One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Bantuan Eleanor


__ADS_3

Eleanor masih memikirkan ke mana Sea pergi? Apakah benar dia diculik? atau kembali kepada keluarganya?


Eleanor berharap Sea kembali kepada keluarganya. Eleanor mencoba mulai berpikir kira-kira siapa yang bisa membantunya? Feng tidak mungkin dia repotkan terus-terusan. Nanti Kevin menjadi curiga. Eleanor menimbang untuk memberi tahu Kevin. Kira-kira apa reaksi Kevin?


Anehnya kenapa Kevin tidak bisa mengenali Sea sebagai Selena Young, jika mereka pernah behubungan, dalam pikiran Eleanor, Selena Young adalah kekasih Kevin.


Eleanor memutuskan pergi ke rumah sakit tempat Su Yi di rawat. Dia melihat Astrid tengah terduduk di pintu ruang inap Su Yi. Astrid seperti menangis.


Apa yang terjadi dengan mereka?


"Bibi, jangan menangis," bujuk Hope. Astrid memandang Hope dan kemudian memeluk bocah itu. Untuk memberi kekuatan pada dirinya.


"Apa yang harus Bibi, lakukan Hope?" tanya Astrid. Dia melonggarkan pelukan dan menatap Hope. Hope hanya menatap Astrid tidak mengerti.


Sea kau di mana? Apa yang harus aku lakukan?


"Astrid, Hope! Apa yang terjadi?" tanya Eleanor saat telah sampai di dekat Astrid.


"Nenek baik hati, bantu Bibi, dia dari tadi menangis terus," adu Hope kepada Eleanor. "Hope tidak nakal, tapi Bibi tetap saja menangis," lanjut bocah itu.


"Apa kalian sudah makan?" tanya Eleanor lagi. Dia akan mengajak mereka makan sehingga Astrid bisa bercerita. Astrid hanya diam, dia masih terisak.


"Belum, Nenek baik hati," jawab Hope.


"Kalau begiti, ayo kita makan dulu," ajak Eleanor. Dia menarik tangan Astrid agar berdiri. Astrid hanya pasrah dan mengikuti Eleanor. Astrid mengusap air mata dengan tangannya. Melihat itu Eleanor memgeluarkan tissu dari tasnya.


"Ini! Ambillah." Eleanor menyerahkan tissu kepada Astrid.


"Terima kasih," ucap Astrid masih sesegukan. Dia mengambil tissu yang diberikan Eleanor.


Mereka ke luar dari rumah sakit menuju parkiran.


"Silahkan, masuk." Eleanor membuka pintu mobil, agar Astrid dan Hope bisa masuk.


Mereka menuju Restoran mewah, sepanjang perjalanan Astrid hanya diam. Eleanorpun menghormati dan membiarkan Astrid dengan pikirannya dulu. Mungkin setelah makan Astrid mau memberitahu apa yang terjadi?

__ADS_1


Hope memperhatikan Restoran tersebut, bangunannya sangat bagus. Mereka memasuki Restoran. Eleanor meminta ruangan VIP, agar Astrid bisa tenang bercerita nantinya.


"Kalian mau makan apa?" tanya Eleanor. Setelah pelayan memberikan daftar menu.


"Terserah anda saja. Nyonya," pasrah Astrid.


"Bagaimana dengan Hope?" Eleanor bertanya kepada Hope.


"Hope ingin makan yang enak," balas Hope. Akhirnya Eleanor memilihkan makanan untuk mereka.


Tidak lama pelayan datang menghidangkan pesanan mereka. Hope bahagia dengan menu yang ada di atas meja. Dia memakannya dengan lahap. Eleanor bahagia melihat Hope banyak makan. Hope makan seperti telah lama tidak bertemu makanan.


"Apa Hope suka dengan makanannya?" Hope mengangguk cepat.


"Hope suka karena beberapa hari ini, kami hanya makan sekali saja," jujur Hope. Eleanor memang sudah hampir seminggu tidak bertemu mereka. Eleanor menjadi sedih mendengarnya.


Eleanor membiarkan mereka makan dengan tenang. Setelah makan dia akan kembali bertanya kepada Astrid.


"Astrid, apa yang terjadi?" Mulai Eleanor. Dia menggeser kursi agar dekat dengan Astrid.


"Apa yang harus saya lakukan. Nyonya?" adu Astrid kepada Eleanor.


"Pihak rumah sakit mengetahui jika kami sering tidur di rumah sakit, sementara yang menemani hanya boleh satu orang, saya bingung, kepada siapa menitipkan Hope," curhat Astrid.


"Nenek Su Yi sakit apa?"


"Rumah kami terbakar, Nenek baik hati, kayu yang ada apinya akan jatuh, Nenek buyut tidak mau Hope kena, jadi dia menghadangnya," jelas Hope. Jadi Su Yi terluka karena menyelamatkan Hope. Mereka sangat baik, menolong orang bahkan mengorbankan nyawa sendiri.


Eleanor menimbang apa sebaiknya dia membantu biaya pengobatan Su Yi.


Apa Astrid tidak tersinggung nanti? Dicoba saja dulu.


"Aku akan membayar biaya berobat Nenek Su Yi," putus Eleanor. Astrid senang. Namun, sedikit curiga dengan kebaikan nyonya Kwok. Meskipun mereka sangat membutuhkan bantuan itu. Apalagi Selena telah cukup lama menghilang, uang yang diberikan oleh Selena telah menipis makanya Astrid mulai berhemat. Memangkas jatah makan mereka. Dan tadi pihak rumah sakit komplen dengan Astrid yang menjaga Su Yi dengan Hope selalu ikut tidur di rumah sakit.


Belum lagi mereka meminta untuk membayar minimal setengah dari biaya pengobatan Su Yi. Juga pihak rumah sakit menawarkan jasa perawat sendiri. Uang dari mana?

__ADS_1


"Tapi, Nyonya, saya merasa tidak enak dan maaf kenapa anda begitu baik kepada kami?" Astrid akhirnya bertanya tentang kecurigaannya. Melihat Astrid yang mencurigainya. Eleanor teringat bahwa Feng dan Kevin mengenal mereka.


"Saya ibunya Kevin Kwok, pasti kau kenalkan? Putra saya sedang bekerja sama dengan kalian bukan?"


"Ya, tapi apa hubungannya dengan ini?" heran Astrid.


"Memang tidak ada hanya saja kebetulan saya mengenal kalian dan ternyata kalian juga mengenal putra saya," terang Eleanor.


"Maafkan saya, Nyonya, karena mencurigai niat baik anda," cicit Astrid malu. Seharusnya dia terima saja kebaikan Eleanor. Semoga saja Eleanor tidak tersinggung.


"Tidak apa-apa, itu hal wajar," ucap Eleanor menenangkan Astrid. "saya juga ingin kalian tinggal di rumah saya, untuk Su Yi pihak rumah sakit benar, sebaiknya dia di rawat oleh perawat yang telah memiliki Sertifikat dibidangnya," usul Eleanor. Astrid ragu karena terlalu banyak merepotkan Eleanor.


"Apa tidak merepotkan anda, Nyonya?" ragu Astrid.


"Tidak, saya akan sangat senang karena saya hanya tinggal sendiri, jika ada Hope pasti saya tidak akan kesepian," lanjut Eleanor lagi


Astrid masih menimbang, patutkah dia menerima bantuan dari orang yang baru dikenalnya? Tapi, jika menolak, Astrid ingin meminta bantuan siapa lagi? Collin? Sejak pertengkaran mereka itu saja Astrid masih kaku dan jarang berkomunikasi dengan Collin. Hanya saat mencari tahu ketika Selena pertama kali hilang saja dia menghubungi Collin. Sampai saat ini Astrid belum menghubungi Collin lagi dan Collinpun belum menghubungi Astrid memberi kabar hasil pencariannya.


"Baiklah, sekali lagi terima kasih, Nyonya," putus Astrid. Eleanor bahagia karena Astrid mau menerima kebaikannya.


"Sebaiknya, kita kembali ke rumah sakit dan melunasi biaya pengobatan Nenek Su Yi ... Serta perawat untuk menjaganya," saran Eleanor.


Mereka ke luar dari Restoran dan menuju Rumah sakit.


"Kalau boleh saya tahu, kapan dan di mana terakhir kali Sea pergi?" tanya Eleanor di tengah dia menyetir mobil. Dia membawa mobil dengan perlahan.


"Kira-kira satu bulan lebih beberapa hari, Sea bermain di City of Dreams Casino untuk membiayai pengobatan Nenek," terang Astrid. Dia masih menimbang dan melihat reaksi Eleanor.


Eleanor berpikir jadi Selena mencoba peruntungan agar kembali membawa uang untuk pengobotan Su Yi. Keluarga yang malang.


🍒🍒🍒


Sabar ya, kalau cepat2 ntar tamat donk ceritanya🤭


Pekanbaru

__ADS_1


091122


05.11


__ADS_2