, ia tidak mau terpengaruh oleh sandiwara yang di lakukan istrinya.


"Mas..." hati Els terasa perih melihat kepergian Arya tanpa ada rasa iba padanya. "Kau tega melakukan ini padaku mas" gumam Els dalam hati sebelum kesadarannya benar-benar hilang.


"Dia diam? tidak bersuara lagi karena aku mengabaikan dan tidak terpengaruh dengan sandiwara" gumam Arya duduk di ruang tengah dan menonton TV.


"Dimana istrimu?" tanya Bu Nunik yang baru saja masuk kedalam rumah.


"Els ada di dapur Bu, dia sedang membereskan dapur" sahut Arya.


"Benarkah? kenapa tidak ada suaranya?" Bu Nunik gerak tidak mendengan dentingan perkakas dapur.


"Entahlah" ucap Arya masa bodoh.


"Ck, kau ini. Coba kau lihat istri mu, jangan-jangan dia duduk santai di dapur" perintah Bu Nunik. membuat Arya mau tak mau melangkah kan kaki ke dapur.


"Els....ap..." Arya terkejut melihat Els tak sadarkan diri di lantai dapur dengan darah menggenang di bawah pantat Els.


"Els......apa yang terjadi?" seru Arya mengangkat kepala Els dalam pangkuannya. "Ibu....Bu....ibu...." teriak Arya kebingungan melihat kondisi istrinya.


"Aku tidak tahu, bagaimana ini?" pertanyaan bodoh itu keluar dari mulut Arya.


"Angkat dia, cepat bawa kerumah sakit" perintah Bu Nunik. Dengan cepat Arya membopong tubuh istrinya untuk di bawa ke rumah sakit.


🍀🍀🍀


Arya mondar mandir di depan pintu IGD sudah hampir dua puluh menit dokter yang menangani Els belum keluar memberikan penjelasan tentang kondisi istrinya.


"Duduklah Arya, ibu pusing melihat mu mondar-mandir seperti setrikaan begitu" kesal Bu Nunik.


"Tapi Arya takut Els kenapa-kenapa Bu" sahutnya khawatir.


"Els pasti baik-baik saja" ucap Bu Nunik.


"Tapi kenapa Els berdarah sebanyak itu?" ucap Arya.


Klek...


Seorang dokter wanita paruh baya keluar dari ruang IGD.

__ADS_1


"Keluarga Elsava Ekavira" ucap dokter itu melihat sekitarnya.


"Saya suaminya Dok" Arya mendekati dokter itu. "Bagaimana dengan kondisi istri saya?"


"Mari ikut ke ruangan saya" ajak dokter itu, berjalan ke ruangannya.


"Duduk dulu" dokter itu mempersilahkan Arya dan Bu Nunik untuk duduk.


"Bagaimana keadaannya? apa yang terjadi pada istri saya?" tanya Arya.


"Begini, sebelumnya saya minta maaf karena harus mengatakan kabar kurang baik ini" ucapnya.


"Ada apa dokter?"


"Istri anda mengalami pendarahan yang cukur hebat, sebenarnya janinnya masih bisa di selamatkan jika istri anda cepat di bawa kerumah sakit. Tapi sayangnya istri anda terlambat di bawa kerumah sakit, jadi maaf kami tidak bisa menyelamatkan janinnya" sesal dokter itu.


Deg...deg...deg....


Arya membeku mendengar penjelasan dokter paruh baya yang memiliki name tag dr. Wirda Ningsih, SpOG.


"Maksudnya istri saya sedang hamil?" lirih Arya.


"Ya istri anda tengah mengandung, apakah anda tidak tahu?" Arya menggelengkan kepalanya saat dokter itu bertanya.


"Bagaimana bisa tidak tahu? padahal kandungan istri anda sudah memasuki usia 5 minggu" dokter Wirda menggelengkan kepalanya.


"Tapi menantu saya tidak pernah menunjukkan tanda-tanda jika dirinya tengah mengandung dok, mual muntah gitu" sela ibu Nunik.


"Apa Els tidak pernah mengeluh pusing, lemas, mudah lelah atau sebagai nya? sabab tanda kehamilan bukan hanya mual muntah saja" dokter Wirda menatap Arya dan Bu Nunik.


"Ya seminggu ini Els mengeluhkan semua itu dan dia juga kehilangan nafsu makannya" tutur Arya.


"Kenapa tidak langsung membawa nya untuk periksa?"


"Els bilang hanya kelelahan, dan suhu tubuh nya juga normal. Jadi kami tidak terpikirkan jika itu tanda-tanda kehamilan" sesal Arya, yang tidak peka.


"Baiklah, semua sudah terjadi. Semoga kalian bisa berlapang dada dengan kejadian ini, jadilah support sistem yang baik untuk istri anda, karena saat ini ia pasti sangat membutuhkan dukungan dari suaminya" pesan dokter Wirda pada Arya.


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2