My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Pertemuan


__ADS_3

Sudah beberapa bulan ini Els menjalani kehidupan rumah tangganya bersama dengan Ravin, namun hubungan keduanya tetap jalan di tempat tanpa ada kemajuan. Bedanya sekarang Ravin leluasa mencium Els dimanapun dan kapanpun, namun hanya sekedar ciuman tidak lebih apalagi sampai bermain di atas ranjang, semua itu masih dalam angan-angan Ravin saja tanpa mau memaksa Els. Sedangan Els hanya mengunggu ajakan Ravin tanpa mau memulai lebih dulu, apa lagi pernikahan itu terjadi tanpa ada rasa cinta, membuat Els semakin tidak bernyali.


Namun jika bisa jujur, Els sudah mulai tertarik dan menyukai suaminya itu, hanya saja tidak ada keberanian untuk mengakuinya. Ravin pun tidak beda jauh dengan Els, ada rasa sayang di hatinya untuk Els, bahkan Ravin ingin sekali segera memiliki Els seutuhnya, tapi melihat sikap Els yang biasa saja membuat Ravin menunggu saat yang tepat. Entah sampai kapan kedua insan halal itu memulai hubungan suami-istri yang sesungguhnya.


Minggu pagi ini Ravin mengajak Els dan Ciara untuk berolahraga di GBK, area ini menjadi salah satu favorit warga Jakarta di minggu pagi untuk menghabisi waktu bersama keluarga ataupun teman sekantor, komunitas dan lain sebagainya. Sesampainya di tempat tujuan, ternyata yang berolahraga hanya Ravin, ia mulai joging bersama dengan pengunjung lainya. Sedangkan Els dan Ciara hanya berjalan santai dan melihat banyaknya orang berlalu lalang.


"Elsava" panggilan seorang wanita dari arah samping.


"Kamu benar Elsava kan?" tanya wanita itu mengenakan pakaian olahraga, ia tampak cantik, seksi, stylish, dan sporty sudah seperti artis ibukota.


"Iya" jawab Els masing bingung.


"Aku Sintia, dulu pernah ketemu di Lollipop Island" ucap Sintia menginginkan Els yang terlihat bingung.


"Owhh iya, maaf jika aku tidak mengingat mu" Els merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa, santai saja" sahut Sintia. "Kamu datang dengan siapa?" tanyanya.


"Aku datang dengan anak dan suamiku" jawab Els.


"Bunda kenapa ayah lama sekali?" keluh gadis kecil itu sudah mulai bosan.


"Ayah sebentar lagi selesai sayang" ucap Els mengusap lembaga puncak kepala Ciara.


"Hai cantik, siapa namanya?" sapa ramah Sintia pada Ciara, sedangkan gadis kecil itu hanya menatap tak berniat menjawab sapaan Sintia.


"Sayang Tante tanya sama Cia, di jawab dong" ucap Els.


"Cia?" beo Sintia menatap Ciara.


"Cia gak mau, Cia gak suka" Ciara menggenggam erat tangan Els.


"Sayang Cia ti...."


"Els" panggil Ravin dari arah belakang membuat kedua wanita dewasa dan gadis kecil itu menoleh ke arahnya.


Deg.....

__ADS_1


Tubuh Ravin membeku melihat wanita yang besama dengan istri dan anaknya. Tidak jauh berbeda dengan Ravin, Sintia pun sama terkejutnya, ia tak menyangka jika akan kembali bertemu dengan mantan suaminya. Sintia memang tidak begitu mengingat wajah Ciara karena dulu dirinya jarang mengurus bagi Ciara, ia sibuk dengan dirimu sendiri untuk mengembalikan bentuk tubuhnya pasca melahirkan Ciara, belum lagi Ravin terkesan abai dan tidak perduli dengannya, membuat Sintia semakin terlena mengejar kebahagiaan di luar sana dan bertemu dengan pria lain.


"Ravin" lirih Sintia namun Els masih bisa mendengar nya, sedangkan Ravin hanya menatap datar ke arah Sintia.


"Els ayo kita pulang" ajak Ravin.


"Ayah gendong" rengek Ciara, dan Ravin langsung menggendong putrinya.


"Ravin, dia putri kita kan? dia Ciara kita kan?" Sintia mencekal lengan Ravin dan Ravin langsung menghempaskan dengan kasar tangan Sintia.


"Els lain kali jangan bicara dengan orang asing, apalagi saat kamu bersama dengan putriku" tegas Ravin lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Els dan Sintia.


Els masih terdiam membeku mencerna kalimat yang dilontarkan Ravin, Els memastikan jika telinganya tidak salah mendengar bahwa Ravin baru saja mengatakan 'putriku' pada Els.


"Els, Ciara putri ku kan?" kini Sintia memperjelas status Ciara jika dirinya adalah ibunya.


"Aku...aku harus pergi" Els berjalan cepat menyusul Ravin dan Ciara.


"Jadi dia mantan istrinya mas Ravin, ibu kandungnya Ciara. Pantas saja mas Ravin tidak pernah menginginkan ku, mantan istrinya saja sesempurna itu" Els menyimpulkan sesuatu dari kacamata nya.


🍀🍀🍀


Els menemani Ciara bermain sepeda di halaman namun pikirannya melayang kemana-mana sehingga ia tidak begitu fokus memperhatikan Ciara.


"Bunda...hiks..hiks...." gadis kecil itu terjatuh dari sepeda nya membuat lutut nya sedikit tergores.


"Astaga Ciara, bagaimana bisa jatuh? Els berlari menghampiri Ciara.


"Apakah sakit sekali?" Els melihat lutut Ciara memerah dan sedikit ada goresan.


"Hiks...hiks...sakit sekali Bunda" air mata Ciara mengalir deras seolah telah mengalami kecelakaan besar.


"Ayo kita obati, lain kali Ciara harus lebih hati-hati ya" Els menggendong Ciara, seharusnya tidak terlalu sakit luka yang di alami Ciara, tapi gadis kecil itu seolah terluka parah.


"Huhuhu.....huhu...." tangisnya masih belum berhenti sampai di dalam rumah.


"Nona Ciara kenapa?" tanya mbok Yati.

__ADS_1


"Biasa mbok, jatuh dari sepeda. Mbok tolong ambilkan kotak obat ya" pinta Els, lalu mbok Yati mengambil kotak obat itu dan memberikannya pada Els.


"Sudah sayang jangan nangis ya, ini gak apa-apa kok" Els meniup-niup lutut Ciara.


"Tapi sakit Bunda huhu...huhu...." tangis Ciara semakin keras.


"Ada apa ini?" ucap Ravin di ujung tangga.


"Ayah..hiks...hiks...kaki Cia sakit" adu Ciara. Ravin langsung mendekati putrinya.


"Kenapa bisa sampai terluka?" tanya Ravin, pada Els yang sedang membersihkan luka Ciara.


"Biasa mas, Ciara bermain sepeda dan jatuh" sahut Els tanpa melihat raut wajah suaminya.


"Biasa?" ucap Ravin membuat Els menghentikan kegiatannya.


"Iya, anak-anak main sepeda lalu jatuh dari sepeda kan memang biasa Mas" heran Els, setiap anak-anak bermain sepeda atau belajar naik sepeda pasti akan jatuh dan hal itu wajar bukan?.


"Tapi itu tidak berlaku untuk putriku Els, putriku tidak boleh jatuh, terluka, ataupun tergores sedikitpun" tegas Ravin. "Atau jangan-jangan kamu yang tidak becus menjaganya, kamu sengaja membuat putriku terluka" tuduh Ravin.


"Mas, aku tidak mungkin sengaja membuat Ciara terluka, aku menyayangi Ciara, aku juga sudah menganggap Ciara sebagai putriku sendiri" Els membela diri, meskipun sedih mendengar tuduhan Ravin.


"TAPI CIARA ITU PUTRIKU, BUKAN PUTRIMU" bentak Ravin. "JANGAN KARENA AKU BAIK PADAMU LALU KAMU BERBUAT SESUKA HATIMU" ucap Ravin mengingatkan Els jika dirinya bukan siapa-siapa.


"Mas" lirih Els tidak percaya mendengar kalimat itu terucap dari mulut Ravin.


"Jika memang tidak sanggup lagi menjaga Ciara katakan saja, biar aku mencari orang lain" ucap Ravin membawa pergi Ciara bersamanya.


"Mencari orang lain?" Els tersenyum getir, apakah selama ini Ravin menganggap Els hanya pengasuh Ciara? apakah Ravin lupa jika sudah menikahi Els? atau apakah Els yang terlalu percaya diri setelah menikah dengan Ravin?


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2