One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Serangan


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


Saat menolong Selena, Collin terpaksa meminta izin tidak masuk kerja. Collin bekerja di City of Dreams Casino sebagai bandar. Collin membagikan kartu kepada para pemain.


"Apa queen of gambler belum ditemukan juga? ini telah satu tahun berlalu,"


"Belum, lagian sepertinya tidak ada yang mencarinya,"


"Aku rasa, pasti ada yang ingin membunuhnya!"


"Kau jangan sembarangan bicara, lagian bagaimana mau mencarinya?"


"Karena juga tidak ada yang tahu tentang siapa dia, kan?


"Tidak biasanya dia menghilang. Apa lagi baru babak pertama!"


"Anehnya kamera CCTV juga tiba-tiba rusak!"


"Kabarnya, seorang tamu wanita di kapal juga terjatuh, bahkan mayatnya juga tidak ditemukan!"


"Benar-benar kejadian yang aneh dan penuh misteri!"


Rachel bergabung pada permainan, di mana Collin menjadi bandar.


"Oh, miss Rachel, selamat atas kemenanganmu."


"Kenapa kalian baru mengucapkanya? Ini telah berlalu selama setahun tapi terima kasih." Senyum Rachel bangga.


"Apakah kau pernah melihat wajah asli queen of gambler?"


"Kalian sama sepertiku, tidak tahu wajah aslinya dan siapa dia sebenarnya," jawab Rachel.


"Apa kau akan bermain bersama kami?" Khawatir peserta lainnya.


"Kenapa?"


"Kau pasti bercanda!"


"Aku serius!"


"Apa kau ingin membuat kami bangkut?"


"Apa permainan bisa kita mulai?" Collin mengambil langkah agar perdebatan segera berakhir.


"Kevin!" panggil Rachel, saat melihat Kevin melewatinya.


"Rachel!" Kevin menghentikan langkahnya diikuti Feng yang juga tiba-tiba berhenti.


"Tumben kau di sini?" Rachel berdiri dari kursinya. Peserta merasa lega.

__ADS_1


"Bos!" sapa Collin kepada Kevin yang hanya diangguki Kevin.


Di rumah Su Yi


Selena telah diizinkan ke luar dari rumah sakit. Selena menceritakan bahwa Alung mencoba melecehkannya. Membuat Collin dan Astrid geram.


"Dasar tua bangka tidak tahu diri!" Kesal Astrid.


"Nenek Su Yi, keluar kalian!" teriak gerombolan wanita yang  berada di luar.


Su Yi keluar mencari tahu kenapa ramai sekali orang berteriak di luar rumahnya. Sementara Astrid membantu Selena untuk istirahat bersama Collin yang membawakan tas Selena.


"Ada apa kalian ramai-ramai di depan rumah saya dan membuat keributan?" Su Yi melihat Nyonya Lung, istri bos Alung dan para antek-anteknya. Termasuk Kitty Pong, wanita yang melihat bos Alung menggoda Selena.


"Suruh keluar pelacur itu!" Teriak nyonya Lung.


"Siapa yang kau maksud?"


"Tentu saja, wanita yang kalian selamatkan, dia menggoda suamiku, benar, 'kan, Kitty?"


"Benar, saya melihat dia mencoba merayu bos Alung dan menyuruh bos Alung masuk ke rumah saat kalian tidak di rumah!" Kitty Pong mengompori nyonya Lung.


"Jangan sembarangan menuduh, justru bos Alung yang selalu menggoda Sea. Sea tidak akan menyukai pria tua itu?" Sarkas Su Yi. Sekalipun dia baru mengenal Selena. Namun, dia tahu bahwa Selena bukanlah wanita penggoda.


"Usir saja wanita iti dari desa ini!" teriak Kitty Pong lagi.


"Ada apa ini?" teriak Collin yang ke luar dari rumah karena mendengar ribut-ribut di luar.


"Sea tidak menggoda suami anda, nyonya Lung." Collin mencoba menjelaskan.


"Kitty, melihat dengan mata kepala sendiri." Nyonya Lung masih keukeh menuduh Selena menggoda suaminya. Nyonya Lung tidak sadar bahwa suaminya adalah pria yang genit. Sementara Kitty Pong, memberitahu nyonya Lung bahwa Selena mencoba merayu bos Alung agar hidup enak.


"Aku berada di sini saat bos Alung dan anak buahnya mencoba melecehkan Sea!" Collin datang membantu Su Yi. Mereka semua terdiam.


Collin cukup disegani karena bekerja di City of Dreams dan mengenal beberapa orang penting di Hong Kong.


Karena malu, Nyonya Lung dan teman-teman sosialitanya pergi meninggalkan rumah Su Yi. Mereka tidak bisa membuktikan tuduhan mereka.


"Dasar Kitty Pong, dia selalu saja mencari masalah dan membuat hidup orang tidak tenang. Aku yakin dia pasti melebih-lebihkan apa yang dilihatnya." Kesal Astrid.


Selena setelah meminum obat, menjadi tertidur.


"Aku punya berita tentang queen of gambler." Collin tahu Astrid sangat memuja queen of gambler. Meskipun Astrid hanya mendengar ceritanya dari Collin.


"Apakah dia juga memenangkan kejuaraan tahun lalu?" Astrid memang mengetahui tentang kejuaraan judi se-Asia.


"Tidak, pemenangnya justru nona Rachel, sepupu, bosku."


"Kenapa bisa, apakah queen telah kehilangam kemampuannya?" Astrid memang memberikan julukan akrab terhadap queen of gambler dengan sebutan 'queen'.


"Tidak, informasi yang aku dapatkan, dia justru menghilang setelah babak pertama pertandingan," jelas Collin.

__ADS_1


"Menghilang?"


"Ya, menghilang dan tidak ada yang tahu kenapa dia menghilang. Ada yang bilang dia mungkin dibunuh." Astrid menutup mulutnya. Tidak percaya kekejaman yang dilakukan oleh orang tersebut.


"Kalian, sedang membicarakan apa?" Su Yi datang dari kamarnya.


"Tentang queen of gambler yang menghilang saat pertandingan judi." Jelas Astrid. Su Yi duduk di samping Astrid.


"Oh iya. Ada juga seorang wanita yang berada di kapal pesiar yang jatuh ke laut." Collin melanjutkan informasi yang di dapatnya.


"Apakah jangan-jangan ... wanita itu adalah Sea?" Mereka serempak melihat ke kamar Selena, bertepatan Selena ke luar dari kamar. Heran karena mereka memperhatikannya.


"Ada apa? Kenapa kalian memandangku seperti itu?" Selena mengucek matanya yang masih mengantuk.


"Kenapa kau bangun?" tanya Su Yi.


"Aku haus." Selena menuju dispencer dan mengambil air.


"Sea, seabaiknya, kau dengar ini." panggil Astrid. Selena menghampiri mereka, Su Yi menggeser duduknya agar Selena bisa duduk juga.


"Kami kira kau adalah putri orang kaya dan bisa saja kau orang yang jatuh dari kapal Oasis of the Seas," jelas Astrid antusias.


"Apa tidak sebaiknya kau melapor kepada polisi? Agar kau bisa bertemu keluargamu?" Bujuk Su yi.


"Aku mohon nenek, beri aku waktu karena aku takut, terlalu banyak keanehan yang aku alami." Selena tidak ingin menceritakan kepada mereka jika ternyata, dia bisa bela diri.


"Tapi, sampai kapan, Sea?" Kali ini Astrid yang berbicara.


"Apa kalian tidak ingin menampungku lagi?"


"Bukan begitu! Apa kau tidak kasihan dengan Hope? Dia wajib tahu siapa ayahnya." Astrid hanya tidak ingin Selena hidup menderita bersama mereka. Apa lagi jika ternyata Selena memang berasal dari keluarga berada bahkan punya suami kaya. Sayang sekali nasib bayinya.


"Aku juga ingin tahu, hanya saja aku masih ragu," ungkap Selena. Dia takut kecewa dengan masa lalunya. Bagaimana jika dia memiliki suami yang kejam dan ternyata suaminya sendiri yang ingin membunuhnya?


Collin tidak ingin ikut campur karena terus terang diapun tidak ingin Selena mengetahui siapa keluarganya. Hal itu akan membuat kesempatan Collin memiliki Selena tidak ada.


"Sudahlah, sebaiknya kita istirahat saja." Su Yi menengahi, dia melangkah ke kamar.


Collinpun pamit pulang, Astrid mengikuti Su Yi ke kamar. Meninggalkan Selena yang masih terdiam merenung.


🍒🍒🍒


Hi sambil menunggu Selena dan Kevin up, silahkan melipir ke karya teman author ya!


...DENDAM CINTA SANG CASANOVA...



Pekanbaru


251022

__ADS_1


11.48


__ADS_2