One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Ice Cream


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Astrid dan Selena mengajak Hope untuk membeli ice cream. Sesampainya mereka di tempat penjual ice cream yang diberi nama 'Venetia ice cream'. Tempatnya hanya berupa bangunan persegi panjang dengan ukuran 2x3 m. Kursi dan meja untuk pengunjung hanya terdiri dari 3 set. Satu set terdiri dari satu meja dan tiga kursi yang di lindungi payung besar. Dua telah ada yang menempati. Mereka menempati sisa satu set lagi.


"Kalian mau rasa apa?" Astrid masih berdiri, sedangkan Selena dan Hope telah duduk di posisi masing-masing. Sebenarnya Astrid sudah hafal dengan selera ibu dan anak itu. Tapi dia tetap saja selalu kembali bertanya.


"Hope mau rasa vanila, Bi," jawab Hope sopan dengan mata berbinar karena membayangkan akan menikmati ice cream vanilanya.


"Aku seperti biasa, coklat," sahut Selena, dia bahagia melihat Hope melupakan kejadian hari ini.


"Siap, pesanan segera datang." Astrid meletakan tangan di dahinya seperti orang yang sedang hormat bendera.


Astrid kemudian memesan ice cream, dan membawanya ke tempat duduk mereka.


"Hore, selamat makan!" teriak Hope sambil bertepuk tangan, saat Astrid meletakan ice cream rasa vanila tepat di depannya.


"Terima kasih," ujar Selena, saat Astrid memberikan ice creamnya.


Mereka menikmati ice cream di waktu yang tepat saat kondisi cuaca panas. Apa lagi mereka tinggal di sekitaran pantai. Tengah asik menikmati ice cream, tiba-tiba seseorang menendang kursi yang di duduki Selena, membuat mereka terkejut. Selena menengadahkan wajah melihat siapa orang yang telah berlaku tidak sopan kepadanya.


"Nyonya Lung!" teriak Selena saat mengetahui wanita yang menendang kursinya. Ternyata Nyonya Lung.


Nyonya Lung bersama ibu-ibu lain geng sosialitanya. Di sana ada ibunya Ciao, Kitty Pong. Mereka berdiri dengan angkuh.


"Siapa yang menyuruh kalian makan ice cream di sini?" hardik Kitty mewakili Nyonya Lung. Kitty Pong merasa sangat berani karena mendapat dukungan dari Nyonya Lung.


Bisa dikatakan bahwa Kitty Pong hanyalah penjilat. Dia menjadi mata-mata nyonya Lung. Kadang informasi yang diberikan Kitty dilebih-lebihkan, membuat nyonya Lung semakin membenci Selena.

__ADS_1


"Saya tidak melihat ada larangan untuk kami makan di sini," jawab Selena cuek, setelah melirik nyonya Lung dan antek-anteknya, dia kembali memakan ice creamnya.


"Berani sekali kau melawan!" teriak Kitty Pong, dia mengambil ice cream Selena dan melemparnya ke tanah.


"Eh. Nenek tua, kau jangan bersikap tidak sopan!" teriak Astrid, mengatakan Kitty nenek tua, padahal Kitty Pong baru berusia tiga puluh dua tahun. Namun, gaya berdandannya sangat menor.


"Apa kau bilang." Kitty bersiap untuk menjambak rambut Astrid. Sebelum tangan Kitty meraih rambut Astrid dengan cepat Selena menarik tangan Kitty dan memelintirnya ke belakang.


"Aa--sakit, lepaskan!" teriak Kitty menahan sakit akibat tangannya dipelintir Selena.


Wanita lain dalam rombongan nyonya Lung mencoba membantu. Mereka mencoba memukul Selena, namun dengan mudah Selena menangkisnya. Selena tidak mau menyakiti para wanita itu, sehingga dia hanya menjentikan jari dengan pelan ke kening mereka. Para wanita tersebut merasa sakit di kening akibat sentilan Selena.


Astrid memeluk Hope dengan kepalanya menghadap perut Astrid. Itu dilakukan Astrid agar Hope tidak melihat kejadian kekerasan tersebut.


"Kau--dasar wanita murahan yang tidak jelas asal usulnya. Berani sekali kau melawanku!" teriak nyonya Lung karena melihat antek-anteknya yang kesakitan sambil mengusap kening mereka.


"Sebaiknya kalian jangan mengganggu kami!" teriak Astrid, dia masih membekap Hope dan menempelkan tangan di telinga Hope, supaya dia tidak mendengarnya.


***


Kevin, Feng Li dan kepala desa Venetia keluar dari gudang. Terakhir kunjungannya ke sini, gudang masih terbangun delapan puluh persen, sekarang hampir sembilan puluh persen.


Dinding-dinding besi sebagai freezer penyimpanan telah dipasang. Ruangan-ruangannya telah diberi sekat-sekat. Kevin memang meminta agar di buat per item untuk menyimpan masing-masing hasil tangkapan nelayan. Ruangan lobster dan kepiting serta ikan berdasarkan jenis akan dipisahkan dan disimpan per masing-masing jenis. Bilik-bilik pendingin tersebut diberi nama berdasarkan jenis hasil laut yang akan disimpan. Seperti bilik pertama adalah penyimpanan kepitting.


Ide membuka supermarket Fresh from the Sea, memang terlintas kepada Kevin saat enpat tahun yang lalu. Kevin bertemu dengan Selena dimimpi dan mengajak Feng ke pantai pertama yang terlihat. Namun, karena kesibukannya dan upaya mencari Selena membuat Kevin melupakan ide sesaat tersebut. Sekaranglah Kevin kembali merealisasikan idenya itu.


"Bagaimana kalau kita makan ice cream, mr. Kwok?" Ajak kepala desa yang bernama, Eddie Khoo.


"Ide yang bagus," sahut Feng dengan senang hati, dia memang memikirkan bahwa cuaca seperti ini, makan ice cream pasti sangat nikmat. Kevin memelotot kepada Feng, membuat nyali Feng menciut.

__ADS_1


"Ayolah, saya rasa jadwal anda, tidak ada lagikan, benarkan Feng?" Eddie melirik Feng. Feng menganggukan kepalanya dengan cepat.


"Setelah dari sini tidak ada rapat penting, Bos," beritahu Feng, siapa tahu Kevin mau menuruti ajakan kepala desa. Tugas mereka palingan setelah kembali ke kantor mendiskusikan hasil survey hari ini.


"Sayang sekali, jika anda tidak menikmati ice cream ini. Ini adalah ice cream yang wajib dicicipi setiap wisatawan yang berlibur ke Venetia," bujuk Eddie lagi.


"Baiklah, aku rasa patut mencobanya." Feng dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Kevin.


Kevin dan Eddie, duduk di belakang. Feng mengemudikan mobil secara perlahan. Eddie mengarahkan lokasi tempat ice cream. Feng hanya melajukan mobil sesuai petunjuk Eddie. Sebenarnya tempat itu tidak jauh dari gudang.


"Nah, kalian lihat bangunan mungil berwarna putih itu?" tunjuk Eddie. Kevin dan Feng memperhatikan arah tunjuk Eddie. Feng semakin memelankan laju mobil. Feng berhenti di depan bangunan dengan baliho bertuliskan 'Venetia ice cream'. Mobil tepat berhenti di samping baliho.


Feng dengan cepat keluar dan membukakan pintu untuk Kevin. Mereka melihat tempat tersebut telah penuh, bahkan segerombolan wanita tengah berkelahi memperebutkan kursi. Itu yang mereka pikirkan. Feng merasa familiar dengan tempat ice cream ini.


Orang-orang di tenda pertama meninggalkan tempat duduk mereka. Feng membuka kursi dan Kevin duduk di kursi tersebut. Begitupun kepala desa. Mereka terfokus melihat tontonan gratis tersebut.


"Bukankah, anda mengenal mereka, mr. Khoo?" tanya Kevin, dia ingat wanita yang sedang berkelahi adalah Sea dan Astrid dengan anak kecil yang dipeluknya. Kevin tersenyum melihat Sea memberi pelajaran kepada wanita-wanita menor itu.


Wanita pemberani dan menarik!


"Anda benar, Sea selalu di bully oleh istri Alung, jawab Eddie. Dia memang telah mengenalkan Alung kepada Kevin, agar Alung tidak membuat masalah. Makanya dia di beri tanggung jawab mengamankan project.


Awal pembangunan gudang, Alung yang tidak di beri tugas merasa di rendahkan. Dia menghasut warga untuk mendemo.


🍒🍒🍒


Pekanbaru


291022

__ADS_1


10.42


__ADS_2