My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Peringatan Untuk Sintia


__ADS_3

Di sebuah hotel bintang lima, seorang pria yang memiliki postur tubuh atletis keluar dari dalam lift berjalan menuju lorong hotel menuju sebuah kamar yang ia pesan. Pria berusia 30 tahun itu memastikan jika kamar yang ia pesan sesuai dengan orang yang telah membayarnya, karena bekerja atas suruhan seseorang.


Tidak lama setelah pria itu masuk kedalam kamar, seorang wanita berpakaian seksi baru saja keluar dari dalam lift menuju sebuah kamar sesuai dengan tempat janjiannya. Wanita itu adalah seorang wanita bayaran yang siap menghangatkan ranjang tamunya, jika ada yang bertanya siapa wanita itu? Dia adalah Sintia yang tengah mengerjakan profesinya, sebagai seorang pe es ka.


"Aku sudah di lokasi" ucap seorang pria pada seseorang di ujung telepon sana.


"Apakah dia sudah datang?" tanya seorang wanita itu padanya.


"Sebentar lagi pasti datang, kau dimana?"


"Aku sudah sampai lobby, dan akan segera naik"


Tok...tok...tok...


Suara pintu di ketuk seseorang.


"Baiklah, sepertinya dia sudah datang. Jangan lupa kamarnya nomer 1021" ucapnya memutuskan sambungan telepon itu, lalu berjalan membuka pintu.


Klekk....


Suara knop pintu terbuka, wanita seksi itu tersenyum manis pada klien nya yang ternyata memiliki wajah tampan tubuh lelah dang sangat menggoda baginya.


"Ternyata kau sangat gagah dan tampan" puji Sintia tanpa malu dengan nada sensual.


"Semua wanita mengatakan hal itu jika bertemu denganku" ucap pria itu datar, baginya sudah biasa di puji oleh wanita, apalagi wanita yang memang menjajakan tubuhnya.


"Aku tidak sabar melihat seberapa panasnya permainan mu di atas ranjang" Sintia mendorong masuk tubuh gagah itu dan menutupi pintu dengan kakinya.


Brakkkkkkkkkk.....


Pintu itu di tendang oleh Sintia.


"Kau sangat tidak sabar, apakah sudah lama tidak ada pria yang membelai dan menyentuh mu?" tanya pria itu menahan tubuh Sintia yang hendak mengungkung nya.


"Apakah itu penting? Bukankah kau akan senang jika lawan mainmu agresif seperti ini?"


Cup....


Sintia mengecup rahang pria itu.


"Tidak, aku ingin kau mandi terlebih dahulu. Karena aku lebih suka aroma tubuh wanita yang segar dari pada aroma parfum seperti yang kau gunakan. Aku juga lebih suka wajah polos tanpa makeup dan polesan apapun, jadi bersihkan dirimu terlebih dulu" tolak pria itu pada Sintia, tentu saja ia harus menolak, karena tujuannya bukanlah memakai jasa Sintia untuk memuaskan hasratnya. Jika ia membiarkan Sintia membangkitkan gairah nya, ia akan sangat kesulitan mengendalikan diri nantinya.


"Ahhh begitu, kau memang berbeda tapi aku suka" Sintia mengedipkan sebelah matanya dan mengerucutkan bibirnya seperti sebuah ciuman yang sangat menggoda.

__ADS_1


"Kau tidak ingin mandi denganku?" tanya Sintia mulai melucuti pakaiannya.


"Tidak, disini aku yang membayar dan aku pula yang harusnya kau service dan kau puaskan" tegasnya mengingatkan profesi Sintia.


"Baiklah, aku akan membersihkan diri dan memberikan service terbaik untuk mu hingga kau puas dan tidak akan bisa melupakannya" kata Sintia.


"Hemm, aku menunggu untuk itu" ucap pria itu memilih mendudukkan diri di tepi ranjang, sedangkan Sintia dengan perasaan sedikit kesal ia masuk ke kamar mandi membersihkan diri dan menghapus semua makeup nya.


🍀🍀🍀


Beberapaenit setelah Sintia masuk kamar mandi, seseorang kembali mengetuk pintu kamar hotel itu, dapat di pastikan jika itu adalah wanita yang membayar sang pria untuk memanggil Sintia datang ke hotel.


Klekkk....


Daun pintu itu terbuka dan menampilkan seorang wanita dengan pakaian sederhana berambut pendek sebahu.


"Dimana wanita itu?" tanyanya matanya menyapu ke dalam kamar.


"Dia ada di kamar mandi, karena aku menyuruhnya mandi" kata pria itu, membuat wanita yang ada di hadapannya mengerutkan keningnya.


"Dia langsung menyerang ku dengan liar nya, jadi aku menyuruhnya mandi agar dia berhenti" jelasnya melihat kebingungan di wajah wanita itu.


"Dia memang wanita liar" ucap wanita itu masuk kesalahan kamar.


"Kau yakin menyuruhku pergi?"


"Hemmm"


"Bagaimana jika kau membuat bantuan ku?"


"Tidak"


"Dia wanita yang kasar"


"Aku tahu"


"Bagaimana kalau..."


"Derren aku bisa sendiri" tegasnya.


"Baiklah, aku pergi" putus pria bernama Derren itu keluar dari kamar.


"Berhati-hatilah Els" pesannya sebelum menutup pintu. Ya wanita tadi adalah Els yang ingin memberikan pelajaran pada Sintia karena telah berani merencanakan hal buruk padanya. Tentu Els tidak akan diam ketika seseorang berniat melenyapkan calon buah hati yang baru beberapa bulan dalam rahim Els. Sintia sungguh salah jika menargetkan Els sebagai lawannya, wanita hamil itu bukanlah wanita yang lugu, polos, dan pendiam seperti beberapa tahun lalu. Els yang sekarang berbeda dengan Els yang dulu, Els yang sekarang tidak akan membiarkan orang lain menindasnya atau meremehkan nya, karena wanita yang lembut seperti ibu peri itu akan berubah menjadi ratu iblis jika seseorang mengusik hidupnya.

__ADS_1


Derren tidak pergi begitu saja dari kamar itu, ia memilih berdiri diluar kamar, pria itu takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Els. Derren bertemu dengan Els di sebuah Night Club, malam itu Derren tengah bekerja menjadi seorang bartender dan Els tiba-tiba datang menghampiri nya menawarkan sebuah pekerjaan dengan bayaran setara satu bulan gaji nya, tentu saja Derren tidak menolak tawaran itu, sebab uang bayaran dari Els dia gunakan untuk biaya berobat ibunya.


"Aku tidak ingin ikut campur urusanmu, tapi aku hanya ingin memastikan jika dirimu baik-baik saja. Karena berkatmu, ibuku bisa berobat" gumam Derren mengingat Els.


🍀🍀🍀


Sintia keluar dari kamar mandi dengan tubuh segar hanya terlilit handuk super mini, namun ia bingung karena lampu kamar dimatikan, hanya ada bias cahaya dari lampu balkon yang tertutup gorden tebal.


"Apakah ini salah satu hal yang kau sukai juga?" ucap Sintia mendekati ranjang dengan hati-hati.


"Derren cepatlah kemari, aku sudah siap memberikan service terbaikku untuk mu malam ini" Sintia membuka handuk yang menutupi tubuhnya, membuat Els yang duduk di sofa sudut ruangan berdecih.


"Dasar wanita murahan" cibir Els membuat Sintia tersentak.


"Siapa itu? Kau siapa? Dimana?" Sintia yang tadinya sudah naik ke atas ranjang kembali turun mencoba mencari sklar lampu.


Akkkhhhhhh......


Teriak Sintia saat Els menjambak rambutnya dengan kuat dan menghempaskan tubuh polos Sintia berada di bawah kakinya.


"Bukankah aku sudah memperingatkan mu untuk tidak mengusik hidup ku" bisik Els dengan nada rendah.


"E.... Els" lirih Sintia.


"Lepaskan aku wanita sialan, dasar wanita murahan, ja**Ng" umpat Sintia pada Els tanpa sadar diri.


"Apa kau sedang mengumpat dirimu sendiri Pela**r?" ucap Els penuh penekanan dan semakin kuat menarik rambut Sintia.


"Akkkkhhhhh.... brengsek, sakit lepaskan aku" jerit Sintia merasakan sakit, perih panas seolah kulit kepalanya akan terlepas.


"Aku tidak akan semudah itu melepaskan mu" ucap Els dengan nada penuh kebencian dan menarik rambut Sintia dan mau tak mau wanita itu mengikuti kemana langkah kaki Els.


🍀


🍀


🍀


🍀


🍀


TBC 🌺

__ADS_1


__ADS_2