My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Sang Masa Lalu


__ADS_3

Els masih terpaku melihat seseorang dari masa lalunya, ia tidak pernah menyangka akan kembali bertemu dengan mantan suaminya di tempat ini. Ya pria yang menolong Els adalah Arya mantan suami Els, mengingat Els saat ini berada di kota yang sama dengan Arya, memang tidak menutup kemungkinan jika dirinya bisa bertemu Arya, tapi di perusahaan suaminya? Els tidak pernah membayangkan hal itu sebelumnya.


"Terimakasih" lirih Els setelah sebelumnya kata-kata itu tidak bisa ia selesaikan.


"Kamu tidak apa-apa?" Arya membantu Els berdiri dengan benar dan melepaskan tanyanya yang berada di pinggang dan lengan Els.


"Ya, aku baik-baik saja" Els menundukkan kepalanya.


"Sayang" ucap seseorang yang tak lain adalah Ravin dari arah belakang.


Arya melihat ke arah Ravin dan menundukkan kepalanya, ia tak menyangka jika Boss nya adalah suami dari mantan istrinya. Wanita yang membuat iri dan di bicarakan olah rekan-rekan wanitanya karena keberuntungannya menjadi istri seorang Ravindra Pradipta adalah mantan istrinya sendiri.


"Ada apa? Kenapa kamu disini Hem?" tanya Ravin lembut dan penuh perhatian, membuat beberapa karyawan wanita yang mendengar nya merasa semakin iri.


"Aku...tadi...."


"Bunda" seru Ciara baru keluar dari dalam toilet.


"Sayang, kamu tidak apa-apa? Bunda kan sudah bilang agar Cia tidak perlu berlari-lari" Els menelisik tubuh mungil Ciara, bahkan memutar tubuh itu untuk memastikan tidak terjadi sesuatu pada Ciara.


"Cia baik-baik saja Bunda"


Cup...


Ciara mengecup perut bulat Els dan memeluknya, Arya yang menyaksikan semua itu hanya bisa terdiam dengan perasaan yang sulit di gambarkan lalu memilih pergi tanpa mengatakan apapun.


"Ayo sayang, kita makan" ajak Ravin merangkul pundak Els kembali kemeja dimana Ravin meninggalkan Els dan Ciara tadi.


Mereka makan dengan diam, Ciara tidak banyak bicara seperti biasanya karena telah mendapat es krim sesuai kemauan nya setelah selesai makan. Els lebih banyak melamun dan tidak begitu menikmati makan siangnya dan Ravin menyadari hal itu, jangan di ragukan lagi kepekaan suami Els itu, pria itu benar-benar idaman semua wanita yang begitu peka dan perduli dengan pasangan.


"Sayang lelah?" tanya Ravin mengusap punggung tangan Els, istrinya itu hanya tersentuh lalu menggeleng.


"Jadi kenapa dari tadi diam saja?"


"Tidak apa-apa, Mas masih lama di kantor?"


"Mas masih harus meeting sekali lagi dengan divisi marketing, kamu mau pulang duluan?"

__ADS_1


"Apakah itu lama?"


"Sehari tidak, kenapa?"


"Aku akan menunggu Mas saja kalau begitu"


"Jika ingin pulang, pak Eko bisa mengantar sayang"


"Dan membiarkan Mas di goda dengan para karyawan wanita disini?" Els melirik tak suka dengan beberapa karyawan wanita yang mencuri pandang pada Ravin sejak ia menginjakkan kaki di dalam gedung ini.


"Kamu cemburu?" Ravin tersenyum mendengar perkataan Els.


"Sepertinya ada yang begitu senang tebar pesona dengan senyumnya" sindir Els, sebab Ravin akan terlihat semakin tampan jika tersenyum.


Mendengar sindiran Els malah membuat Ravin semakin tertawa, baru pertama kalinya melihat Els cemburu, dan Ravin merasa jika istrinya sangat lucu.


"Mas" seru Els tidak suka.


"Maaf, maaf mas sangat senang melihatmu cemburu, itu artinya kamu sangat mencintai Mas" pria itu mencoba menghentikan tawanya.


"Cia sudah selesai? Minum air putih sayang" kata Els melihat gelas es krim Cia sudah kosong.


🍀🍀🍀


Arya kembali ke cubicle nya dengan perasaan tak menentu, Arya bahagia melihat Els menjalani hidupnya bersama dengan pria yang tepat dan tentu lebih baik darinya, ia juga yakin jika Els hidup dengan bahagia bersama dengan suaminya sekarang.


Sedangkan Arya? Bukan dirinya yang bahagia berumah tangga dengan Cindy, apa lagi kini ia memilih Kinara. Tapi entah kenapa di dalam hatinya Arya merasa kosong dan hampa.


"Ar.... Ar.... Arya...Ar..." seru Rudi mendatangi cubicle Arya.


"Apaan sih Rud, Lo teriak-teriak gak jelas" Arya menghidupkan komputer nya.


"Lo tau gue tadi liat siapa?" tanya Rudi dengan heboh.


"Siapa? Mantan Lo?"


"Yups bener banget, mantan. Tapi bukan mantan gue" ucap Rudi membuat Arya menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


"Mantan Lo, lebih tepatnya mantan bini Lo" jelas Rudi membuat Arya kembali mengingat Els.


"Lo bakal kaget kalau gue bilang Els sekarang menjadi..."


"Istri Tuan Ravin, ya gue udah tahu" sela Arya.


"Jadi Lo udah tahu? Kapan? Kok Lo gak ngomong sama gue?" Rudi memberondong Arya dengan pertanyaan unfaedah.


"Buat apa gue ngomong sama Lo? lagian gue tahunya tadi abis keluar dari toilet kantin" jujur Arya.


"Gimana perasaan Lo ketemu sama Els? Jantung Lo masih berdebar-debar?"


"Gak jelas Lo" Arya tidak suka dengan pertanyaan Rudi.


"Hahaaa Lo harus benar-benar move on Ar, karena Els sudah menjadi istrinya Big Boss. Jangan sampai Lo di pecat gara-gara masih ada rasa yang belum usai"


"Hubungan gue sama Els udah lama berakhir"


"Ya tapi perasaan Lo belum berakhir kan?" Arya diam tak mengelak.


Bukan Arya tidak belajar mencintai Cindy, namun pribadi Cindy yang jauh berbeda dengan Els dan juga meleset jauh dari harapan Arya. Membuat Arya kesulitan mencintai wanita yang sudah menjadi istrinya tersebut. Jika di tanya bagaimana kehidupan pernikahan Arya? Maka jawabannya adalah flat, datar. Arya menjalani hari-hari nya dengan biasa, tanpa rasa yang spesial, kehangatan ataukah kebahagiaan, untung saja ada Kinara yang membuatnya semangat dan pengingat jika dirinya adalah seorang ayah dan suami, meskipun jarang sekali Arya merasa memilih seorang istri, ketua saat adegan ranjang saja.


"Dia terlihat lebih bahagia" lirih Arya.


"Lo nyesel karena sudah melepaskan wanita sebaik Els?"


"Ya, tapi gue akan lebih menyesal jika tidak melepaskan nya. Dia berhak mendapatkan kebahagiaan yang gak bisa gue berikan" Arya sangat ingat jika Els dulu sangat tertekan menjadi istrinya, tidak perduli seberapa perhatian Arya pada Els, namun tetap saja tidak membuat wanita itu nyaman hidup bersamanya. Dan alasan dari semua itu adalah ibunya, hal itu membuat Arya tak berdaya atau lebih tepatnya menjadikan Arya seperti seorang pengecut.


Arya tersenyum getir mengingat sikap pecundangi nya dulu, jika saja dulu bisa tegas pada ibunya saat sang ibu memperlakukan Els dengan semena-mena, mungkin sekarang wanita cantik itu masih menjadi istri Arya, dan ia bisa menjalani kehidupan rumah tangga dengan kehangatan serta bahagia. Sekarang Arya hanya berharap bisa mempertahankan rumah tangganya bersama Cindy meskipun hari-hari nya terkesan membosankan, tapi pernikahan bukalah sebuah permainan yang akan kita akhiri jika rasa bosan mulai mendera, pernihkan tetap harus di jalani dan di pertahankan sekalipun sudah tidak ada rasa cinta, tapi jika mulai menyakiti satu sama lain, mungkin mengakhiri pernikahan itu adalah sesuatu yang baik agar tidak lagi saling menyakiti.


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2