One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Siapa yang Menculik Hope?


__ADS_3

Erick dan Ekin masih di ruangan Kevin. Pesan masuk ke dalam ponsel Kevin dan Erick. Jika Kevin mendapat pesan dari Selena, Erick justru mendapatkan pesan dari Lilian.


"Apa?" teriak Erick dan Kevin tiba-tiba secara bersamaan. Membuat Ekin terkejut. Padahal mereka tadi telah dalam kendali baik karena tidak lagi berdebat. Namun, sekarang kenapa mereka tiba-tiba seperti mendengar kabar buruk?


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Ekin waspada, takut mereka akan kembali bertengkar.


Erick melirik Kevin, begitupun dengan Kevin.


Pasti dia menerima berita tentang Hope yang diculik juga.


"Maaf, mr. Cheng. Saya harus pergi, ada urusan mendadak yang sangat penting," beritahu Kevin kepada Ekin.


"Kau antarkan aku ke apartment," perintah Erick kepada Ekin.


"Tapi aku akan ke City of Dreams, memastikan kembali persiapannya," tolak Ekin.


"Sebaiknya, Papa, ikut denganku saja," ajak Kevin.


Papa? Apa aku salah dengar?


"Ayo," ucap Erick.


"Apa kau--." kalimat Ekin terpotong karena Kevin dan Erick telah ke luar dari ruangan, meninggalkan Ekin. Seolah-olah mereka tidak menganggap keberadaan Ekin.


Sepanjang jalan mereka tetap saja berdebat. Entah itu tentang cara Kevin membawa mobil, yang menurut Erick sangat lambat. Sementara mereka harus segera sampai di apartment.


"Apa kau tidak bisa lebih cepat lagi?" sindir Erick kepada Kevin. "Kau mengemudi seperti orang tua yang sudah sepuh, bukan kau mengemudi seperti siput," ejek Erick memanasi Kevin.


"Ini sudah yang paling cepat, apa Papa ingin kita kecelakaan?" ejek Kevin. "Dan aku membawa orang tua di sampingku," lanjut Kevin menyindir Erick.


"Aku yang sudah tua saja, bisa menyetir lebih dari ini," ejek Erick lagi. Padahal dia memegang gagang di atas pintu dengan kuat. Kevin hanya melirik sekilas.


Padahal dia sendiri telah ketakutan, batin Kevin.


Kevin menambah kecepatan mobil, mobil yang mereka potong menggerutu karena menurut mereka Kevin membawa dengan ugal-ugalan.


Akhirnya mereka sampai di parkiran apartment, Erick keluar dari mobil dan muntah.


"Cih, katanya kurang cepat," sindir Kevin.


"Kau pengemudi terburuk yang pernah aku temui," ejek Erick. Kevin berlari meninggalkan Erick. Dia harus memastikan informasi dari Selena. Erick juga mengikutinya dengan terengah-engah.


Kevin menekan password, apartment Selena.


"Kau tahu password apartment ini?" heran Erick. Tentu saja Kevin tahu karena Selena yang memberitahunya. Dan tanpa Erick ketahui, kadang-kadang Kevin menyelinap ke kamar Selena. Dan pukul lima pagi, Kevin telah kembali ke apartmentnya.


"Tentu saja," balas Kevin.

__ADS_1


"Bagaimana kau tahu?" tanya Erick.


Pasti Selena yang memberitahunya?


"Bukan saatnya kita membahas ini," ejek Kevin. Dia masuk begitu pintu terbuka.


"Kevin!" panggil Selena, matanya telah memerah karena menangis.


"Selena, coba jelaskan?" pinta Kevin.


Erick melihat Kevin yang memeluk Selena menjadi tidak suka. Biasanya putrinya akan memeluk Erick jika dia bersedih ataupun terluka. Sekarang tempatnya telah digantikan oleh Kevin.


"Kami selesai makan siang dan kembali ke apartment. Saat pintu mobil di buka dan baru melangkah, segerombolan orang menyerang kami," terang Selena.


"Paman, ini seperti kejadian enam tahun yang lalu. Mereka sepertinya telah merencanakannya. Aku tidak tahu kenapa mereka bisa tahu Selena adalah Queen of Gambler? Dan Queen of Gambler memiliki seorang putra," jelas Lilian.


Erick melirik Kevin. "Apa kau memberitahu seseorang? Atau jangan-jangan kau sendiri dalang dibalik penculikan Hope?" tuduh Erick.


"Jangan mengada-ngada, apa untungnya bagiku untuk menculik putraku sendiri," hina Kevin.


"Bisa saja karena kau ingin mendapatkan restuku," ejek Erick.


"Papa, ini tidak ada sangkut pautnya dengan Kevin, ini murni tentang pertandingan judi se-Asia," terang Selena.


"Benar, Paman, sesuai permintaan surat kaleng itu. Penculik Hope meminta Selena untuk kembali bermain dan saat final harus kalah," jelas Lilian.


"Apa ada yang mengikuti, Paman? Bisa saja karena dia tahu bahwa Paman, sebagai penghubung Queen of Gambler mereka memata-matai, Paman," curiga Lilian.


"Bisa jadi, tapi siapa?" Entah kenapa Erick mencurigai seseorang yang sering bersamanya.


"Aku akan menyuruh seseorang mencaritahu," putus Kevin. Dia akan menyuruh orang yang ditugaskan untuk mencari Selena dulu.


"Jadi, bagaimana? Apa aku boleh ikut bertanding lagi?" tanya Selena kepada Kevin.


"Hanya itu satu-satunya jalan, sementara ini," pasrah Kevin.


"Papa, daftarkanlah namaku nantinya," ucap Selena. "Astrid dan mamamu, apakah perlu kita memberitahunya?" tanya Selena kepada Kevin.


"Sebaiknya jangan dulu, aku tidak ingin mereka tahu dan menjadi beban pikiran mereka," balas Kevin.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan?" tanya Lilian. Dia berjalan mendekati Selena.


"Aku akan segera menghubungi Feng dan menyuruh orang itu, menyelidikinya," jawab Kevin. Dia meraih tangan Selena, mencoba memberi kekuatan dan ketenangan. "Tenang saja, aku akan memastikan putra kita kembali," ucap Kevin.


"Papa, juga akan memerintahkan seseorang untuk menyelidikinya." Erick menjauh dari mereka dan menuju ke kamarnya. Sedangkan Kevin langsung menghubungi Feng dan menyuruhnya ke Apartment Selena.


***

__ADS_1


"Kami telah mendapatkan anak itu," ujar seseorang.


"Apa kau telah memastikan bahwa suratnya telah sampai ke tangan ibu anak itu?" tanya seorang di seberang sana.


"Saya pastikan, dia telah menerimanya," sahut orang itu lagi.


"Bagus, jangan sampai rencana kita gagal," ucap seorang di seberang sana.


"Tentu saja, ini terkait jutaan dollar yang akan saya hasilkan," jawab orang itu lagi. "Bagaimana dengan anak ini?" tanyanya.


"Pastikan dia tetap aman, sampai pertandingan selesai," orang di seberang sana memutuskan panggilan.


Orang itu melihat ke tempat Hope di sekap. Tidak di sangka Queen of Gambler memiliki anak setelah enam tahun menghilang. Dan ayah anaknya pemilik City of Dreams Casino. Benar-benar pasangan serasi.


Dulu orang-orang sempat berpikir, apakah queen of gambler akan menikah? Mengingat sepak terjangnya di dunia perjudian. Para pejudi pria sering mendekatinya meskipun mereka tidak tahu rupa queen of gambler. Tapi, tetap saja mereka mencoba merayunya. Pesona queen of gambler telah menghipnotis mereka.


Hope melihat orang yang mengintipnya.


"Paman, lepaskan Hope, apa yang Paman inginkan?" teriak Hope meronta-ronta. Posisi Hope dengan tangan terikat ke belakan dan dia di dudukan ke sebuah kursi. Hope mencoba melepaskan diri, membuat kursi bergoyang-goyang kemudian terjatuh.


"Botak!" panggil orang itu. Seorang pria yang dipanggilnya botak langsung menghampirinya.


"Ya, Tuan," jawab si Botak.


"Bantu anak itu, lepaskan ikatannya dan kurung saja dia di dalam kamar itu, kemudian beli mainan agar dia tenang," perintah orang itu. Dia meninggalkan tempat Hope di sekap.


"Baik, Tuan," jawab si Botak. Dia memanggil temannya agar membeli mainan kemudian kembali melepaskan Hope.


"Paman, bebaskan Hope, Hope akan bilang Papa, untuk membayar Paman dengan banyak uang," mohon Hope.


"Sebaiknya kau diam dan berkelakuan baik, agar segera di bebaskan dan bisa bertemu dengan orang tuamu," ancam si Botak. Dia meninggalkan Hope dan mengunci pintu.


🍒🍒🍒


Siapa ya kira-kira dalang dibalik penculikan Hope?


Clue, ini ada unsur politik permainan dalam judi!


Sambil nunggu author up, kalian wajib mampir ya ke karya teman author. Si pasti ga kalah keren donk.


...GAIRAH CINTA KAKAK ANGKAT...



Pekanbaru


291122

__ADS_1


14.57


__ADS_2