
Setelah kejadian malam yang menurut Astrid memalukan. Astrid berusaha menghindari Feng, baik di rumah maupun di kantor. Beruntung Feng jarang di kantor Fresh from the Sea. Feng lebih banyak di kantor pusat.
Astrid akan berangkat lebih pagi dan tetap menyiapkan sarapan untuk Feng. Astrid sengaja pergi bekerja lebih pagi, agar Feng tidak menawarkan untuk mengantarnya.
Feng bangun seperti biasa dan melakukan ritual untuk ke kantor. Setelah selesai Feng keluar dari kamar. Feng melewati kamar Astrid, Feng tergoda untuk membukanya. Terkunci, apakah Astrid telah pergi seperti biasa? Astrid memang selalu mengunci pintu kamarnya baik saat dia berada ataupun tidak berada di kamarnya.
"Astrid!" panggil Feng, berharap Astrid belum pergi. Berkali-kali Feng memanggil Astrid. Namun, pintu juga tidak terbuka.
Sepertinya dia telah pergi?
Feng mengingat kembali saat setelah mereka bercinta. Astrid langsung menghilang. Paginya, Astrid tengah memasak untuk sarapan mereka.
"Aku ingin kau pindah ke kamarku," tawar Feng, dia duduk di meja makan dan menyaksikan Astrid yang sedang memasak.
"Kenapa?" tanya Astrid datar. Dia mencoba untuk tidak gugup dan malu. Astrid sadar dia terlalu nekad dan sekarang dia seperti menggali kuburan sendiri. Andaikan dia bisa mengendalikan diri semalam. Mungkin mereka tidak akan secanggung ini.
Astrid tidak tahu apa nama hubungan mereka ini. Friend with benefit?
Mengingat mereka memang saling menguntungkan. Astrid membutuhkan tempat tinggal dan Feng membutuhkan patner ***.
"Karena aku ingin kita tidur bersama setiap hari," ucap Feng. Rasanya dia ingan memeluk Astrid. Tapi, Feng tahu Astrid masih malu.
"Aku tidak mau, bukankah sesuai kesepakatan aku hanya menggantikan wanita itu dan bukankah, dia hanya datang di tanggal kemarin?" elak Astrid.
"Aku memperlakukanmu berbeda, tidak sama dengan wanita itu," kesal Feng dengan penolakan Astrid.
"Kenapa?" Astrid penasaran dan dia berharap Feng mengatakan bahwa Feng menyukainya. Astrid masih memunggungi Feng. Meskipun dia bergerak mengambil sesuatu. Namun, posisinya tetap membelakangi Feng.
"Ya, karena kau berbeda dan aku tahu kau bukan wanita seperti Anita," jawab Feng. Astrid menjadi kesal dengan jawaban Feng, karena bukan itu jawaban yang diinginkannya.
"Meskipun aku bukan wanita seperti Anita, tapi, aku telah membuat kesepakatan denganmu--bahwa aku akan menggantikan tugasnya," beber Astrid. Dia meletakan makanan di meja, tepat di depan Feng. Feng menatap mata Astrid. Namun, Astrid menghindarinya.
"Jadi kau tidak ingin pindah ke kamarku?" ancam Feng.
"Tidak--tidak ada alasan untukku, pindah ke kamarmu," kekeh Astrid.
"Kalau begitu, aku yang akan pindah ke kamarmu?" rayu Feng.
__ADS_1
"Aku akan pergi dari apartmentmu," ancam Astrid. Meskipun dia belum tahu harus pindah ke mana? Rumah lama mereka masih tahap pembangunan ulang. Tapi, Astrid sedikit aman karena dia telah memiliki pekerjaan. Mungkin dia bisa mengajukan pinjaman.
"Kau sangat keras kepala," kesal Feng. Dia tidak ingin Astrid pindah dari apartmentnya.
"Sarapanlah, aku telah selesai sarapan." Astrid meninggalkan Feng dan menuju kamarnya.
Sejak saat itu Astrid terkesan menghindari Feng. Feng keluar dari apartment, menuju Kantor pusat. Siang hari Feng baru akan ke Fresh from the Sea.
***
Astrid tengah memeriksa dan mencatat ikan-ikan yang masuk hari ini. Dia memastikan bahwa ikan tersebut benar-benar segar.
Tiga hari lagi mereka akan mengadakan pembukaan. Jadi hari-hari ini mereka sangat sibuk.
"Astrid, ayo, kita ada rapat dengan mr. Li," ajak salah satu teman kerja Astrid.
"Sebentar, sedikit lagi ini selesai," pinta Astrid. Dia masih sibuk menulis laporannya.
"Tidak bisa, harus sekarang. Hanya bagian kita yang belum berada di ruangan rapat. Tim lain sudah siap. Mr. Li, tidak punya banyak waktu karena akan kembali ke kantor pusat," jelas teman satu tim Astrid, bernama Lena.
"Baiklah." Astrid meninggalkan pekerjaannya dan mengikuti Lena menuju lantai tiga, tempat ruang rapat berada.
General manager Fresh from the Sea, kemudian memulai rapat dan mempresentasikan persiapan pembukaan Fresh from the Sea. Sejauh ini persiapan telah rampung sekitar 95%.
"Bagaimana dengan product yang dikirim ke minimarket dan supermarket Fresh from the Sea?" tanya Feng. Setelah General Manager selesai mempresntasikan laporannya. Dan memang sekarang saatnya sesi tanya jawab dan solusi yang akan mereka sepakati.
General Manager melirik Astrid dan Lena.
"Sudah dikirim mr. Li dan mereka juga telah memajangnya," jawab Astrid. Mereka di kantor memang menggunakan panghilan formal.
Fresh from the Sea sendiri telah dibuka secara umum satu minggu yang lalu. Masyarakatpun telah berbelanja ke sana. Namun, untuk oembukaan secara resmi akan dilakukan tiga hari lagi.
"Bagus, pastikan setiap cabang memiliki ketersediaan stock," saran Feng.
Mereka kemudian membahas hal lain yang berhubungan dengan pembukaan Fresh frim the Sea.
"Ingat, pastikan semua sempurna, kalian tahu mr Kwok adalah orang yang perfectinist. Dan dia yang akan memberikan pidato pembukaan, nantinya," lanjut Feng.
__ADS_1
Setelah itu rapat ditutup dan Feng mempersilahkan, semua karyawan untuk pergi. Begitupun Astrid, dia ingin segera pergi karena Feng selalu memandangnya dengan pandangan lain.
Astrid takut rekan kerjanya yang lain curiga, bahwa dia memiliki hubungan dengan Feng. Astrid menyusun buku dan peralatan tulis yang dia gunakan untuk mencatat point-point penting hasil rapat tadi. Karena gugup Feng terus memperhatikannya, padahal Feng tengah berbicara dengan General Manager. Astrid menjatuhkan pena di bawah meja, dia mengambil pena tersebut .
Feng melihat Astrid jongkok mencari pena di bawah meja menjadi khawatir.
"Ayo," ajak Feng kepada General Manager. Feng berjalan mendekati Astrid. Dan benar saja, Astrid mencoba berdiri tanpa melihat bahwa di atas kepalanya meja. Feng meletakan tangannya di tepi meja, agar kepala Astrid tidak kena meja.
Astrid baru menyadari bahwa dia membenturkan kepalanya di tangan Feng. Astrid memperhatikan Feng yang telah keluar dari ruangan bersama General Maneger.
"Astrid, kau tidak keluar," tegur General Manager.
"Iya," Astrid langsung berjalan melewati Feng dan General Manager. Astrid merasakan tangannya ditahan oleh Feng.
"Aku membutuhkanmu malam ini," bisik Feng, dia kemudian melepaskan tangan Astrid. Jantung Astrid berdetak sangat kencang. Beruntung General manger tidak melihat kelakuan Feng.
Astrid berjalan menuruni tangga kembali ke lantai satu. Astrid melanjutkan pekerjaannya kembali. Tak terasa waktu pulang telah tiba. Feng sendiri telah kembali ke kantor pusat.
Astrid pulang menggunakan angkutan umum. Entah kenapa kata-kata Feng tadi mempengaruhinya. Dia ingin cepat sampai di rumah untuk menyambut Feng. Astrid memukul kepalanya karena membayangkan hal aneh. Dia tidak boleh berlaku murahan lagi. Feng harus mendapatkan jatahnya setiap tanggal yang disepakati. Bukan seenaknya saja--saat dia butuh, dia tinggal panggil Astrid, enak saja hidupnya.
Astrid menekan password pintu apartment Feng. Kemudian membuka pintu, Astrid mengganti sepatu dengan sendal rumah.
"Siapa kau?" tanya seorang wanita kepada Astrid. Astrid melihat ke arah wanita tersebut. Seorang wanita hamil.
๐๐๐
Hah, siapa lagi wanita ini. Sedikit intriks buat Feng dan Astrid๐คญ
Silahkan mampir juga ke karya teman author yang gak kalah kecenya.
...DIPERSUNTING TUAN BARUN...
Pekanbaru
271122
__ADS_1
00.00