
"Selena!" panggil Lilian saat Selena mulai beลgerak.
"Lilian!" seru Selena. Lilian lega ternyata Selena telah mengingat dirinya.
"Akhirnya kau sadar," sahut Lilian. Dia mendekati brangkar Selena. Selena mencoba untuk duduk. " Tunggu jangan terlalu banyak bergerak," larang Lilian. "Aku akan memanggil dokter." Lilian kemudian memencet tombol yang berada di atas kepala Selena.
Tidak lama dokter dan perawat memasuki ruang inap Selena. Mereka memeriksa kondisi Selena.
"Apa kau merasa mual, Nona?" tanya dokter setelah memeriksa Selena.
"Tidak," jawab Selena.
"Baiklah, kita tunggu sampai siang ini, jika tidak ada masalah, besok kau sudah bisa pulang," terang Dokter.
Dokter dan perawat pamit keluar dari ruangan Selena.
Petugas lain datang mengantarkan sarapan untuk Selena. Selena hanya membiarkan makanan tersebut.
"Makanlah," perintah Lilian. Selena melirik makananya dengan tidak berselera.
"Bagaimana dengan pertandingan?" tanya Selena. Dia memikirkan pertandingan yang tengah diikutinya.
"Tentu saja telah selesai dan dimenangkan oleh gambler wanita dari Hong Kong," jelas Lilian. Dia mengetahuinya dari Erick Young, ayah Selena. Erick memang masih mendapat informasi tentang pertandingan judi se-Asia. Setiap pertandingan itu diadakan.
"Apa? memangnya berapa hari aku di sini?" tanya Selena heran. Dalam pikirannya pertandingan memakan waktu satu bulan.
Apa dia telah pingsan selama satu bulan? Bagi Selena dia hanya jatuh dari kapal Oasis of the Seas. Lilian heran dengan reaksi Selena.
"Apa maksudmu? Bukannya kau baru semalam di sini?" Lilian kembali bertanya. Dia menatap Selena mencoba memahami maksud Selena.
"Jika aku baru tadi malam di rumah sakit ini, kenapa pertandingan telah selesai?" hardik Selena.
"Tunggu Selena, apa yang kau ingat?" tanya Lilian.
"Aku ingat semalam kita di serang setelah babak pertama penyisihan, dan aku jatuh ke laut," terang Selena.
"Selena--," Lilian menjeda kalimatnya.
"Apa?" heran Selena, dia merasa Lilian seperti ragu.
"Kau tidak ingat kejadian semalam?" Lilian memancing Selena. Siapa tahu Selena mengingat perkelahian mereka semalam.
"Tentu saja aku ingat, seseorang ingin membunuhku saat di kapal?" jelas Selena.
Lilian bisa mengambil kesimpulan bahwa Selena melupakan kejadian saat dia menghilang selama enam tahun.
__ADS_1
"Selena, aku tidak tahu apakah kau siap dengan yang akan aku beritahukan?" lanjut Lilian
"Apa?" tanya Selena tidak sabaran.
"Sebenarnya ini tahun dua ribu dua puluh dua, enam tahun setelah kau jatuh dari kapal," ungkap Lilian. Dia menunggu reaksi Selena.
"Apa maksudmu? Kau pasti bercandakan?" Selena menatap tajam Lilian mencoba membuat Lilian untuk jujur. Namun, reaksi Lilian justru mengatakan bahwa dia tidak sedang bercanda.
"Aku serius Selena, kemarin saat aku menemukanmu, kau malahan tidak mengenaliku," terang Lilian.
"Apa? Aku tidak percaya, ambilkan kalender itu," tunjuk Selena kepada sebuah meja yang berada di sudut ruangan. Di atas meja tersebut ada vas bunga dan kalender. Lilian melangkah dan mengambil kalender meja tersebut.
"Ini," ucap Lilian sambil menyerahkan kalender kepada Selena. Selena melihat tahun yang tertera pada kalender.
Dua ribu dua puluh dua? Jadi siapa yang merawatku selama ini?
"Bagaimana keadaan papa?" tanya Selena. Dia ingin menangis tapi tidak bisa. Artinya selama enam tahun ayahnya pasti mencemaskannya.
"Paman baik-baik saja, kami masih mencarimu secara diam-diam selama enam tahun ini ... Kami sengaja tidak melapor kepada polisi karena kami belum mengetahui siapa pembunuhmu dan apa motifnya?" jelas Lilian. "Kami takut pembunuh itu juga memiliki mata-mata oknum yang berwenang," lanjut Lilian.
"Jadi siapa yang menyelamatkan aku? Dan aku tinggal di mana?" gerutu Selena.
"Aku menemukanmu kemarin di City of Dreams Casino ... Kau tengah bermain .. Aku mendekatimu dan mengajakmu pulang tapi kau tidak mengenaliku," sahut Lilian.
"Apa? kenapa aku bisa ada di sana?"
{ ... }
"Paman, aku telah menemukan Selena," ucap Lilian begitu Erick mengangakat telepon.
{ ... }
"Ya, sekarang dia sedang di rumah sakit, besok telah boleh pulang," terang Lilian.
{ ... }
"Baik, Paman." Lilian mematikan telepon.
"Apa yang dikatakan Papa?" tanya Selena tidak sabar.
"Besok kita akan kembali ke Macau, setelah kau keluar dari rumah sakit," aku Lilian.
"Apa tidak perlu kita mencari tahu tentang orang yang menampungku?" tanya Selena.
"Tidak, Paman sangat khawatir dengan keadaanmu ... Jadi besok kita harus kembali," putus Lilian.
__ADS_1
Keesokan harinya Selena telah boleh keluar dari rumah sakit. Mereka langsung menuju Macau.
Satu minggu Selena tinggal di Macau di rumahnya. Erick dan ibu Lilian sangat senang dengan kedatangan Selena. Mereka bahagia Selena selamat. Tadinya Erick telah putus asa. Namun, Lilian masih tetap ingin mencari. Dan seminggu yang lalu Lilian ke Hong Kong untuk mencari Selena.
"Lilian, ada yang ingin aku beritahukan kepadamu," ucap Selena, dia ragu jika dia memberitahu, apakah Lilian tidak akan memarahinya?
"Apa, beritahu padaku, aku akan membereskannya," bangga Lilian.
"Setelah di sini--aku sering bermimpi tentang seorang anak laki-laki, wanita muda dan seorang wanita tua ... Aku tidak ingat tentang itu, apakah mereka keluarga yang merawatku?" ungkap Selena tentang mimpinya.
Apa selama menghilang Selena menikah? Tapi kenapa tidak ada pria di dalam mimpinya?
"Bisa saja, apakah di dalam mimpimu juga ada pria dewasa?" tanya Lilian memastikan saja.
"Ti--tidak," jawab Selena gugup. Dia ingat kejadian malam panas yang dialaminya bersama pria asing di Dubai.
"Tidak usah gugup, aku hanya penasaran ... Jangan-jangan selema kau menghilang keluarga yang menyelamatkanmu, menikahkanmu--mungkin dengan anak laki-lakinya," ledek Lilian. Selena menarik nafas lega karena berpikir Lilian tidak curiga padanya.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" Selena berdiri dari duduknya. Mereka sedang berada di ruang keluarga.
"Yang pasti, paman tidak akan mengizinkanmu pergi dari hadapannya," ejek Lilian. Dia sangat mengenal karakter Erick. Erick sangat menyayangi Selena dan bisa dipastikan akan sulit mendapatkan restu Erick untuk mencari tahu tentang orang yang menyelamatkan Selena.
"Bantulah membujuk, Papa," rayu Selena.
"Sebaiknya kau lupakan saja," saran Lilian. Selena hanya pasrah. "Apa kau akan mengikuti pertandingan judi se-Asia tahun ini?" tanya Lilian.
"Entahlah, apakah aku masih bisa ikut?" tanya Selena kembali.
"Tentu saja, pasti akan banyak yang merindukan queen of gambler ... apalagi setelah enam tahun dia menghilang ... Dan kau tahu--menghilangnya kau di tengah babak pertama--menjadi misteri bagi semuanya," jelas Lilian.
"Kapan pertandingannya?"
"Mungkin sekitar lima bulan lagi," ucap Lilian. "tapi yang paling penting, apakah paman akan mengizinkanmu untuk bermain lagi?"
"Aku juga tidak tahu." Selena mengedikan bahunya bimbang.
Selena juga ingin memberitahu Lilian tentang kejadian yang dialaminya di Dubai.
๐๐๐
Selena sudah kembali kepada keluarganya.
Hope bagaimana?
Ikuti terus ya. Sambil nunggu bisa mampir ke karya teman author.
__ADS_1
...DIKIRA MELARAT TERNYATA KONGLOMERAT...