One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Fresh from the Sea


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Kevin berjalan bersama Selena bergandengan tangan menyisiri sebuah pantai. Angin sepoi-sepoi menerbangkan rambut Selena, membuat matanya tertutupi helaian-helaian rambutnya sendiri. Kevin menghentikan langkahnya, membuat Selena juga ikut berhenti.


Selena menatap kevin dengan heran dan bertanya-tanya kenapa Kevin berhenti. Kevin membalikan badan Selana agar membelakanginya. Kevin meraih rambut Selena dan mengumpulkannya menjadi satu. Kevin mengikat rambut Selena. Selena menyerahkan ikat rambut kepada Kevin.


Selena tersenyum bahagia dengan perhatian kecil Kevin tersebut. Dia memeluk Kevin dengan senang. Mereka kembali berjalan menyusuri pinggir pantai. Kevin melihat sebuah pondok yang terletak di bawah pohon kelapa.


Kevin membawa Selena duduk di pondok tersebut. Tangan mereka masih saling bertaut. Kevin menyingkirkan beberapa helai rambut yang masih nakal membelai pipi Selena. Selena menatap Kevin intens, membuat Kevin mendekatkan wajahnya ke wajah Selena. Jarak mereka semakin terkikis. Sedikit lagi Kevin akan bisa mencium bibir Selena.


Kring


Bunyi alarm di wekernya membuat mimpi indah Kevin sirna. Kevin menjadi kesal, dia membanting jam tersebut. Membuat jam weker tersebut pecah dan berserakan.


Dengan malas kevin bangkit dari ranjang.


Ini hampir tiga tahun sejak Kevin mendapat informasi bahwa Selena menghilang. Kevin ingin bertemu keluarga Selena. Namun, keluarga Selena tidak ingin bertemu dengan siapapun.


Diam-diam Kevin meminta Feng, untuk menyewa detektif mencari Selena. Sayangnya belum ada hasil yang memuaskan Kevin karena detektif pun hampir menemui jalan buntu.


Kevin menuju kamar mandi dan mandi. Dia bersiap-siap untuk berangkat le kantor.


Kevin menuju dapur berencana membuat roti bakar. Kevin sangat suka dengan selai blueberry. Namun, karena mood Kevin hilang akibat mimpi yang terhenti.


Kevin keluar, di ruang tamu telah menunggu Feng.


"Bos, anda kelihatan pucat, apakah anda sakit?" tanya Feng saat melihat wajah Kevin yang pucat pasi.


"Aku baik-baik saja, ayo berangkat." Kevin berjalan menuju pintu mendahului Feng.


Kevin memasuki lift, kamar apartment Kevin berada di lantai 40. Saat di lantai 30, pintu lift terbuka.


"Hi, sepupu!" sapa seorang wanita yang memasuki lift. Dia adalah Rachel, sepupu Kevin yang memang tinggal di apartment yang sama dengan Kevin.


"Hi!" balas Kevin datar.

__ADS_1


"Feng, apakah kau tidak bisa membuat pria ini berbicara lebih banyak?" sindir Rachel melirik Kevin yang masih cuek saja. Feng hanya bisa tersenyum. Tidak mungkin kalau dia bilang bahwa bosnya akan banyak bicara jika sedang memarahi atau memerintahhkannya untuk melakukan sesuatu.


"Nona Rachel, saya ucapkan selamat atas kemenanganmu sebagai gambler se-Asia tahun ini." Ujar Feng. Dia salut dengan kemenangan yang didapat oleh Rachel dari tahun 2016 dan 2018. Dua kali berturut-turut, prestasi yang membanggakan.


"Itu karena gueen of gambler yang tiba-tiba menghilang," celetuk Kevin. Tentu saja dia mengetahui berita tersebut karena Kevin merupakan pemilik dari City of Dreams Casino. Dan menghilangnya queen of gambler secara tiba-tiba memang menjadi pembicaraan di kasinonya sampai saat ini.


Pintu lift terbuka, dilantai dua puluh.


"Aku keluar di sini saja," kesal Rachel, dia tidak suka jika kemenangannya selalu dikaitkan dengan menghilangnya queen of gambler.


"Kau bukan ke parkiran?" tanya Kevin, heran karena Rachel turun di lantai dua puluh.


"Aku akan naik lift lain." Rachel meninggalkan mereka. Pintu lift tertutup. Kevin melirik Feng.


"Apa aku salah?" tanya Kevin bingung dan tanpa perasaan.


"Tentu saja nona Rachel tersinggung, bos," balas Feng, mengingatkan Kevin.


"Memang itu kenyataannya, sebelum queen of gambler hadirΒ enam tahun yang lalu, dia selalu memenangkan pertandingan dan puncaknya adalah pertandingan judi se-Asia tahun 2014." Bela Kevin. Feng juga tahu itu, hanya saja apa Kevin tidak bisa memikirkan perasaan sepupunya?


"Maksudmu, Selenaku adalah queen of gambler? Jangan sembarangan bicara. Kau tahu aku tidak suka dengan pejudi," hardik Kevin.


"Kalau tidak suka kenapa membuka kasino," gerutu Feng, namun, tetap didengar oleh Kevin.


"Aku pebisnis dan aku melihat peluang bahwa perjuadian adalah bisnis yang bagus," jawab Kevin. Lift terbuka dia, keluar menuju parkiran. Tidak lama Rachel juga keluar dari lift satunya lagi.


"Nona Rachel, anda mau ke mana?" teriak Feng begitu melihat Rachel. Rachel hanya memalingkan wajah dan berjalan meninggalkan mereka.


"Dia masih kesal." Kevin memberi tahu Feng.


Feng membukakan pintu untuk Kevin. Kemudian masuk di kursi mengemudi.


Mereka berjalan melewati pantai nelayan desa Venetia. Sebelumnya Kevin tidak pernah memperhatikan pantai tersebut. Namun, karena mimpinya tadi malam, mau tidak mau Kevin memperhatikan pantai tersebut.


"Stop!" teriak Kevin, membuat Feng menurunkan gas dan meminggirkan mobil.


"Kenapa, Bos, apakah ada yang tertinggal?" tanya Feng begitu berhenti.

__ADS_1


"Aku mau ke pantai itu," tunjuk Kevin pada rambu-rambu penunjuk arah yang bertuliskan 'pantai Venetia'


"Maksudmu pantai Venetia, Bos?" Feng memastikan bahwa dia tidak salah.


"Ya." Feng membawa mobil menuju pantai tersebut. Mereka melihat tiga orang wanita, salah satunya sudah tua dan dua lagi wanita muda serta anak kecil berusia sekitar 2 tahun. Seorang pria gemuk dan pendek tengah mendekati para wanita tersebut.


"Dasar tua bangka," gerutu Feng, melihat kejadian tersebut. Kevin tidak memperhatikan dia sibuk melihat pantai mencari pondok yang berada dalam mimpinya. Berharap dia bisa bertemu dengan Selena.


"Bukan urusanmu, biarkan saja," tegur Kevin yang mendengar umpatan Feng.


Mereka terus berjalan menyusuri pantai dengan mobil. Tiba-tiba Kevin melihat pondok seperti pondok yang ada di mimpinya.


"Berhenti di pondok yang berada di bawah pohon kelapa itu," perintah Kevin.


Kevin turun dari mobil dan duduk di pondok. Lima belas menit Kevin menikmati pantai. Feng heran apa yang terjadi dengan bosnya? Feng ingin bertanya, namun, diurungkannya karena melihat Kevin seperti menikmati suasana pantai di pagi hari.


Seorang anak kecil berlari ke arah pondok dan dikejar salah satu wanita muda.


"Sea, jangan berlari!" teriak Su Yi, melihat Selena berlari mengejar Hope. Su Yi tahu jika Hope semakin di kejar akan semakin kencang larinya.


"Hope mau ke pondok!" balas Selena.


"Sebaiknya kita kembali, karena sebentar lagi kita harus membawa hasil tangkapan semalam ke kios." Astrid mengingatkan kembali.


Selena dengan terpaksa membalikan badannya, menggendong Hope, bertepatan dengan Kevin yang menghadap untuk melihat wanita itu.


"Aku ingin membuka pasar ikan segar dengan bentuk minimarket di setiap kawasan dan membuat gudangnya di sini. Memberi nama minimarket tersebut 'Fresh from the Sea'." Ujar Kevin tiba-tiba, membuat Feng semakin bingung.


πŸ’πŸ’πŸ’


Hi nanti aku update lagi ya.


Pekanbaru


271022


13.07

__ADS_1


__ADS_2