
Disebuah kamar hotel, dua manusia beda usia tengah menikmati perbuatan nistanya. Mereka merengkuh kenikmatan tanpa perduli benar atau salah, usia tua bukan berarti mengerti akan jalan hidup yang baik dan benar, namun malah tercebur dan menikmati kubangan dosa yang menawarkan sebuah kenikmatan sesaat.
Jika yang tua belum tentu mengingat dosa, apa lagi yang muda? dengan iming-iming uang dan kenikmatan yang menjadi kelemahan manusia, maka tidak akan berpikir dua kali untuk menerima pekerjaan kotor itu.
"Ahh...ah..terus Om" racau wanita yang berada di bawah kungkungan pria beruban yang tengah memacu di atas tubuhnya.
"Kau benar-benar nikmat sayang" pujinya, mulutnya meraup puncak dada wanita itu.
"Enghhh...hisap lebih kuat lagi Om" pintanya tanpa malu.
"Kau sangat liar" ucap pria itu menggigit Boba coklat yang ada di dalam mulutnya sehingga sang pemilik mengeluh nikmat.
"Ahhh...." jeritnya menjambak rambut yang sudah beruban itu.
"Kau suka?" tanyanya di sela bisa pan dan rema san di kedua pegunungan itu.
"Sangat suka ah..." desain nya manja. Pria itu terus memacu dan menjelajahi tubuh polos yang ada di hadapannya, sehingga lolongan keras keluar dari mulut keduanya, tubuh mereka mengejang dan merasa ringan bagai terbang ke awang-awang, yah mereka berdua berhasil mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.
"Bagaimana bisa suamimu selingkuh padahal memiliki istri cantik dan sempurna seperti mu Sintia?" tanya pria itu terkulai lemas di sampingnya Sintia, mantan istri Ravin.
"Karena di lebih suka makan ayam tiren dari pada daging super" jawab Sintia, biarkan pria tua itu kembali menggr ayangi tubunya.
"Bodoh sekali dia itu" kekeh pria itu memilin Boba yang ada di puncak gunung Sintia.
"Ahh...dia memang bodoh" desah Sintia, memancarkan gairah lawannya.
🍀🍀🍀
Di kediaman Ravin, keluarga kecil itu tengah menikmati santap malam bersama. Ah... kegiatan itu hanya makan dan di selingi obrolan ringan namun tidak pernah membosankan, selalu ada cerita baru dari mulut mungil Ciara yang terkadang membuat sang ayah mengelus dada, seperti sekarang ini.
"Ayah, memangnya Ayah benar-tidaknya tidak bisa membuat adik bayi?" pertanyaan kejam itu keluar dari mulut mungil putri tercintanya.
"Sayang kenapa bicara begitu?" wajah Ravin sangat memelas.
"Cia pingin adik bayi, tapi Ayah tidak bisa memberi nya, berarti kan Ayah tidak bisa membuatnya" ahhh semakin tajam kata-kata gadis kecilnya itu.
__ADS_1
"Memang teman Cia ada yang punya adik bayi lagi?" tebak Els.
"Iya, Ai baru saja punya adik bayi yang sangat lucu imut dan cantik katanya" ceritanya.
"Ai?" ucap Ravin dan Els bersamaan.
"Itu, anak laki-laki yang hari itu mendatangi Cia" jelasnya.
"Oh, jadi dia namanya Ai?" ucap Els.
"Bukan Bunda, namanya panjang" Ciara memanyunkan bibirnya namun masih tetap mengunyah makanannya.
"Kemarin Chika, sekarang Ai. Apa para orang tua itu tidak terlalu cepat memberikan adik padahal anak yang lain masih balita?" gerutu Ravin mendengar cerita putrinya yang berujung fitnah kejam jika dirinya tidak bisa membuat bayi.
"Namanya juga rezeki Mas, masa iya di tolak?" sahut Els yang mendengar gerutuan suaminya.
"Apa lagi anak itu rezeki dan juga anugerah terindah bagi setiap pasangan" lirih Els mengingat calon anaknya yang telah meninggalkan dirinya.
"Sudah jangan membahas ini jika membuatmu sedih" ucap Ravin melihat perubahan di wajah sang istri.
"Kita baru memulai Els, masih banyak waktu untuk kita berusaha dan aku akan bekerja keras agar dirimu bisa hamil" ucap Ravin meraih tangan Els.
Tidak salah bukan dengan apa yang dikatakan oleh Ravin? selama beberapa bulan mereka menikah, baru semalam melakukan kegiatan suami istri yang sesungguhnya, tidak mungkin hari ini Els langsung hamil. Perjalanan spe*ma menuju sel telur tidak secepat itu.
Bahkan menurut Mbah Google, sebagian spe*ma dapat menghabiskan waktu setengah hari untuk mencapai tujuan, waktu paling cepat spe*ma mencapai sel telur adalah sekitar 45 menit. Pembuahan biasanya terjadi dalam waktu 24 jam setelah sel telur di hasilkan. Begitulah pemaparan dari Mbah Google yang sangat kita jadikan tujuan akhir jika kesulitan untuk mencari sebuah jawaban. Entah sekolah dimana dan makan apa Mbah Google ini sehingga selalu tahu dan bisa menjawab pertanyaan dari manusia di seluruh dunia.
🍀🍀🍀
Ravin memeluk Els dengan posisi bersandar di headboard ranjang besar itu, Ravin baru tahu jika melakukan aktivitas ringan seperti ini bisa sangat menyenangkan, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan dulu saat masih bersama dengan Sintia.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" tanya Ravin mengelus pundak Els dan menciumi puncak kepala Els yang harum.
"Maksudnya?" Els pura-pura tidak tahu.
"Kamu menjadi sangat agresif, pasti ada sesuatu dibalik perubahannya ini kan?"
__ADS_1
"Aku hanya ingin menjalani dan mempertahankan milikku Mas"
"Maksudnya?"
"Kemarin saat aku meminta mu untuk mengakhiri ini, Mas menolak tapi Mas tidak ada inisiatif untuk memulai. Jadi aku memutuskan untuk mengambil alih hal yang seharusnya Mas mulai sejak lama" tutur Els.
"Benar hanya itu?"
"Memang apa lagi?"
"Aku minta maaf jika selama ini aku kurang peka dan mengerti akan dirimu Els. Tegur lah aku jika melakukan hal yang tidak kamu sukai" Ravin menatap wajah Els.
"Pasti" sahut Els langsing menyambar bibir Ravin yang hanya beberapa centi jaraknya.
"Aku suka dengan Els yang sekarang" ucap Ravin di sela ciumannya yang semakin dalam dan menuntut. Tangannya kini sudah menyelinap masuk ke dalam gaun malam Els mencari bukit kenyal favoritnya.
"Emmhh..." desah Els ketika Ravin berhasil mendaki puncak perbukitan lembut itu. Ciuman Ravin kini turun menjelajahi tulang selangka dengan hisapan dan gigitan kecil yang meninggalkan bekas merah keunguan di permukaan kulit putih mulus Els.
"Ah...Mas..." rintih Els saat tangan Ravin menggarap lembah tersembunyi miliknya yang kini juga menjadi favorit Ravin berpetualang di hingga ke dasar gua sempit, lembut dan hangat.
"Ya sayang, Mas disini" Ravin sangat suka dengan ******* dan rintihan Els, apalagi melihat wajah Els yang sudah di selimuti Hai rah.
"Emmhhhh Ahhh" Des ah Els merasakan sapuan hangat di lembah yang sudah lembab itu, entah kapan Ravin membuka kain yang menempel di tubuh Els, yang jelas wanita itu kini benar-benar polos seperti bayi yang baru lahir.
Ravin semakin semangat menjelajah lembah itu hingga basah tidak perduli tubuh Els menggeliat menahan kan sensasi geli dan juga nikmat yang berasal dari pusat syarafnya karena ulah Ravin yang mengobrak-abrik dengan penuh kemenangan. Pria itu sangat piawai dalam meluluh lantakkan pertahanan Els sehingga membuat wanita itu menggelinjang bak kuda liar yang harus di kendalikan nya.
🍀
🍀
🍀
🍀
🍀
__ADS_1
TBC 🌺