
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘
🍰🍰🍰
Hong Kong, 2018
Dua tahun kemudian.
Selena heran karena dua tahun dia hidup bersama Su Yi dan Astrid tidak ada keluarga yang mencarinya.
Siapa sebenarnya dia? Kenapa tidak ada keluarga yang mencarinya. Hal itu semakin membuat Selena menjadi bertanya-tanya.
Sejak melahirkan, Astrid tidur bersama Su Yi dan Selena bersama putranya, Hope. Hope telah berusia 2 tahun. Selena mengajarkan Hope bela diri.
"Kau bisa bela diri?" tanya Astrid saat melihat Selena melatih Hope bela diri.
"Iya," jawab Selena singkat. Dia menunjukan gerakan dasar bela diri kepada Hope. Bocah dua tahun itu mengikuti dengan gerakan lucu. Membuat Astrid tertawa geli melihat tingkahnya.
"Apa karena itu, kau tidak ingin melapor polisi?" tanya Astrid lagi. Dia sedikit memahami keinginan Selena untuk tidak melapor polisi.
"Ya," jawab Selena singkat.
Semua mungkin adalah karena kemampuan Selena yang tidak biasa. Serta luka yang didapatkannya saat Astrid dan Su Yi menemukannya.
***
Selena telah kembali melaut bersama Astrid, karena Hope tidak menyusui lagi.
Selena menyerah mencari identitasnya, dia mencoba menjalani hidup dengan identitas baru sebagai Sea. Mungkin Selamanya dia akan tetap menjadi Sea.
Selena dan Astrid menuju rumah setelah selesai berjualan. Mereka melihat segerombolan pria yang tengah bermain dadu. Selena merasa familiar dengan hal itu.
"Ayo, kita lihat dan coba bertaruh," ajak Astrid menarik tangan Selena menuju kerumunan orang yang tengah bermain dadu.
Selena hanya pasrah tangannya ditarik Astrid. Mereka memperhatikan seorang pria yang tengah mengocok dadu di dalam gelas.
Selena memperhatikan dan mendengar gerakan pria tersebut.
"Silahkan, pasang taruhan kalian," teriak pria itu merayu orang-orang yang lewat untuk memasang taruhan.
"Ayo, kita coba." Astrid mengajak Selena untuk mencoba bermain.
Selena semakin mendekat, seperti dihipnotis Selena meletakan uang di angka tiga.
"Lihat, wanita ini sangat berani untuk memasang taruhan, apakah kalian akan dikalahkan oleh para wanita ini?" Bujuk pria itu lagi.
Semua orang berbondong-bondong mendekat. Mereka menertawakan Selena dan Astrid yang memasang diangka tiga.
"Hei, kalian salah meletakan taruhan," ejek seorang pria berusia sekitar tiga puluh delapan tahun.
"Iya, benar, kalian harus mengikuti dia." Tunjuk si pria kepada pria berusia 38 tahun.
__ADS_1
"Benar, dijamin kalian pasti menang,"
"Sea, apakah tidak sebaiknya kita mengikuti mereka," bisik Astrid di telinga Selena.
"Tenang saja, feelingku merasa angka itu yang akan keluar," balas Selena yang juga berbisik di telinga Astrid.
"Sepertinya para wanita ini, tidak mau merubah taruhannya, silahkan buka saja," perintah yang lain.
Mereka rata-rata memasang diangka delapan.
"Delapan ... delapan ..." teriak semua orang. Pria pengocok dadu yang bertugas sebagai bandar membuka gelas.
Angka yang di tunjukan pada dadu ternyata benar angka tiga. Selena memenangkan permainan pertamanya. Astrid meloncat dengan girang karena saking senangnya.
"Ah, paling hanya kebetulan," sindir seseorang.
"Ayo, kita pasang lagi, kali ini saya sarankan nona-nona, kalian memasang di tempat kami memasang taruhan ... yang tadi hanya kebetulan," ejek pria 38 tahun itu lagi.
"Benar," saran yang lain. Selena mengabaikan perkataan para pria tersebut.
Si pria bandar kembali mengocok dadu di dalam gelas. Selena kembali mendengarkannya. Selena memfokuskan pendengarannya dan melihat gerakan cepat yang dilakukan oleh bandar. Bandar kembali meletakan dadu di meja.
Dia menunggu Selena meletakan taruhannya.
"Apa kau ikut bermain, nona?" tanya bandar kepada Selena.
Selena memasang taruhan diangka tujuh kali ini.
Bandar membuka gelas dan semua orang berteriak saat angka yang ditunjukan dadu adalah angka tujuh.
Selama permainan Selena selalu menang. Membuat semua orang heran dengan kemampuan Selena. Mereka memuji kepiawaian Selena dalam bermain.
***
Kitty Pong merasa bosan karena Selena belum juga terusir dari desa Venetia. Dia kemudian berencana menghasut nyonya Lung. Kitty menuju rumah nyonya Lung.
Sebuah rumah besar, bisa dikatakan rumah bos Alung adalah rumah paling mewah di desa Venetia. Rumah bergaya khas China, dengan warna merah menyala. Terdapat klenteng di samping rumah.
"Nyonya Lung!" Panggil wanita bernama Kitty Pong. Nyonya Lung, istri bos Alung keluar dari rumah.
"Ada apa Kitty?" Herannya melihat Kitty Pong datang dengan tergesa-gesa.
"Aku baru saja melihat, wanita yang di selamatkan nenek Su Yi menggoda bos Alung," tuduh Kitty mengompori nyonya Lung.
"Apa jadi wanita itu masih berani menggoda suamiku," geram nyonya Lung.
"Benar, Nyonya, apa dia tidak tahu siapa istri bos Alung," adu Kitty semakin gencar.
"Aku yakin! Pasti wanita itu hanya mengincar uang suamiku," sembur nyonya Lung. Dia meremas baju saking kesalnya.
"Tentu saja, Nyonya, siapa yang tidak mau menjadi selingkuhan bos Alung, walaupun gemuk dan jelek," cecar Kitty, dia tidak menyadari kata-kata terakhirnya. Kalimat itu membuat nyonya Lung memelototkan mata kepada Kitty.
__ADS_1
"Maaf, Nyonya, maksud saya pasti wanita itu menggoda bos Alung karena uang bos Alung," ungkap Kitty lagi.
"Kau benar, di mana mereka sekarang, aku akan menangkap basah mereka," geram nyonya Lung.
Kitty membawa nyonya Lung menuju arah rumah nenek Su Yi. Nyonya Lung menggedor pintu rumah Su Yi.
"Sepertinya tidak ada orang," ujar nyonya Lung kesal karena dia tidak melihat siapapun di sana.
"Tadi mereka di sini, Nyonya." Kitty membela diri.
"Lalu, ke mana mereka sekarang?" Nyonya Lung mengedarkan pandangan, siapa tahu suaminya dan wanita itu berada di tempat lain. Tapi nihil, baik wanita yang dimaksud Kitty maupun suaminya tidak kelihatan.
Mobil bos Alung melewati rumah Su Yi. Dia melihat istrinya dan Kitty. Bos Alung memerintahkan anak buahnya menghentikan mobil.
"Sayang, kenapa ada di sini?" Rayu bos Alung.
"Apa wanita yang diselamatkan nenek Su Yi menggodamu?" Nyonya Lung, langsung memberondong bos Alung dengan pertanyaan itu.
"Kau tahu dari mana? Maksudku siapa yang memberitahumu?" tanya bos Alung. Dia tadi di pasar memang mencoba merayu Selena lagi.
"Kitty yang melihatnya," adu nyonya Lung. Bos Alung melirik ke arah Kitty. Dia menatap Kitty seperti memberitahu Kitty untuk tidak ikut campur. Kitty hanya menundukan wajah.
"Sepertinya Kitty salah lihat, nenek Su Yi dan wanita itu hanya ingin meminta bantuanku," ungkap Bos Alung berbohong. Dia tidak ingin istrinya memata-matai wanita bernama Sea. Akan sangat susah bagi bos Alung untuk mendekati wanita itu.
"Kau tidak bilang bahwa ada nenek Su Yi juga?" kesal nyonya Lung, dia memelototkan mata kepada Kitty. Membuat nyali Kitty menciut.
"I-tu--" gugup Kitty.
"Sudahlah, sebaiknya kita pulang," ajak bos Alung kepada istrinya. Dia merangkul tubuh istrinya sebagai bentuk ajakan.
"Tidak, aku ingin ke pasar dulu," tolak nyonya Lung.
"Kalau begitu, aku akan pulang," jawab bos Alung. Bos Alung menaiki mobil dan memerintahkan anak buahnya untuk kembali ke rumah.
Nyonya Lung mengajak Kitty menemaninya ke pasar. Mereka berkeliling pasar mencari bahan yang dibutuhkan bos Alung.
Kitty melihat Astrid, nenek Su Yi dan Selena di kios mereka. Sedang menjualkan barang dagangan mereka.
"Nyonya Lung, lihat itu wanita yang di selamatkan, nenek Su Yi." Tunjuk Kitty ke arah Selena.
Kitty tersenyum puas saat meilihat kilat cemburu dimata nyonya Lung. Nyonya Lung mendekati kios Su Yi.
Nyonya Lung memperhatikan Selena dengan tatapan menyelidik dari atas sampai ke bawah.
"Apakah nyonya Lung, ingin membeli ikan?" tanya Astrid.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
261022
__ADS_1
10.12