
Setelah Feng pergi Astrid masih merenungi yang terjadi. Astrid menyesali perlakuan kasar Feng. Astrid tidak menyangka jika Feng tega memperlakukannya seperti itu. Astrid tidak mau lagi diperlakukan kasar oleh Feng meskipun Astrid mencintainya. Apalagi tuduhan Feng kepada Astrid yang berselingkuh dengan Collin.
Astrid ingin keluar dari apartment Feng. Namun, dia tidak memiliki tempat tujuan, gaji yang yang diterima Astrid belum cukup untuk dia membayar sewa rumah.
Astrid akan meminta bantuan Collin sepulang kerja. Sore selesai bekerja Astrid langsung ke Venitia, sebenarnya kantor Fresh from the Sea lebih dekat ke rumah Su Yi dibandingkan apartment Feng.
"Collin! Apa kau di rumah?" teriak Astrid memanggil Collin. "Collin!" ulang Astrid lagi sambil mengedor pintu rumah Collin. Astrid melihat bahwa mobil Collin masih terparkir di halaman rumahnya.
"Sebentar!" teriak Collin dari dalam rumah. Tidak lama berselang pintu dibuka.
"Astrid!" sapa Collin saat melihat Astrid di depan rumahnya.
"Collin!" panggil Astrid, dia lega Collin memang belum berangkat kerja.
"Astrid, ada apa? Apa kau baik-baik saja?" cemas Collin. "Ayo, masuk!" ajak Collin. Astrid duduk di kursi tamu Collin. Collin mengambilkan minuman di dalam.kulkas dan menyerahkannya kepada Astrid.
"Aku ingin kau membantuku, Collin," ucap Astrid penuh harap.
"Katakan saja, bukankah aku telah memgatakan bahwa aku akan menikahimu, jika kau setuju," ujar Collin menenangkan Astrid.
"Terima kasih, aku tidak perlu kau benar-benar menikahiku, hanya pura-pura saja, jika Feng atau warga Venetia bertanya. Aku juga butuh tempat tinggal hanya saja--." Astrid menjeda kalimatnya. Dia malu untuk mengatakannya.
"Hanya saja apa?" tanya Collin penasaran.
"Aku tidak memiliki cukup uang," cicit Astrid.
"Tidak apa-apa, ada rumah kontrakan yang kosong diujung jalan, rumah nyonya Lau, aku akan menanyakannya. Kau bisa pindah nanti ke sana," saran Collin.
"Berapa biayanya?" tanya Astrid. Dia harus memastikan uangnya cukup untuk itu.
"Kau jangan khawatir, aku rasa tidak akan mahal, kau tenang saja," ujar Collin. Dia kasihan dengan Astrid. Seharusnya Collin menerima pernyataan cinta Astrid sehingga Astrid pasti akan mau tinggal bersamanya. Dan tidak mengalami nasib seperti ini. "Bagaimana kabar nenek Su Yi?" tanya Collin.
"Besok dokter akan memeriksa kondisi nenek lagi. Jika memungkinkan maka dalam waktu dekat nenek telah boleh keluar. Hal itu juga membuat aku harus segera mencari rumah sewa sementara sampai rumah kami selesai dibangun," terang Astrid.
"Semoga saja nenek Su Yi cepat keluar dari rumah sakit. Selena dan Hope, bagaimana kabar mereka?" Collin memang telah diberitahu Lilian bahwa mereka telah bertemu Hope.
"Soal Hope, dia di culik, mr. Kwok dan Feng sedang mencoba mencarinya," cetus Astrid.
"Apa? Bagaimana bisa?" kaget Collin.
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu seperti apa," ucap Astrid. "Apa kau akan berangkat bekerja?" tanya Astrid lagi.
"Ya, kau tahu pertandingan judi se-Asia telah dimulai dan kami sangat sibuk. Idolamu Queen of Gambler telah muncul dan ikut bertanding," terang Collin.
"Aku rasa penculik Hope, ada diantara yang terlibat dalam pertandingan," curiga Astrid.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?" heran Collin.
"Karena Selena adalah Queen of Gambler, tadinya dia ingin mengundurkan diri. Namun, penculik Hope meminta dia kembali bermain dan kalah di babak final," ungkap Astrid. Saat Feng memberitahu tentang penculikan, Astrid langsung menghubungi Selena dan menanyakannya secara langsung.
"Apa? Pantasan Sea bisa bermain judi dan dengan mudah mengalahkan para pemain amatiran di City of Dreams," puji Collin sekaligus tidak percaya.
"Makanya, aku sangat penasaran, siapa yang menculik Hope?" Astrid kembali meminum air.
"Apa, nona Rachel dalang dibalik penculikan Hope?" tebak Collin.
"Siapa Rachel?" tanya Astrid.
"Sepupu, Bos," jawab Collin.
"Maksudmu sepupu mr. Kwok?" jika dia sepupu mr. Kwok, kenapa dia tega sekali menculik keponakannya sendiri?" heran Astrid. Dia saja yang bukan Bibi dari pihak keluarga Hope sangat mencintai Hope. Apalagi keluarganya.
***
Collin masih mengawal jalannya pertandingan judi se-Asia. Sejak Collin memgertahui bahwa Selena adalah Queen of Gambler, dia semakin kagum dengan Selena dan semakin sadar diri bahwa dia tidak boleh lagi menyukai Selena.
Pertandingan telah berlalu selama sepuluh hari. Para peserta yang telah gugur masih tetap menyaksikan babak selanjutnya.ereka sangat antusias, apalagi dengan kembalinya Queen of Gambler.
Sesuai janjinya kepada Astrid, Collin bertanya kepada nyonya Lau, tentang salah satu rumah kontrakannya yang kosong. Bersyukur rumah sewanya masih belum ditempati orang.
"Buat siapa, Collin?" tanya nyonya Lau.
"Untuk Astrid dan nenek Su Yi sampai rumah mereka selesai dibangun," jelas Collin.
"Oh, selama ini mereka tinggal di mana?" tanya nyonya Lau.
"Nenek Su Yi masuh dirawat di rumah sakit dan Astrid menumpang di rumah temannya," bohong Collin. "Biayanya akan aku kirimkan ke rekening, nyonya Lau," sepakat Collin. Dia tidak ingin berlama-lama berbicara dengan ibu-ibu desa Venetia karena akan menjadi gosip bagi ibu-ibu tersebut.
Collin mengirimkan pesan kepada Astrid bahwa rumah nyonya Lau telah dia sewa untuk Astrid dan Su Yi.
__ADS_1
***
Astrid tengah berada di rumah sakit, dia menunggu dokter memberitahu hasil pemeriksaan Su Yi. Dokter mengeluarkan medical check up Su Yi.
"Jadi nenek Su Yi sudah boleh pulang besok," info Dokter setelah menjelaskan riwayat kesehatan Su Yi.
"Terima kasih, Dok," ucap Astrid bahagia.
"Tetap pastikan nenek anda teratur meminum obatnya," tambah Dokter mengingatkan Astrid.
"Baik," jawab Astrid mantap.
Tapi, bagaimana dengan rumah sementara untuk mereka tinggali?
Tepat pesan dari Collin masuk dan memberitahu bahwa rumah sewa nyonya Lau telah bisa mereka tempati. Astrid senang masalhnya satu persatu terpecahkan.
"Bagaimana hasilnya, Astrid?" tanya Su Yi ketika Astrid masuk ke dalam kamarnya. Dia telah merasa bosan tinggal di rumah sakit. Meskipun fasilitas rumah sakit sangat mewah karena kamar yang di tempati Su Yi adalah VVIP.
"Besok, nenek telah bisa pulang," ungkap Astrid sambil memeluk neneknya.
"Syukurlah. Tapi kita akan tinggal dimana?" bingung Su Yi. Dia tahu rumahnya masih dibangun.
"Kita akan menyewa rumah nyonya Lau," balas Astrid. "Bagaimana menurut, Nenek?" tanya Astrid, takut Su Yi tidak suka.
"Benarkah? Nenek senang karena tidak terlalu jauh dari rumah kita," ujar Su Yi.
"Nenek, aku akan pulang dulu. Besok aku akan izin agar bisa membawa nenek pulang," jelas Astrid.
Astrid mengemasi barang-barangnya. Besok dia akan langsung membawa tas dan meninggalkan apartmen Feng. Astrid menyembunyikan tas di dalam lemari. Agar saat Feng ke kamarnya, dia tidak curiga.
🍒🍒🍒
Semangat Astrid, tinggalkan saja Feng.
Jangan lupa nyawer ya🤭
Pekanbaru
301122
__ADS_1
15 48