
Ravin benar-benar membawa Els menginap di hotel, suami Els itu benar-benar berusaha membuat Els bahagia, ia begitu menjaga perasaan Els agar tidak sedih meskipun kadang up and down mood swing Els berubah-ubah di luar kendali nya karena efek kehamilan Els. Tapi Ravin selalu berusaha sebaik mungkin untuk menjadi suami siaga dan peka, dan tentunya Ravin tidak ingin pernikahan keduanya ini gagal.
Ravin juga selalu memberikan perhatian kecil pada Els, selalu memeluk dan mencium Els saat akan pergi kerja atau pulang kerja, selalu menggenggam tangan Els atau memeluk pinggang saat berjalan beriringan, kadang juga merangkul pundak Els, selalu menyempatkan diri untuk pillow talk meskipun pekerjaan menggunung, Ravin rela menunda pekerjaan nya demi menemani Els yang akan tertidur, dan akan kembali bekerja saat istrinya benar-benar terlelap.
Semua keinginan Els pasti Ravin turuti, bahkan jika Ela bilang minta bulan mungkin Ravin bersedia mengambilnya menggunakan tangga hahaaa....bercanda yaaa, karena semua keinginan Els masih dalam batas wajar dan tidak di luar nalar, jadi dengan mudah Ravin mengabulkan nya.
"Sayang, bangun" ucap Ravin lembut, membangunkan Els yang masih terlelap dalam pelukannya.
"Sayang, kalau kamu tidak segera bangun maka jangan salahkan Mas, jika Mas kembali memakan mu" ancam Ravin membuat Els membuka matanya.
"Mas, jangan macam-macam ya, tadi malam aku udah kasih tiga kali lho, bonus sekali saat aku tidur" Els menatap tajam suami ya yang meringis karena ketahuan menggarap Els yang sedang tidur, Els yang saat itu ingin marah namun lama-kelamaan menikmati permainan Ravin, namun rasa kantuk lebih mendominasi sehingga membiarkan Ravin menuntaskan hasratnya tanpa adanya perlawanan dari Els.
"Maaf, sayang. Mas tidak tahan melihat tubuhmu yang aduhai ini, dan tiba-tiba saja Jacob bangun" ucap Ravin tanpa ada rasa sesal.
"Jacob?" beo Els.
"Jacob si gagah kuat perkasa besar dan panjang ini" Ravin meraih tangan Els untuk menyentuh Jacob yang sudah bangun.
"Astagaaaaaaa" jerit Els memegang benda besar tak bertulang itu.
"Kamu mesum banget sih Mas, ya ampunnnnn" kesal Els, ia yang tadinya ingin memberikan peringatan pada Ravin, kini malah berpikir yang iya iya setelah memegang Jacob milik suaminya.
"Main bentar yuk" ajak Ravin, tangannya mulai gentayangan di tubuh polos Els.
"Me... memangnya Mas tidak bekerja enghhh...." Els mati-matian menahan gejolak yang mulai tersulut akibat permainan jari Ravin di Boba yang ada di puncak bukit kembar Els.
"Hari ini Mas mau keluar kota sayang, kamu ikut ya" Ravin terus-terusan menyerang titik kelemahan Els yang membuat wanita itu tidak tahan untuk mendesah.
"Luar emmmhhh...kota ahh...?" Els benar-benar masuk dalam perangkap suaminya, terbukti kini ******* mulai lolos dari mulutnya.
__ADS_1
"Hemmmm....sekalian jalan-jalan, bulan madu dan bekerja" Ravin mulai mengungkung tubuh Els dan menggesek kepala Jacob di pintu gua milik Els.
"Masss....." Els menatap sayu pada Ravin, karena Ravin tidak segera masuk dalam permainan inti.
"Apa sayang? kamu ingin apa?" Ravin sengaja menggoda Els dengan tidak memasukkan Jacob dalam sarangnya.
"Ishh..." Els begitu kesal dengan Ravin, sehingga wanita itu bangkit dan mendorong kasar tubuh Ravin sampai terlentang.
"I'm on top" ucap Els mengambil alih pekerjaan yang sejak tadi Ravin tunda.
"Bukankah tadi kamu tidak menginginkan nya?" Ravin tersenyum penuh kemenangan menikmati permainan Els yang bergerak tidak beraturan di atas tubuh nya.
"Itu tadi, sekarang beda lagi" Els memacu tubuhnya mencari kenikmatan yang lebih, sedangkan Ravin tidak tinggal diam melihat kedua bukit Els terombang-ambing di depan matanya.
🍀🍀🍀
Mungkin terkesan jahat, tapi Els ingin melihat sejauh dan sebesar apa kasih sayang Sintia pada gadis kecil itu tanpa uang dari Ravin sebagai penunjang. Jika Sintia benar-benar sayang pada Ciara tanpa memandang harta Ravin, wanita itu pasti akan mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan Ciara. Lagi pula tidak banyak kebutuhan Ciara, semua uang sekolah sudah di lunasi Ravin, pakaian dan mainan bukanlah hal yang sangat di butuhkan oleh Ciara, sebab 75% baju dalam lemari Ciara itu baru, dan mainan, Ciara bahkan sudah bosan bermain di Playground yang Ravin sediakan dirumah.
Kebutuhan Ciara hanyalah makan minum, dan mungkin biaya rumah sakit jika anak itu sakit. Tapi melihat daya tahan tubuh Ciara yang sangat bagus, sangat kecil kemungkinan jika Ciara sakit, kecuali memang sengaja di buat sakit.
"Sayang, tidurlah" ucap Ravin merengkuh tubuh Els untuk bersandar di dada bidang nya.
"Hem, aku sangat lelah dan mengantuk" lirih Els dengan nada manja.
"Mas, tahu. Maaf ya Mas sudah membuatmu lelah dan kurang tidur" sesal Ravin terlalu memburu nafsunya.
"Sebenarnya aku ingin marah, tapi aku menikmati nya juga" ucap Els mulai memejamkan matanya.
"Lain kali mas akan lebih mengendalikan diri" janji Ravin mengelus lembut rambut Els.
__ADS_1
"Aku tidak percaya" sahut Els sangat tidak mungkin jika Ravin bisa mengendalikan diri, apalagi jika Jacob sudah berada dalam sarangnya, yang ada Ravin akan semakin menggila.
"Kamu sangat mengenal Mas rupanya" Ravin tersenyum mendengar Els tidak percaya jika dirinya bisa mengendalikan diri.
Cup.....
Pria itu mengecup puncak kepala Els yang membuat hati Els menghangat.
"Tidurlah, Mas tidak akan mengganggu mu" ucap Ravin. Jelan saja Ravin tidak akan mengganggu tidur Els, karena di dalam mobil bukan hanya ada mereka berdua, tapi juga ada pak Eko di kursi kemudi.
"Pelan-pelan saja Pak, saya tidak buru-buru" Ravin memperingatkan pak Eko untuk mengemudi pelan-pelan.
"Baik Tuan" sahut pak Eko.
Ravin membuka Ipad-nya, melihat data-data dari kantor cabang yang hendak ia kunjungi. Sebenarnya jadwal kunjungan Ravin adalah pekan depan, karena beberapa hari yang lalu Ravin mereschedule jadwal kunjungan nya, namun tiba-tiba saja Ravin memutuskan hari ini melakukan kunjungan untuk meninjau kinerja cabang secara real time sehingga cabang tidak memiliki persiapan untuk menyiapkan data-data sehingga kinerja cabang sesungguhnya akan terlihat.
Dan sepertinya ini bukanlah kunjungan, namun lebih tepat nya sidak. Ravin bekerja dan di gaji oleh perusahaan, Ravin harus bertanggung jawab dengan jabatan yang di sandang nya. ia harus memutuskan cabang mana yang memperoleh profit atau justru loss dan menentukan merombak cabang itu.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
TBC 🌺
__ADS_1