My Universe (Elsava)

My Universe (Elsava)
Pernyataan Cinta


__ADS_3

Pagi ini setelah mengantarkan Ciara ke sekolah, Ravin langsung kembali kerumah untuk mengajak Els memeriksakan kandungannya. Sebenarnya bisa saja Els ikut sekalian mengantarkan Ciara ke sekolah, namun gadis kecil itu tidak mau pergi bersama dengan Els, hingga akhirnya salah satu pelayan menemani Ciara ke sekolah. Ravin tidak ingin kecolongan lagi dengan Sintia, ia juga sudah memberikan peringatan keras pada pihak sekolah untuk tidak mengizinkan siapapun membawa Ciara keluar dari area sekolahan kecuali dirinya, Els, atau pendamping yang kini sudah berada di area sekolah. Pihak sekolah juga meminta maaf pada Ravin dan Els, karena telah lalai membiarkan anak didiknya di bawa oleh orang asing sekalipun itu ibu kandung Ciara, namun sejak Ciara menjadi salah satu siswi di sekolah itu, Ravin tidak pernah mengatakan apapun tentang Sintia, juga Sintia tidak pernah hadir di acara sekolah untuk mendampingi Ciara. Datang ya Sintia ke sekolah tentu saja di anggap orang asing, tidak perduli apapun alasannya.


"Kamu sudah siap sayang?" Ravin melihat Els yang sudah rapih duduk di ruang tamu.


"Aku tidak ingin Mas menunggu ku" jawab Els disertai senyum manis.


"Ayo kita berangkat" Ravin menuntun Els pelan-pelan.


"Mas, aku hamil. Bukan sakit parah dan sedang sekarat" kesal Els.


"Sayang, jangan bicara seperti itu. Aku hanya menjagamu dan anak kita agak terhindar dari sesuatu yang tidak-tidak, Aku mencintaimu dan aku akan berusaha sebaik mungkin untuk menjaga dan membahagiakan dirimu" ucap Ravin membuat Els berkaca-kaca.


"Kamu mencintaiku Mas?" tanya Els tidak percaya.


"Tentu saja aku mencintaimu, aku sadar memiliki rasa untuk mu bahkan sebelum kita menikah. Hanya saja aku saat itu belum yakin, dan setelah kita menikah aku semakin yakin jika aku mencintaimu, bukan hanya karena kamu bisa meluluhkan hati Ciara. Namun sikapmu juga mampu meluluhkan hati ayahnya Ciara yang sudah lama kosong" jelas Ravin mulai mengemudikan mobilnya.


"Sayang, suamimu ini sedang menyatakan cintanya kenapa kamu malah menangis?" heran Ravin melihat air mata membasahi pipi mulus istrinya.


"Aku bahagia Mas, dan ini adalah air mata bahagia. Terimakasih sudah menerima dan mencintaiku yang tak sempurna ini" ucap Els tulus.


"Ada aku yang akan melengkapi hidupmu agar sempurna" Ravin menggenggam tangan Els dan mengecup penuh cinta punggung tangan istrinya itu.


🍀🍀🍀


Setelah sampai di rumah sakit, Ravin dan Els langsung menuju ke ruang dokter kandungan meski harus ikut mengantri beberapa saat.


"Selamat pagi" sambut dokter wanita yang bernama Santi.


"Pagi Dok" jawab Els dan Ravin.


"Ini kehamilan yang ke berapa? ada riwayat keguguran sebelumnya?" tanya dokter Santi.


"Kedua Dok, dan saya pernah keguguran di kehamilan pertama saya " jawab Els.


"Sudah berapa lama jarak kehamilan pertama dan kedua ini?"


"Kehamilan pertama saya kurang lebih dua tahun yang lalu, dan keguguran di usia kandungan lima minggu" jelas Els.


"Ohh sudah lama, tidak apa Bu, belum rezeki nya. Alhamdulillah Allah memberikan rezeki lagi pada ibu dan bapak" ucap dokter Santi.


"Mau USG?" tanyanya langsung di angguki oleh pasangan suami-istri itu. Lalu seorang suster mempersilahkan Els untuk terbaring di atas bed pasien dan menyingkapkan bajul Els memberikan gel pada perut bawah Els untuk di lakukan USG.


"Usia kandungan nya sudah masuk 6 weeks lebih tiga hari ya, kondisi janin nya sehat, ukurannya juga normal" jelas dokter Santi.

__ADS_1


"Ada yang ingin di tanyakan?" dokter Santi masih fokus menatap monitor dan tangannya menggerakkan alat yang ada di perut Els.


"Jenis kelaminnya Dok" ucap Ravin penasaran, dia lupa jika di usia kandungan Els yang belum genap dua bulan ini tentu belum terlihat jenis kelamin anaknya.


"Untuk jenis kelaminnya belum terlihat ya Pak, insyaallah kita bisa melihatnya saat usia kandungan ibu Els menginjak 16 weeks" ucap dokter Santi tersenyum.


"Ada keluhan Bu?" tanya dokter Santi setelah selesai memalukan USG.


"Hanya mudah lelah saja beberapa hari belakangan ini Dok" jawab Els.


"Nafsu makan tidak ada masalahkan?"


"Tidak Dok, hanya sekarang jadi pemilih dan kadang malah makan makanan yang dulu sangat tidak saya sukai"


"Tidak apa-apa itu wajar, mungkin salah satu ngidam Ibu"


"Ada mual muntah atau sensitif terhadap bau?"


"Tidak ada Dok, tapi lebih sensitif terhadap kata-kata" jujur Els.


"Iya, hormon ibu hamil memang berubah-ubah. Bapak harus ekstra sabar jika tiba-tiba ibu Els, menangis atau marah-marah, lalu berubah menjadi manja" pesan dokter Santi pada Ravin.


"Baik dokter" jawab Ravin.


"Karena ibu Els ada riwayat ke guguran, saya memberikan beberapa vitamin dan obat penguat kandungan, tolong hindari stres ya Bu, karena hal itu akan sangat berpengaruh pada janin" tutur dokter paruh baya itu.


"Boleh makan apa saja kan Dok?" tanya Els.


"Semua boleh ibu makan, asalkan tidak berlebihan, dan basi, asal jangan makan hati" gurau dokter Santi.


🍀🍀🍀


"Sayang mau makan apa?" tanya Ravin, kini mereka dalam perjalanan pulang.


"Mas tidak ke kantor?"


"Nanti setelah makan siang, mas udah izin setengah hari pada pak Taufik"


"Aku ingin makan soto Kudus, tapi ini baru jam sembilan" ucap Els. Sebab restoran langganan mereka baru akan buka pukul sebelas siang.


"Yang lainya saja" bujuk Ravin.


"Rujak"

__ADS_1


"Ini masih terlalu pagi sayang"


"Kerak telor"


"Dimana carinya?"


"Kita pulang saja Mas" kesal Els, tadi Ravin sendiri yang semangat menawari makanan, sekarang malah dirinya kebingungan dengan permintaan sang istri.


"Sayang, kamu marah?"


"Tidak"


"Tidak tapi cemberut gitu" dasar Ravin saja tidak peka.


"Hiks...hiks..."


"Sayang, kenapa menangis?" Ravin menghentikan mobilnya.


"Mas bilang aku jelek" ucap Els membuat Ravin tercengang, kapan Ravin mengatakan jika Els jelek?.


"Sayang, Mas tidak pernah mengatakan kamu jelek, lagi pula kapan Mas mengatakan kalau kamu jelek?" bingung Ravin.


"Huaaaaaaaa...Mas baru saja mengatakan aku jelek dua kali" Els menangis semakin keras, melebihi Ciara.


"Sayang, kapan mas mengatakan kamu je..."


"Tuh kan...tuh kan....bahkan Mas mau mengulang kata-kata jika aku jelek" sela Els membuat Ravin membulat kedua matanya.


"Ini sih namanya menjebak, astaga Els. Jika tidak mengingat kamu sedang hamil aku pasti sudah....ah, tapi sikapmu yang seperti ini membuatku tambah cinta" gumam Ravin dalam hati, ia tersenyum melihat tingkah Els.


"Kenapa senyum-senyum?" Els mengelap air mata dan ingusnya dengan tissue.


"Mas semakin yakin jika mas mencintaimu, istri Mas sangat cantik meskipun sedang menangis" ucap Ravin.


"Benarkah?" tangisan Els langsung berhenti, entah itu tangisan sungguhan atau hanya air mata buaya, tapi Ravin tidak perduli soal itu. Ravin sudah memutuskan untuk menerima Els dan mencintai istrinya itu dengan segenap jiwa raga.


🍀


🍀


🍀


🍀

__ADS_1


🍀


TBC 🌺


__ADS_2