My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Niat Lisa


__ADS_3

Di sebuah perumahan sederhana, kini hanya dihuni sepasang suami-istri beserta putri kecilnya, ibu dan adik perempuannya. Sedangkan Kakak dan kakak iparnya memilih keluar dari rumah tersebut. Arya, mantan suami Els itu kini menanggung semua keperluan rumah sederhana itu, baik listrik, bahan pangan, dan semuanya. Aryo sang kakak sudah beberapa bulan yang lalu memilih keluar dari rumah ibunya, karena Dini istrinya terus bertengkar dengan Cindy, istri barunya Arya. Karena tidak tahan terus-terusan cecok dengan istri adik iparnya, Dini memilih kembali kerumah orang tuanya, dan Aryo hanya menurut saja, lagi pula dalam rumah tangga Aryo, Dini lah yang lebih mendominasi.


"Mas, uang jajan sama uang semester aku kok belum di kasih?" tanya Lisa, satu-satunya adik Arya. Kini keluarga itu tengah menikmati makan malamnya.


"Gak ada ya, mulai semester ini kamu bayar sendiri uang kuliah kamu. Jangan minta lagi sama mas Arya, kebutuhan mas Arya semakin banyak dengan adanya Kinara" sahut Cindy terus terang.


"Gak bisa gitu dong Mbak, aku kan belum kerja. Dapat uang dari mana aku?" ketus Lisa.


"Ya Lis, nanti mas usahakan" ucap Arya menenangkan Lisa.


"Gak bisa gitu dong Mas, pokoknya aku gak mau tahu Mas gak boleh kasi uang lagi sama Lisa. Keperluan kita itu sudah banyak, belum lagi Mas harus membiayai semua keperluan rumah ini" Cindy tidak mau lagi jika gaji Arya harus di bagi-bagi dengan Lisa juga mertuanya.


"Cin, tolong pengertiannya. Lisa itu adikku, dan masih menjadi tanggung jawabku sebagai gantinya almarhum Bapak" Arya memberikan pengertian pada Cindy.


"Lisa juga adiknya mas Aryo, kenapa cuma mas Arya yang biayain kuliah Lisa? sedangkan mas Aryo tidak?" Cindy menatap tajam Arya, memang apa yang di katakan Cindy benar adanya, sebab Aryo lepas tangan bahkan sejak Lisa masih di bangku SMA.


"Gak bisa jawabkan?" Cindy menatap semua orang yang ada di meja makan.


"Jangan berani-berani kasih uang sama Lisa di belakang ku Mas" ancam Cindy lalu menggendong putrinya meninggalkan meja makan.


"Hufff" Arya menghela nafas berat, kehidupannya penuh dengan tekanan, tidak di tempat kerja, tidak dirumah. Semuanya membuat kepala pria 31 tahun itu seakan meledak.


"Mas, gimana ini?" rengek Lisa, sudah waktunya untuk membayar uang semester.


"Memang kamu tidak punya tabungan?" lirih Arya, sebab Cindy sangat tahu seberapa gaji Arya, akan sangat sulit bagi Arya memberikan uang pada Lisa, kecuali jika dirinya mendapatkan bonus, itupun tidak pasti.


"Mas bercanda? tabungan dari mana? sedangkan mas Arya saja memberiku uangan sangat pas-pasan" gerutu Lisa, bahkan dirinya harus menahan diri untuk tidak jajan di Kafe atau jalan-jalan bersama teman-temannya, sangat berbeda saat Arya masih beristrikan Els dulu, uang jajan Lisa berlimpah ruah bahkan bisa ikut liburan sekolah.


"Coba kamu minta sama mas Aryo, karena mas benar-benar tidak bisa mengusahakannya, semua penghasilan Mas di ketahui oleh Cindy" tutur Arya.

__ADS_1


"Ckk, Mak lampir itu benar-benar menyusahkan" umpat Lisa pada Kakak iparnya.


"Lis, Cindy istrinya Mas mu ini" ucap Arya memperingatkan Lisa.


"Bodo amat" acuh Lisa meneruskan makanya.


"Lisa, kamu harus berhemat" ucap ibu Nunik yang dari tadi hanya diam.


"Ibu yang paling luar bisa, karena bisa membawa ular itu masuk di keluarga kita untuk menggantikan kucing penurut" cibir Lisa.


"Lisa, bicara yang sopan pada ibu" seru Arya.


"Aku bicara fakta Mas, dimana letak tidak sopan nya?" Lisa tidak mau di salahkan.


"Kalian berdua mengorbankan mbak Els demi ular itu, dan sekarang aku juga akan Kelian korbankan demi dia?"


"Maaf" cicit Arya melihat tubuh Lisa gemetar dan matanya berkaca-kaca.


"Simpan maaf mu itu Mas, karena aku tahu jika kata maaf mu hanyalah omong kosong" ucap Lisa berlari ke kamarnya.


Lisa kehilangan sosok ayah di saat usianya belum genap sepuluh tahun, namun keberadaan Aryo dan Arya mampu mengisi kekosongan hatinya yang membutuhkan figur seorang Ayah. Aryo dan Arya sangat memanjakan gadis itu, melimpahinya dengan kasih sayang.


Namun kehidupan tetaplah kehidupan, akan terus ada perubahan dan perubahan itu terjadi saat Aryo menikahi Dini. Perhatian dan kasih sayang Aryo pada Lisa mulai berkurang, apalagi sejak kehadiran Alisa, putri Aryo. Bahkan sejak ada Alisa, Aryo tidak pernah lagi memberikan perhatian apalagi uang untuk kebutuhan sekolah Lisa. Otomatis semua tanggung jawab Lisa beralih ke pundak Arya, meskipun Arya saat itu sudah menikah dengan Els, beruntungnya istri Arya itu mengerti dan memahami posisi suaminya sehingga tidak mempermasalahkan jika gaji Arya harus di bagi dengan ibunya juga Lisa, bahkan Els hanya kebagian sisanya saja.


Dan semua itu sudah berlalu, istri Arya bukan lagi Els, melainkan Cindy, wanita yang sangat perhitungan. Entah bagaimana nasib Lisa kedepankan, setelah Cindy mewanti-wanti Arya agar tidak memberikan uang pada Lisa.


"Gue benci sama ibu, gue benci sama mas Arya dan mas Aryo. Gue benci terlahir di keluarga ini" ucap Lisa mengungkapkan kekesalannya.


Jika saja ibunya tidak ikut campur dalam rumah tangga Arya dan Els, mungkin dirinya tidak akan merasakan kesusahan ekonomi seperti ini. Lisa marah karena ibunya membuang Els demi wanita seperti Cindy, bahkan setelah kedatangan Cindy kehidupan ibunya juga semakin susah, namun masih saja Cindy di bela.

__ADS_1


"Gimana nasib gue kedepannya?" Lisa mondar-mandir dalam kamarnya.


"Gue gak bisa kerja, dan gue juga gak mau kerja, apalagi kerjaan berat dengan gaji murah" ucapnya.


"Apa gue jadi LC aja ya?"


"Tapi gimana sama kuliah gue? apalagi kalau sampai anak-anak kampus tahu" Lisa menggelengkan kepalanya.


"Atau, open BO?" Lisa kembali menggelengkan kepalanya.


"Gue gak semurah itu, masa iya open BO, lagian gue masih perawan" Lisa bicara sendiri seperti orang gila.


"Sugar baby?" seulas senyum terbit di bibirnya.


"Ini nih yang paling tepat, makanya sembunyi-sembunyi tapi dapet uangnya banyak, lagian jaman sekarang banyak Om-Om yang suka dengan daun muda segar kayak gue" Lisa memutar tubuh langsing nya didepan cermin.


"Gue harus cari pria kaya raya, gue gak perduli sekalipun dia suami orang" gumam Lisa menatap dirinya didepan cermin, gadis 20 tahun itu memantapkan diri ya untuk menjadi sugar baby, dengan kata lain menjadi wanita simpanan pria kaya yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya, dan akan menyokong gaya hidup Lisa yang akan Lisa tukar dengan kemolekan tubuhnya untuk dinikmati pria hidung belang itu. Bahkan Lisa berencana akan keluar dari rumah ibunya jika ia benar-benar mendapatkan pria kaya yang akan menjadikan dirinya baby sugar.


🍀


🍀


🍀


🍀


🍀


TBC 🌺

__ADS_1


__ADS_2