One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
ONS in Dubai Menghasilkan Hope?


__ADS_3

Bel apartment Selena berbunyi, Selena keluar dan membukanya. Kali ini dia memastikan siapa yang berada di luar. Melihat Kevin yang membunyikan bel, entah kenapa jantung Selena menjadi berdebar-debar. Kevin memakai kemeja putih dan mantel warna putih. Selena sengaja tidak membukakan pintu. Dia ingin berlama-lama memandang wajah Kevin.


Tampan. Senyum Selena mengembang, apa sebaiknya terima saja ajakkan menikah pria itu? Bagaimana jika keluarga pria tersebut tidak setuju dengannya? Bel berbunyi lagi, Selena masih asik memandang wajah Kevin.


"Kenapa kau tidak membukakan pintu," tegur Lilian di belakang Selena, membuat Selena terkejut.


"Lili, kau membuatku terkejut," kesal Selena. Lilian mengintip, ternyata Kevin yang berada di luar.


"Tampan, berdo'alah agar keluarganya dan paman merestui kalian," sindir Lilian. "Apa kau masih ingin memandang wajahnya? Jika tidak aku akan membukakan pintu untuknya?" ejek Lilian lagi.


"Ish, kau ini," ucap Selena dengan wajah merah, menahan malu.


Kenapa harus ketahuan Lilian, sih?


"Yakin, kau tidak ingin memandangnya lagi?" tanya Lilian sebelum membukakan pintu. Selena pergi meninggalkan Lilian. Dia akan memakai sepatu dan jam tangannya.


"Kalian sudah siap?" Tanya Kevin, dia pun menyapukan pandangan mencari Selena.


"Tenang saja sebentar lagi dia keluar," ejek Lilian. "Kalian berdua sama saja, seperti tidak akan bertemu saja," lanjut Lilian. Kevin hanya tersenyum ramah.


Apa maksud Lilian?


Selena keluar dari kamar, dia memandang Kevin, begitupun dengan Kevin. Mereka saling memandang.


"Apa kalian janjian memakai pakaian seperti couple?" Ejek Lilian, saat melihat Selena memakai dress putih berbahan sifon lengan panjang dengan model kerah.


"Lili! Kami tidak janjian," Gerutu Selena dari tadi Lilian selalu menyindirnya.


"Ya, ya, terserah saja, aku telah menghubungi Collin, Su Yi di rawat di rumah sakit Venetia," jelas Lilian. Mereka keluar dari unit aprtment Selena.


"Di mana unitmu?" tanya Selena basa-basi.


"Ini," tunjuk Kevin pada unit di samping unit Selena.


"Kenapa kau bertanya, apa kau berencana, diam-diam ke kamarnya?" tuduh Lilian. Selena melototkan mata pada Lilian. Lilian hanya mengedikan bahunya dan terus berjalan mendahului pasangan itu.


"Tidak usah diam-diam, aku dengan senang hati mempersilahkannya." Lirik Kevin kepada Selena.


Kenapa aku harus salah tingkah di depannya?


Kevin meraih jari tangan Selena dan menggengamnya. Selena mencoba melepaskannya. Namun, Kevin memegang erat. Akhirnya Selena membiarkan saja tangannya di genggam Kevin.


Mereka berjalan menuju parkiran.


"Sebaiknya kalian naik mobilku saja," tawar Kevin. Selena langsung melepaskan tangan Kevin begitu mereka sampai di depan mobil Kevin.


"Baiklah," jawab Lilian. Dia cukup tahu diri dengan membuka pintu belakang, membiarkan Selena di depan bersama Kevin.


"Terima kasih," ucap Selena saat Kevin mbukakan pintu untuknya.


Lilian memalingkan wajah jengah melihat kebucinan mereka.


Kevin menuju rumah sakit Venetia. Sesampainya di sana, Collin telah menunggu mereka. Collin melihat Sea yang telah berubah, dia menjadi semakin cantik.

__ADS_1


Kenapa bos juga ada di sini?


"Bos! Anda juga ikut," sapa Coฤบlin kepada Kevin.


"Ya," jawab Kevin singkat.


Sejak kapan mereka jadi akrab?


Setahu Collin, Kevin tidak pernah menatap Selena sebagai Sea seperti saat sekarang.


Apa telah terjadi seauatu di antara mereka?


"Oh, Kau telah kenal dengan Kevin?" tebak Lilian karena mendengar Collin menyapa Kevin dengan sebutan bos.


Apakah Kevin Bosnya?


"Ya, dia pemilik City of Dreams Casino, tempatku bekerja," terang Collin.


"Kalau begitu, aku tidak perlu memperkenalkan kalian," ujar Lilian.


"Apa kabar, Sea?" tanya Collin.


"Baik, panggil Selena saja," jawab Selena kikuk karena terus terang dia merasa tidak mengenal Collin.


"Sebaiknya kitw langsung saja ke ruang rawat inap nenek Su Yi," ajak Collin.


Mereka menuju ke kamar rawat inap Su Yi.


"Mereka tidur di rumah sakit. Aku telah menawarkan mereka untuk tinggal di rumahku. Tapi, kau maupun Astrid tidak mau," jelas Collin.


"Terima kasih, atas tawaranmu," balas Selena.


Collin sedikit kecewa karena Selena yang dia kenal, tidak seramah saat menjadi Sea. Collin juga penasaran kenapa Kevin ikut, ada hubungan apa di antara mereka?


"Aku penasaran dengan sesuatu," bisik Collin ke telinga Lilian.


"Tentang apa?" tanya Lilian yang juga berbisik di telinga Collin.


"Kenapa bosku, juga ikut dengan kalian?" tanyanya. Mereka masih berbisik-bisik.


Selena dan Kevin yang berjalan di belakang mereka menjadi heran.


Kenapa mereka berbisik-bisik?


"Aku telah memecahkan teka-teki siapa ayah Hope," bangga Lilian.


"Siapa? Jangan katakan bahwa dia adalah bosku!" ejek Collin. Karena itu akan sangat aneh menurutnya. Sepanjang yang Collin lihat Kevin beberapa kali bertemu Sea.


Kenapa dia tidak mengenal Sea? Jika Hope adalah anak mereka? Benar-benar aneh dan membingungkan.


"Sayang sekali, itu benar." Lilian menganggukan kepalanya. Collin benar-benar dibuat terkejut dengan berita ini.


"Bagaimana bisa?" tanya Collin lagi penasaran.

__ADS_1


"One Night Stand in Dubai," ejek Lilian. Dia melirik ke belakang. Selena melihatnya dengan tatapan bertanya.


"Jadi cinta satu malam di Dubai dan menghasilkan Hope?" tanya Collin lagi memastikan, agar dia tidak salah memahami.


"Begitulah," ucap Lilian.


Collin hanya diam saja lagi.


"Setelah dari sini, aku ingin memperkenalkan kau kepada mamaku," bisik Kevin kepada Selena. Gantian mereka yang berbisik-bisik. Selena menatap Kevin.


"Aku belum siap," tolak Selena.


"Harus siap, kita akan menikah, secepatnya." Levin menekankan kata 'secepatnya', agar Selena paham bahwa mereka akan menikah segera.


"Tapi, aku--,"


"Ini kamarnya," ucap Collin memotong pembicaraan Selena dan Kevin. Mereka telah sampai di kamar Su Yi.


Collin membuka pintu dan melihat brangkar yang biasa di tempati Su Yi, telah berubah diisi oleh orang lain. Collin juga mengedarkan pandangan ke seantero ruangan mencari Astrid dan Hope.


"Aku tidak melihat anak kecil?" tanya Lilian.


" Aku juga tidak tahu, biasanya pasien di sana adalah nenek Su Yi," tunjuk Collin ke brangkar.


"Lalu, ke mana mereka?" Selena mulai panik, apakah putranya baik-baik saja?


"Sebentar, aku akan mencaritahu apa yang terjadi, kalian tunggu saja di sini," usul Collin. Dia menuju pos jaga perawat.


"Maaf, Sus, pasien atas nama Su Yi, tidak ada di ruangannya?" tanya Collin panik.


"Maksud anda, dia kabur?" panik perawat.


"Bukan, tempatnya telah digantikan orang lain, apakah dia dipindahkan? Di ruangan berapa?" cecar Collin.


"Oh, saya mengerti, sebentar saya cekan," sahut perawat. Dia mencaritahu di laptop. "Atas nama Su Yi telah di rujuk ke Queen Marry Hospital karena fasilitas di sana lebih lengkap," jelas perawat.


"Teirma kasih." Collin langsung meninggalkan perawat.


๐Ÿ’๐Ÿ’๐Ÿ’


Cie ... Cie, yang mulai kasmaran dan bucin!


Sambil nunggu aku update bisa mampir ke karya temanku ya.


...PERNIKAHAN RAHASIA ANAK SMA 2...



Pekanbaru


141122


18.37

__ADS_1


__ADS_2