One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Orang yang Sama


__ADS_3

Selena merasa tidak nyaman karena perlakuan Eleanor. Belum berkenalan saja sudah mendapatkan perlakuan seperti ini. Apalagi kalau Eleanor tahu pekerjaan Selena adalah seorang pejudi?


Selena merasa gugup karena ini, dalam hidup Selena, tidak pernah membayangkan jika dia akan memiliki anak. Dia pikir dia tidak akan menikah dan selamanya melajang. Ternyata Selena salah, kejadian satu malam yang membuat keperawanannya hilang. Justru berhasil menjadikannya seorang ibu.


Selena penasaran dengan pembicaraan Kevin dan ibunya. Dia dari tadi telah gelisah menunggu, seperti seorang yang sedang menunggu akan dijatuhi hukuman apa? Selena penasaran, apakah Kevin juga memiliki anak dari wanita lain? Jika benar, dia harus segera menolak ajakan menikah Kevin.


Selena mencuri-curi dengar pembicaraan Kevin dan ibunya. Tidak pernah Selena melakukan hal tidak terpuji ini. Sedikit banyak yang Selena dengar adalah Eleanor tetap tidak setuju dengan permintaan Kevin untuk menikahinya.


"Siapa kau?" tanya seorang wanita dari balik punggung Selena. Selena terkejut dan membalikan tubuh menghadap wanita tersebut.


"Maaf, aku--"


"Sea!" potong wanita tersebut langsung memeluk Selena. Selena yang tidak kenal hanya membiarkan saja wanita itu memeluknya. "Apa nyonya Eleanor yang menemukanmu?" tanya Astrid. Dia pikir Eleanor yang menemukan Selena.


Selena memperhatikan anak kecil yang bersembunyi di belakang Astrid. Namun, dia belum bisa melihat wajahnya.


"Kau siapa?" tanya Selena akhirnya karena dia merasa bingung dengan wanita di depannya.


"Kau bukan Sea?" heran Astrid.


"Apa kau Astrid?" tanya Selena memastikan.


"Ya. Hope ini Mamamu," tunjuk Astrid kepada Selena. Hope mengintip sedikit dari belakang Astrid. Dia menatap Selena, Selena pun merasa kikuk karena dia merasa masih belum memiliki anak. Hope ragu karena wanita di depannya seperti wanita di Mall, pakaiannya modis, sedangkan Selena yang dikenal Hope, hanya berpakaian sederhana.


"Hope!" panggil Selena, dia mencoba mengakrabkan diri.


"Mama!" seru Hope, dia langsung memeluk Selena dengan erat. "Mama, kenapa pergi lama?" cerocos Hope.


Merasakan pelukan hangat Hope, jiwa keibuan Selena terbangkitkan. Dia jongkok dan membalas pelukan Hope.


"Mama, tidak akan meninggalkan Hope lagi," jelasnya.


"Benarkah?" ucap Hope bahagia.


"Tentu saja," balas Selena. Hope mencium wajah Selena dengan antusias.


"Hope janji, tidak nakal lagi, Mama," janji Hope kepada Selena.


"Kau ke mana saja, Sea. Apa terjadi sesuatu?" todong Astrid.


"Aku--,"

__ADS_1


"Kalian!" teriakan Eleanor memotong pembicaraan mereka. Eleanor melihat Hope tengah memeluk Selena. Kevin yang mengikuti Eleanor juga terkejut saat melihat Hope dan Astrid berada di rumah Eleanor.


"Ada yang bisa menjelaskan ini?" serempak Kevin dan Eleanor. Sebenarnya Kevin ingin penjelasan dari Eleanor, tentang keberadaan Astrid dan Hope di rumah mamanya. Sementara Eleanor penasaran dengan Hope yang memeluk Selena.


Hope melihat Eleanor dan berlari memeluk Eleanor. "Terima kasih, karena Nenek, telah membawa Mama," ucap Hope.


"Apa? Mama? Bagaimana bisa?" heran Eleanor.


Selena dapat melihat perubahan wajah Eleanor yang tercengang.


"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa Hope dan Astrid bisa berada di rumah, Mama?" todong Kevin kepada Eleanor.


"Apa kau Selena Young?" tanya Eleanor kepada Selena. Selena hanya menganggukan kepalanya.


"Kau tidak bilang jika dia Selena Young," hardik Eleanor kepada Kevin. Dia memukuli Kevin.


"Mama sendiri yang tidak memberiku kesempatan untuk memperkenalkannya," bela Kevin. Karena selama perdebatan mereka. Eleanor tidak membiarkannya untuk mmeperkenalkan Selena. "Dan Mama, bagaimana Mama tahu tentang Selena Young dan bagaimana Astrid dan Hope bisa tinggal di sini?" cecar Kevin.


"Paman, jangan memarahi Nenek!" tegur Hope membela Eleanor.


"Tidak, Papa, tidak marah padanya," balas Kevin. Eleanor dan Astrid tercengang karena Kevin telah mengetahui bahwa Hope adalah putranya.


"Papa?" heran Hope. Dia memandang Kevin kemudian Selena.


"Asyik, Hope punya Papa!" teriak Hope bahagia. Dia langsung memeluk Kevin. Kevin merasa bersalah karena tidak mengenali Selena saat itu. Kevin teringat saat bertemu Hope dengan pakaian lusuh.


"Apa kau benar Selena Young atau Sea?" Eleanor mendekati Selena dan menatapnya. Selena menjadi salah tingkah.


"Ya," balas Selena.


"Kenapa kau menghilang dan meninggalkan putramu?" selidik Eleanor.


"Maaf, sebenarnya saya mengalami kecelakaan dan ingatan saya tentang saya adalah Selena Young telah kembali--hanya saja saya tidak ingat saat menjadi Sea," terang Selena.


"Jadi kau tidak kenal Astrid maupun Hope?" heran Eleanor.


"Tidak. Namun, saya sering bermimpi tentang mereka. Makanya saya mencaritahu tentang enam tahun saya yang hilang dan sampailah saya bertemu Kevin dan Collin," lanjut Selena. Eleanor dan Astrid menganggukan kepala tanda mengerti.


"Mama sendiri kenapa bisa bertemu dan mengetahui jika Hope adalah anakku dan Selena?" tanya Kevin.


"Itu karena sekitar satu bulan yang lalu, saat Mama check up rutin, tanpa sengaja Hope menabrak Mama, dan kalian bisa lihat jika wajah Hope sangat mirip Kevin, Mama curiga dan memutuskan untuk menyelidikinya dan melakukan test DNA. Kau tahu? Hasilnya positif dia anakmu," beber Eleanor.

__ADS_1


"Jadi, saat Mama bilang tentang anak--maksudnya itu Hope? Dan wanita yang Mama mau aku nikahi ibunya Hope?" tanya Kevin. Lelah berdebat dengan Eleanor ternyata tujuan mereka sama, yaitu memberikan keluarga utuh untuk Hope.


"Tentu saja," balas Eleanor.


"Kalau begitu clear, Mama akan mengizinkan kami menikah,? sahut Kevin.


"Tentu saja, bagaimana denganmu Selena, apakah kau mau menikahi Kevin?" balas Eleanor.


"Tentu saja, dia mau," kesal Kevin. Pertanyaan macam apa yang dilemparkan oleh ibunya.


"Siapa tahu dia hanya terpaksa karena kalian telah memiliki anak?" ungkap Eleanor. Kevin memandang Selena, agar Selena memberikan jawaban yang memuaskan. Tapi, Selena hanya diam, karena sebenarnya dia pun ragu. Belum lagi ayahnya, bagaimana memberitahu Erick Young tentang pernikahan Selena dan juga tentang keberadaan Hope.


"Mungkin kami akan saling mengenal lebih dulu, dan menikahnya nanti saja, setelah kami merasa yakin," putus Selena. Kevin tidak percaya dengan jawaban Selena. Dia sangat kecewa, padahal tadi di mobil Selena mau menikah dengannya. Lalu, kenapa sekarang berubah


"Tidak, Selena, kau tidak boleh merubah keputusanmu," tolak Kevin.


"Aku hanya tidak ingin kita tergesa-gesa," sahut Selena.


"Enam tahun, itu bukan waktu yang singkat," ejek Kevin.


"Tapi, bagiku kejadian itu baru terjadi satu bulan yang lalu," hardik Selena. Karena Selena merasa dia baru mengalami kejadian di Dubai satu bulan lebih dan saat bangun dia merasa masih dalam pertandingan judi se-Asia.


"Bagiku tidak perlu waktu lama, jika sudah merasa cocok kenapa harus memikirkan lagi? Kau bahkan juga menikmatinya," sindir Kevin. "Dan semalam jika aku tidak salah ingat, kau--"


"Sebaiknya kita tinggalkan mereka," potong Eleanor menarik tangan Astrid dan Hope. Dia tahu pembicaraan yang akan dibahas adalah hal dewasa.


"Jika kau tidak bersedia menikah dalam waktu dekat, maka aku akan mengambil Hope," ancam Kevin saat Eleanor telah pergi.


🍒🍒🍒


Hah, akhirnya!


Sambil menunggu author up bab baru, cus mampir ke karya teman author ya. Pastinya ga kalah seru.


...PAINFULL LOVE...


...( CINTA YANG MENYAKITKAN )...



Pekanbaru

__ADS_1


161122


14.59


__ADS_2