
Selena selesai bermain, dia keluar dari meja diikuti Lilian. Selena menyapukan pandangan mencari Kevin maupun ayahnya.
"Papa! Kevin, di mana?" tanya Selena kepada Erick.
"Kenapa kau mencarinya? Apa kau takut dia menggoda wanita lain?" tuduh Erick. Dia masih saja belum bisa menerima putrinya berhubungan dengan pria.
"Papa! Jangan berkata seperti itu! Apa kau mendo'akan agar pernikahanku nantinya tidak bahagia?" ejek Selena. Lilian hanya tersenyum melihat perdebatan ayah dan anak itu.
"Siapa yang mengatakan bahwa, Papa, akan merestuimu untuk menikah dengannya?" sindir Erick. Dia masih belum memberikan izin kepada Kevin untuk menikahi Selena. Meskipun mereka telah memiliki anak.
"Paman, sebaiknya, nikahkan saja mereka, apa kau tidak kasihan dengan Hope?" bujuk Lilian. Siapa tahu dia berhasil membujuk Erick agar menikahkan Selena dengan Kevin.
"Nanti Paman pikirkan dulu, dia saja tidak bisa bermain judi," ejek Erick lagi.
"Lili, ayo kita cari Kevin!" aja Selena kepada Lilian.
"Dia ke ruangannya," sahut Erick, akhirnya memberitahu putri semata wayangnya. Erick memang melihat Kevin dan Feng menuju ruangan Kevin. Erick tahu itu adalah tempat menuju ruangan Kevin.
"Di mana ruangannya itu?" tanya Selena, karena dia memang belum pernah ke ruangan Kevin baik di City of Dreams Casino maupun kantornya di Central Plaza.
"Papa, akan mengantarkan kalian ke sana," tawar Erick. Dia berjalan melewati beberapa orang yang juga berjalan dan masih menikmati pertandingan.
Mereka berjalan menuju lorong dan akhirnya Selena melihat Kevin, Feng dan Colin sedang berbicara di depan pintu ruangan Kevin.
"Kalian sedang membicarakan apa?" tanya Selena, membuat Kevin, Feng dan Collin terkejut.
"Selena!" sapa Kevin. "Kau telah selesai bermain?" tanya Kevin.
__ADS_1
"Ya," jawab Selena.
"Entah kenapa dia sedikit lambat sekarang dalam bermain?" ejek Lilian.
"Tentu saja, Lili, aku telah fakum selama enam tahun dan baru kali ini aku bermain lagi dengan orang-orang profesional," bela Selena. Dia butuh untuk menyesuaikan kembali dan mengimbangi permainan lawan. Selena juga telah melihat video pertandingan sebelum dia ikut untuk mempelajari cara bermain lawan.
"Alasanmu saja," ejek Lilian lagi. "Hi, Collin," sapa Lilian kepada Collin.
"Hi!" balas Collin kikuk. Tidak biasanya Lilian menyapanya dengan ramah.
"Apa yang kalian bicarakan? Serius sekali kelihatannya, sampai-sampai kedatangan kami, membuat kalian terkejut," sindir Selena.
"Collin mendengar tentang orang yang menculik Hope. Sepertinya pelakunya adalah Rachel dan mr. Cheng," jelas Kevin.
"Apa?" ****** Selena, Lilian dan Erick. Mereka tidak percaya. Kenapa mereka melakukannya?
"Ya, tenang saja aku akan tetap membuat dia membayar apa yang telah dia lakukan terhadap putraku," ucap Kevin.
"Feng, perintahkan detektif untuk mengikuti Rachel dan mr. Cheng dua puluh empat jam," perintah Kevin lagi.
"Siap, Bos," jawab Feng.
***
Feng disibukan dengan pencarian Hope, dia telah memerintahkan detektif untuk mengikuti Rachel maupun Ekin. Feng, belum bisa menemui Astrid di kantor Fresh from the Sea.
Pertandingan judi se-Asia, tinggal lima hari lagi. Feng belum mendapatkan titik cerah dari penyelidikannya. Baik Rachel dan Ekin yang diikuti oleh anak buah detektif, belum bisa menemukan di mana Hope di sekap. Kegiatan Rachel dan Ekin masih terbilang normal.
__ADS_1
Feng mulai khawatir begitupun Kevin dan Selena. Setidaknya mereka sedikit lega bahwa penculik Hope, tidak akan melukai Hope.
Ponsel Feng berbunyi dan itu dari detektif.
"Bagaimana? Apakah kau telah menemukan tempat Hope di sekap?" tanya Feng tidak sabaran.
"Ya, mr. Li, dalam pengawasan kami Hope, baik-baik saja. Selanjutnya apa yang harus kami lalukan?" tanya detektif.
"Pastikan Hope tetap di sana, jangan sampai mereka memindahkannya. Perintahkan anak buahmu untuk tetap menjaga secara diam-diam tempat itu tanpa di ketahui para penculik," perintah Feng. "Aku akan menghubungi mr. Kwok dan segera memberitahu kalian langkah selanjutnya," tambah Feng. Dia kemudian memutuskan sambungan.
Feng lega karena akhirnya dia bisa memberikan berita gembira kepada Kevin. Feng langsung menuju ruangan Kevin. Kevin tengah sibuk di depan laptop.
"Bos!" sapa Feng.
"Aku sangat sibuk, kuharap kau membawa berita yang menyenangkan," ujar Kevin, tanpa mengalihkan perhatian dari laptopnya.
"Mereka telah menemukan tempat Hope di sekap, apa yang harus kita lakukan selanjutnya? Mereka menunggu instruksimu, Bos. Namun, aku telah memerintahkan mereka untuk tetap mengawasi tempat itu, takutnya mereka memindahkan Hope," terang Feng.
"Benarkah?" Kevin senang mendengar berita tersebut. "Sebaiknya kita ke apartment Selena," ajak Kevin. Dia langsung beranjak dari kursi dan meninggalkan ruangannya.
Kevin takut, jika saat mereka membahas rencana penyelamatan Hope. Ekin datang ke kantor, karena Ekin memang sering datang ke kantor secara tiba-tiba. Entah dia juga sedang mematamatai Kevin. Mencaritahu, apakah Kevin telah mencurigai siapa penculik dari putranya.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
021222
__ADS_1
17.41