
Ravin dan Ciara sudah berada di ruang makan, ayah dan anak itu sedang menunggu kedatangan Els untuk memulai makan malam bersama. Setelah perdebatan tadi siang, Ravin belum lagi bicara atau bertemu dengan Els, wanita itu masih mengurung diri di kamar. Bahkan untuk makan malam yang biasa Els memasak, hari ini mbok Yati lah yang kembali menunjukkan keahlian memasaknya.
"Ayah, Cia mau minum" rengek Ciara, lalu Ravin menuangkan air putih kedalam gelas untuk Ciara.
Tap...tap...tap....
Tidak seperti biasanya, langkah kaki itu terdengar lebih menggema dan berhasil mengalihkan perhatian Ravin.
"Els..." lirih Ravin terpaku melihat penampilan sang istri, hasrat kelakian nya bangkit seketika bangkit hanya karena melihat Els mengenakan Mini dress tali spaghetti hitam yang super ketat, dimana bagian tubuh Els menonjol sempurna seolah mengundang Ravin untuk menikmati nya.
"Mas, airnya sudah penuh" ucap Els dengan suara lembut.
"Ups..." bahkan gelas itu sudah tidak bisa lagi menampung air yang Ravin tuang.
"Minumlah sayang" Ravin memberikan gelas itu pada Ciara, namun pandangan matanya kembali menatap Els.
"Apakah aku sangat cantik?" Els mengedipkan sebelah matanya, bibirnya merah menyala, dengan rambut sebahu, kini tidak ada lagi rambut panjang hingga pinggang nya.
"Ehem, ya kamu cantik" ucap Ravin gelagapan saat Els menatapnya.
"Terimakasih" Els mulai mengambilkan makanan untuk Ravin dan juga Ciara, lalu mengambilnya makanan untuk dirinya sendiri.
"Masakan mbok Yati enak sekali" pujinya. "Iyakan Mas?" tanya Els pada Ravin.
"Hah..." entah kenapa Ravin tiba-tiba seperti orang bodoh. "I...iya" jawab Ravin, jakun nya naik turun melihat Els menji lat bibirnya sendiri, ahh...melihat itu saja membuat Ravin panas dingin.
"Cia sayang, nanti tidur di temani mbok Yati ya" ucap Els.
"Kenapa Bunda? memang bunda mau kemana?"
"Bunda mau menemani ayah, sepertinya ayahmu kurang sehat. Lihatlah ayah keringatan" ucap Els membuat Ravin semakin salah tingkah.
"Baiklah, Cia tidur sama mbak Yati" ucap Ciara melihat keringat di sekitar pelipis sang ayah.
🍀🍀🍀
Ravin menunggu Els dengan gelisah di dalam kamar, ia penasaran apa yang di maksud Els menemani dirinya? dan lihatlah penampilan Els tadi apakah dia sengaja menggoda Ravin?
Ceklek...
__ADS_1
pintu kamar Ravin terbuka lebar, menampilkan Els yang mengenakan kimono satin berwarna merah menyala seperti bibirnya.
"Kau belum tidur Mas?" Els mendekati Ravin.
"Be...belum" Ravin merutuki kegugupan nya.
"Ah... bagaimana jika aku menemani mu tidur?" tangan Els sudah mulai simpul kimono, lalu berjalan perlahan sembari menanggalkan kimono itu.
"Kau tidak keberatan kan Mas?" kini hanya lingerie merah transparan yang menempel di tubuh Els, beserta segitiga yang menutupi lembah rahasianya.
Percayalah, Ravin sudah menegang melihat pemandangan indah dan halal di depan matanya, sesuatu yang lama tertidur kini meronta minta di bebaskan ingin berkenalan dengan lawan mainnya.
"Mas" Els meletakkan kepalanya di dada Ravin, ia bisa mendengar detak jantung Ravin yang tak beraturan.
"Kau tidak menginginkan ku Mas?" tangan Els membelai dada bidang Ravin dan bibirnya mengecup jakun Ravin yang naik turun.
"Kenapa hanya diam saja, apakah kau benar-benar tidak menginginkan ku?" Els sengaja menji lat leher Ravin.
Sedangkan Ravin tengah mencerna dan meyakinkan dirinya bahwa yang menggodanya ini benar-benar Els istrinya atau bukan? sebab sikap kini Els sangat berbeda dengan Els yang ia kenal kalem, lemah lembut dan pemalu.
Tapi lihatlah Els yang ini, ia sangat agresif, terang-terangan menggoda bahkan memberikan rangsangan pada Ravin yang masih terdiam.
"Mau bercinta?" Els melepaskan pangutan itu.
"Tentu saja harus" jawab Ravin kembali ******* bibir manis Els, kali ini ia menyesap dalam-dalam bibir Els atas bawah, matanya sudah berkabut gairah yang selama ini hanya mampu ia pendam, atau ia hanya duet dengan sabun cair dan tangannya di kamar mandi. Tapi malam ini Ravin akan benar-benar menuntaskan hasratnya dan fantasi liar ya bersama Els. Meskipun Ravin penasaran apa yang membuat Els nekat memulainya lebih dulu, tapi kini dirinya sangat menikmati kegiatan panas itu.
"Ini milikku Els" Ravin menatap gundukan daging indah yang ada di dada Els.
"Hem, nikmat lah" Els mengarahkan kepala Ravin mendarat di puncak pegunungan nya.
"Kau menyukainya Mas?" Els memejamkan matanya saat Ravin menyesap kuat puncak kemerahan miliknya itu.
"Sangat" dengan rakus Ravin menghisap kedua puncak Els secara bergantian. Tidak hanya itu, tangan Ravin bahkan sudah menyapa inti kelembutan Els membuat wanita itu mengeluh nikmat membusungkan dadanya dan mencengkeram kuat rambut Ravin.
"Aku sudah tidak tahan Els" lirih Ravin menyesap bibir basah Els.
"Lakukanlah" Els meraba dada bidang Ravin dari bawah.
Seolah mendapatkan jackpot, Ravin langsung memposisikan dirinya untuk menikmati pusat kelembutan dan kehangatan milik istrinya. Els mendesah saat pisang tanduk milik Ravin berhasil memasuki dirinya, Ravin pun menadahkan kepalanya ia sangat menikmati miliknya di jepit dengan kuat oleh Els.
__ADS_1
Malam panas itu berlangsung sangat lama, keduanya adalah manusia berpengalaman yang sudah lama tidak merasakan kenikmatan bercinta. Hasrat keduanya menggebu hingga mengulang beberapa kali, bahkan Els mengambil kepemimpinan permainan mereka satu ronde full, hal yang sama sekali tidak pernah ia lakukan ketika menjadi istri Arya dulu. Tanpa malu Els menunjukkan sisi liar nya pada Ravin, entah Ravin menyadari atau tidak jika hal itu pertama kalinya bagi Els, tapi Ravin terlihat sangat menikmati permainan sang istri.
🍀🍀🍀
Els baru saja selesai mandi, ia hanya mengenakan bathrobe. ini adalah hari senin, dimana para pekerja dan anak sekolah tidak boleh malas-malasan, bahkan seharusnya memulai hari dengan bangun lebih awal. Namun tidak dengan Ravin, suami Els itu masih berada di alam mimpi indahnya, tentu saja semua itu terjadi karena Ravin baru saja terlelap tiga jam yang lalu.
Pria itu benar-benar seperti kucing kelaparan ketika Els datang menyerahkan diri, seolah tidak ada hari esok Ravin terus-terusan menggempur Els hingga menjelang fajar.
"Mas" panggil Els dengan lembut, bahkan wanita itu mengecup bibir Ravin.
"Kau tidak bangun Mas?" jari lentik Els membelai wajah Ravin.
"Mas Ravin" bisik Els di telinga Ravin.
"Enghhhhh" lenguh Ravin membenarkan posisi tidur nya tanpa berniat bangun.
"Bila tidak bisa bangun, besok-besok tidak usah bercinta lagi" kesal Els karena Ravin tak kunjung bangun.
"Ini masih pagi Els" Ravin terpaksa bangun namun kedua matanya masih tertutup.
"Aku belum pernah bercinta di kamar mandi" bisik Els, lalu dengan sempurna Ravin membuka kedua matanya.
"Apakah kau..." Els mengedipkan sebelah matanya lalu berjalan ke arah kamar mandi. Bak kucing peliharaan, Ravin langsung mengekori Els yang sudah masuk ke dalam kamar mandi.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
TBC 🌺
Doain Lolos review yaaaaaa
happy reading 🤗
__ADS_1
Jangan lupa tidak jejak kalian mantemannnn