
Mereka menuju lantai bawah apartment yang memang memiliki Restoran.
Mereka memesan sarapan dan makan dengan tenang.
"Mama!" Selena terkejut mendengar suara bocah laki-laki tersebut. Dia pikir itu Hope.
"Kenapa?" tanya Erick saat melihat wajah kaget Selena.
"Tidak apa-apa, Papa," tenang Selena. Meskipun jantungnya berdetak dengan kencang. Lilian juga mendengar suara bocah laki-laki yang menyebut 'Mama'. Lilian paham pasti Selena ketakutan jika itu adalah Hope.
Mereka kembali melanjutkan makanannya. Setelah selesai Erick akan berjumpa dengan ketua panitia pertandingan judi se-Asia.
Selena dan Lilian kembali ke apartment, Selena telah membaca pesan dari Kevin bahwa Hope tidak mau ikut ke kantor dengannya. Selena telah membelikan sarapan untuk Hope.
"Sebaiknya kita jujur saja kepada, paman," usul Lilian begitu mereka memasuki apartment Kevin.
"Kau benar, nanti malam, aku akan mencoba berbicara dengan Papa," balas Selena. "Hope!" Selena memanggil Hope.
"Hope, di sini, Mama," sahut Hope dari ruang nonton. Selena menuju dapur dan menyiapkan sarapan untuk Hope yang dia beli tadi.
"Hope, ayo sarapan," ajak Selena. Hope menuju dapur dan memakan sarapannya.
"Mama, hari ini kita ke tempat nenek buyut, 'kan?" tanya Hope.
"Iya, makanya Hope cepat makan, kemudian kita ke rumah sakit," bujuk Selena. "Mama, di ruang tamu bersama bibi Lili, Hope habiskan makanannya," ucap Selena.
"Baik, Ma," balas Hope melanjutkan makanannya.
Selena melangkah menuju ruang tamu, meninggalkan Hope yang sedang makan.
"Lili, aku akan ke rumah sakit, kau mau ikut kami?" ajak Selena.
"Boleh,"
Setelah Hope selesai sarapan, mereka menuju rumah sakit tempat Su Yi di rawat.
"Sebaiknya kita singgah membeli buah dan cemilan untuk Hope dulu," saran Lilian. Membelokan mobil ke parkiran supermarket. Dia turun diikuti Selena dan Hope.
"Mama, Hope mau ini ya?" tunjuk Hope kepada makanan ringan.
"Boleh," balas Selena. Lilian di rak buah-buahan, dia memilih buah-buahan segar.
Setelah puas mereka menuju ke Queen Marry Hospital.
"Astrid!" sapa Selena saat melihat Astrid telah duluan di kamar rawat inap Su Yi.
__ADS_1
"Bibi!" seru Hope dan langsung kembali memeluk Astrid.
"Hope!" Astrid menggendong tubuh Hope dan mencium pipinya.
"Bibi, lihat! Tangan Nenek buyut bergerak," sahut Hope. Astrid menurunkan Hope dari gendongannya. Selena dan Lilian juga segera menuju ke brangkar Su Yi.
Secara perlahan Su Yi membuka matanya.
"Panggil dokter!" teriak Selena. Lilian dengan cepat memencet tombol untuk memanggil dokter. Dokter dan perawat datang kemudian memeriksa Su Yi.
"Syukurlah, akhirnya dia telah melewati masa kritisnya," ucap Dokter setelah memeriksa Su Yi. "Nyonya, apakah anda bisa mendengar dan melihat saya?" tanya dokter kepada Su Yi. Su Yi menganggukan kepalanya.
"Bagaimana, Dok?" tanya Selena.
"Tidak apa-apa, dia belum boleh bergerak dulu, biarkan istirahat. Saya permisi," pamit dokter dan meninggalkan ruangan Su Yi.
"Nenek, istrirahat saja," bujuk Astrid. Dia mencium pipi Su Yi, bahagia karena Su Yi telah sadar.
"Hope!" panggil Su Yi lemah. Hope langsung mendekat ke arah Su Yi. Su Yi memandang Hope dengan terharu, ternyata Hope baik-baik saja.
"Nenek, jangan banyak berbicara dulu," saran Selena. Dia memeluk Su Yi. Sangat berterima kasih karena Su Yi telah menjaganya selama enam tahun ini dan menyelamatkan putranya. Hope juga ikut memeluk dan mencium Su Yi. Su Yi bahagia karena keluarganya masih utuh.
***
Sekretaris perusahaan mempersilahkan mereka memasuki ruangan CEO perusahaan tersebut.
"Bos, Mr. Ekin Cheng telah datang," beritahu sekretarisnya.
"Hallo, mr. Cheng!" sapa Kevin kepada mr. Cheng. "Sialahkan duduk," tawar Kevin lagi. "Magie, buatkan minuman dan makanan ringan," perintah Kevin kepada Magie, Sekretarisnya.
"Mr. Kwok kenalkan ini mr. Erick Young," ucap mr. Cheng memperkenalkan Kevin kepada Erick. Kevin sedikit terkejut karena nama tamunya seperti nama wanita yang dicintainya.
Mungkin hanya kebetulan sama.
Kevin menyalami Erick.
"Kevin Kwok," ujar Kevin.
"Erick Young," ucap Erick.
"Mr. Young, mr. Kwok adalah pemilik City of Dreams Casino, dia juga salah satu pengusaha sukses di Hong Kong, bahkan telah memiliki beberapa cabang usaha di luar negeri," puji Ekin.
"Mr. Cheng terlalu melebihkan," protes Kevin.
"Saya suka dengan anak muda yang kreatif," sahut Erick kagum dengan Kevin.
__ADS_1
"Jadi, mr. Kwok, mr. Young ini adalah Legend of Gambler. Baru kali ini dia menunjukan dirinya lagi setelah bertahun-tahun pensiun," terang Ekin. Legend of Gambler adalah julukan Erick Young di dunia judi.
Kevin memang mengetahui tentang Legend of Gambler. Namun, tidak pernah bertemu dengannya. Kevin termasuk salah satu penggemarnya. Tapi, tidak suka bermain.
"Senang berkenalan dengan anda, mr. Young. Saya tidak menyangka akhirnya saya bertemu dengan anda," puji Kevin.
"Mr. Young juga satu-satunya penghubung kita dengan queen of gambler," terang Ekin.
Magie masuk dan meletakan minuman serta beberapa makanan ringan di atas meja.
"Silahkan diminum," tawar Magie. Kemudian dia keluar dari ruangan Kevin.
"Terima Kasih, Magie," ucap Kevin.
"Saya sedikit penasaran dengan ketidak hadiran queen of gambler selama enam tahun ini, berdasarkan rumor yang beredar dia hanya tiba-tiba menghilang. Apakah terjadi sesuatu kepadanya?" cecar Kevin penasaran.
Erick tersenyum. "Saya tidak bisa memberitahukan tentang hal itu," ucapnya. Kembalinya Selena adalah anugrah bagi Erick, disaat dia telah menyerah.
"Saya mengerti, jadi tahun ini apakah dia akan ikut bertanding?" tanya Kevin lagi. Kevin berharap queen of gambler ikut bertanding lagi karena pasti akan membuat kasinonya semakin diminati orang, tentu saja pundi-pundinya akan semakin bertambah. Jika queen of gambler muncul lagi setelah enam tahun menghilang pasti akan sangat menjadi berita besar di se-Asia. Andai Kevin tahu bahwa queen of gambler adalah Selena Young, akankah dia mengizinkannya?
"Dengan berat hati saya nyatakan--queen of gambler memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia perjudian," ujar Erick.
Ekin Cheng yang mendengar menjadi terkejut. Pria berusia empat puluh lima tahun itu berharap bahwa queen of gambler akan mengikuti pertandingan tahun ini setelah enam tahun menghilang secara misterius.
"Sayang sekali, tapi, dia baik-baik sajakan?" sahut Kevin.
"Apakah tidak bisa dibujuk mr. Young, seperti yang dikatakan mr. Kwok sangat disayangkan sekali. Para penggemarnya telah menantikan permainannya. Tahun ini adalah special karena pertandingan akan disiarkan secara live di stasiun televisi swasta negara Asia yang mengikuti pertandingan. Bahkan promosi acara telah dilakukan beberapa bulan yang lalu," terang Ekin. Dia sangat kecewa, padahal beberapa jurnalis telah berharap akan mendapatkan berita besar ini.
" Ya, dia baik-baik saja. Kita harus menghormati keputusannya, saya minta kalian bisa segera mengklarifikasi dan mengumumkan pengunduran diri queen of gambler," pinta Erick.
๐๐๐
Akhirnya queen of gambler taubat๐คญ
Sambil author lanjut up, kalian semua silahkan mampir ke karya teman author ya.
...BETWEEN QATAR AND JOGJA...
Pekanbaru
251122
13.19
__ADS_1