
Els mengembangkan senyumnya ketika pak Eko kembali mengemudikan mobil menuju Kabupaten Ciamis, masih ada sekitar tiga jam lagi untuk sampai ke kota tersebut (Menurut informasi dari Mbah Google ya) wanita hamil itu tampak antusias dan tidak merasa lelah sama sekali.
Ravin mengulum senyum melihat wajah sang istri yang tak hentinya menyunggingkan senyum manis, ada rasa bersalah sama hatinya karena tidak pernah mengajak sang istri quality time jalan-jalan, atau pergi berlibur. Yah Ravin adalah pria yang sangat pekerja keras, ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk memandang laptop ataupun iPad yang berisi data-data atau laporan dari tanggung jawab yang di embannya, sehingga anak dan istrinya sedikit terabaikan meskipun sebisa mungkin Ravin menyempatkan diri untuk bersama Els dan juga Ciara.
"Apakah kamu sangat senang dan menikmati perjalanan ini?" tanya Ravin membelai surai hitam milik istrinya yang hanya sepanjang bahu.
"Hem, terimakasih sudah mengajakku" sahut Els, namun matanya tetap melihat keluar jendela.
"Maaf, karena Mas tidak pernah mengajakmu pergi jalan-jalan" sesal Ravin.
"Bukan masalah Mas, aku paham jika Mas bekerja keras untuk ku dan anak-anak kita. Jika saja..." Els tidak menyelesaikan kalimatnya.
"Suatu saat kita pasti akan jalan-jalan bersama" Ravin menggenggam tangan Els dan mengecup punggung tangan itu.
"Maksudnya?" Els mengernyit tak paham.
"Mas, kamu, Cia dan adiknya Cia ini" tutur Ravin mengelus perut Els.
"I love you" ucap Els menatap lekat Ravin.
"Apa?" Ravin tak percaya jika Els mengatakan tiga kata yang membuatnya melayang, apalagi dalam keadaan sadar dan tanpa bujukan, bahkan tanpa ada angin, hujan badai. Tiba-tiba saja Els mengatakan kalimat keramat ya.
"Tidak ada" Els menenggelamkan wajahnya di dada bidang Ravin.
"Sayang katakan lagi" rengek Ravin.
"Tidak"
"Ayolah sayang, please..." bujuk Ravin.
"Tidak ada siaran ulang" sahut Els kekeh tidak ingin mengulang kalimat cintanya.
Cup...cup...cup....
Ravin menciumi puncak kepala Els dengan gemas karena tidak berhasil membuat wanita yang ada dalam dekapannya itu kembali mengatakan cinta padanya.
"I love you too my queen" bisik Ravin mengeratkan pelukannya.
🍀🍀🍀
Mobil yang di kemudikan pak Eko kembali berhenti di tepi jalan karena sang Nyonya menginginkan es kelapa muda yang kebetulan mereka lewati. Harap maklum saja jika selama perjalanan nanti banyak berhenti dan harus tertunda beberapa waktu, karena salah satu penumpang nya adalah wanita hamil yang banyak maunya, mengatas namakan sang jabang bayi yang tak tahu apa-apa.
"Minumlah" Ravin memberikan satu buah kelapa muda yang siap di nikmati sang istri.
"Terimakasih" senyum Els mengembang kala menerima buah kelapa muda itu.
__ADS_1
"Slurppppp.....ahhhh....segarnya" ucap Els yang baru saja menyedot air kelapa muda dingin itu.
"Mau bakso?" tawar Ravin, kebetulan di sebelah kedai es kelapa muda itu ada warung bakso.
"Tidak" Els menggelengkan kepalanya.
"Berapa lama lagi kisa sampai?" tanya Els.
"Kita akan sampai sebelum Maghrib" jawab Ravin, bukan tidak mungkinlah nanti Els meminta untuk berhenti lagi jika melihat pedagang makanan yang menarik perhatiannya.
"Lama juga ya Mas" ucap Els tanpa rasa bersalah, padahal dirinyalah yang membuat perjalanan itu semakin lama.
"Tapi malam ngobrolin apa saja sama Emir?" tanya Ravin kepo tentang pembicaraan sang istri dan adik iparnya.
"Tadi malam Emir cerita kalau dia dan bapak sedang di kota" jawab Els.
"Ke rumah siapa?"
"Kerumah siapa? ya gak kerumah siapa-siapa lah Mas, kan kami tidak punya saudara di kota" jelas Els.
"Jadi? apa Emir belanja?"
"Tidak, tidak mungkinlah Emir belanja sampai ke kota" sahut Els.
"Jadi hari ini mereka masih di kota?"
"Sepertinya sudah dalam perjalanannya pulang, tapi aku juga belum tahu" Els mengeluarkan ponselku untuk menghubungi sang adik, namun tidak ada jawaban dari Emir.
"Sepertinya Emir memang dalam perjalanan pulang" tebak Els karena Emir tidak menjawab panggilannya.
...
Sintia menatap kesal pada Ciara karena putrinya itu tidak mau bermain dengan Vania. Gadis kecil itu tidak akrab dengan adiknya meski sudah beberapa hari tinggal bersama, bahkan dengan Sintia juga tidak dekat, padahal kelas Ciara sendiri yang meminta untuk tinggal bersama dengan Maminya.
"Kau belum bisa juga mengambilnya hati putrimu?" tanya Tari yang duduk di sebelah nya.
"Ternyata tidak semudah yang aku bayangkan, Cia sangat keras kepala sama seperti ayahnya" jawab Sintia kesal.
"Mungkin putrimu tahu jika kami nya tidak tulus" cibir Tari.
"Gue tulus sayang dan ingin dekat sama anak gue" sahut Sintia semakin kesal mendengar cibiran sahabatnya.
"Nanti malam gue nitip anak-anaknya dong" ucap Sintia.
"Lo mau main?" tabaknya.
__ADS_1
"Iyalah, duit gue udah nipis banget ini"
"Bukannya Lo dapat dari Ravin?"
"Gak ada, Ravin gak ngasih apa-apaan sama gue. Gue rasa perempuan itu yang melarang Ravin ngasih duit buat gue" ucap Sintia.
"Haduh, kasian banget hidup Lo, udahlah laki gak dapet, duit nya juga gak dapet ck...ck...ck..." Tari sengaja mengejek Sintia.
"Itu karena gue belum beraksi" elak Sintia.
"Yakin Lo? tapi menurut gue sih, karena pesona Lo udah luntur"
"Lo kira gue kain meteran apa bisa luntur?"
"Yah kan gak jauh beda"
"Ckk...sialan Lo, pokonya gue gak mau tahu, Lo harus jagain dua tuyul itu nanti malem" putus Sintia.
"Ckk, ngerepotin gue ajah Lo"
"Ayolah Tar, kan gak setiap malam gue ngerepotin Lo"
"Memang malam ini Lo mau kencang sama siapa?"
"Om Rudi, si tua itu udah dari kemarin calling gue"
"Si tua yang mampu buat Lo gak berdaya, gitu maksudnya?"
"Pelanggan gue emang berkekuatan super semua" Sintia mengingat beberapa tamu langganan nya yang memang selalu berhasil membuat dirinya K'O di atas ranjang meskipun usia mereka tidak muda lagi.
"Lo gak ada keinginan buat terima anak-anak muda?"
"Anak muda itu duit ya sedikit, paling mereka juga masih minta ortu. Dan permainan mereka masih amatiran, gak menantang sama sekali. Apalagi bisa membuat gue puas, oh big no deh" jelas Sintia yang beberapa kali terima tamu yang masih muda, namun hanya dirinya yang bekerja. Beda jika Sintia kencang dengan pria paruh baya yang bisa memuaskan dirinya, meskipun ia di bayar tapi Sintia juga di puaskan oleh teman kencannya.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
TBC 🌺
__ADS_1