One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Kembali ke Hong Kong


__ADS_3

"Bukan, sini saya ceritakan sesuatu." Astrid meminta Eleanor mendekat padanya.


"Apa itu?" bisik Eleanor penasaran. Eleanorpun mendekatkan diri kepada Astrid.


Semoga informasi yang diberikan Astrid bisa menjawab rasa penasarannya.


"Sebenarnya Sea, adalah wanita yang kami selamatkan dan dia mengalami amnesia," ungkap Astrid.


Eleanor akhirnya menarik benang merah bahwa Sea adalah Selena Young. Namun, di mana dia sekarang?


"Apa kalian tidak melaporkan kepada polisi? Siapa tahu keluarganya sedang mencarinya?" tanya Eleanor.


"Itu permintaan Sea sendiri, saat kami menemukannya luka yang dialaminya sangat tidak biasa," jelas Astrid.


"Seperti apa?" tanya Eleanor yang penasaran.


"Dibahunya terdapat jejak tembakan yang meleset dan pingganggnya hampir kena tusukan. Namun, juga meleset," urai Astrid. Eleanor kasihan mendengar cerita itu sekaligus semakin penasaran.


Siapa sebenarnya Selena Young ini? Kenapa seperti ada yang ingin membunuhnya?


"Jadi, dia merasa ada yang mencoba membunuhnya?" tebak Eleanor.


"Sepertinya begitu, makanya dia tidak pernah melapor kepada polisi," lanjut Astrid.


"Lalu, di mana dia sekarang?" tanya Eleanor kembali.


"Entahlah, kami juga merasa aneh, dia tiba-tiba menghilang ...apa dia bertemu keluarganya?" tebak Astrid.


"Bisa jadi, tapi, masa dia tega meninggalkan anaknya?" protes Eleanor.


"Ya, anda benar, Sea sangat menyayangi Hope, jadi tidak mungkin dia nenghilang begitu saja," ucap Astrid. Tiba-tiba pikiran lain muncul dibenaknya. "Apa dia diculik?" Astrid menjadi khawatir.


"Semoga saja tidak, aku akan membantu kalian," putus Eleanor.


"Terima kasih, anda mau membantu kami, Nyonya," ucap Astrid. Dia tidak perlu curiga lagi karena melihat bahwa Eleanor orang yang baik. Dan juga, jika dia memang mau membantu--tidak ada salahnya. karena Astrd juga tidak tahu ke mana lagi meminta bantuan.


***


"Hope, nenek Su Yi, di mana kalian!" racau Selena dalam tidurnya yang gelisah. Dia bermimpi saat menemukan rumah yang sedang kebakaran.


Lilian yang mendengar. Namun, tidak begitu jelas baginya perkataan Selena.


"Selena, bangun," ucap Lilian dengan memukul bahu Selena.

__ADS_1


Selena langsung bangun dan duduk. Dia melihat ke arah Lilian. Mimpi tentang anak kecil ini telah menghantuinya selama lebih dari satu bulan. Sejak hari pertama Selena di Macau.


"Lili, aku harus mencari tahu tentang anak kecil dan dua wanita itu, sepertinya mereka keluarga yang menampungku--," jelas Selena. Dia turun dari ranjang dan menatap jendela kamarnya. "Aku takut mereka mencemaskanku dan pasti mereka merasa aneh dengan--aku yang tiba-tiba menghilang ... kita harus mencari mereka ... bantu aku membujuk, Papa," desak Selena.


Lilian juga tidak tega dengan Selena, Selena benar pasti keluarga itu merasakan seperti dia dan Erick saat kehilangan Selena.


"Baiklah, aku akan membujuk Paman," putus Lilian.


Mereka mencoba berbicara dan membujuk Erick.


"Papa, please, izinkan aku mencari tahu tentang enam tahunku itu," bujuk Selena kepada ayahnya.


"Tidak, Papa tidak ingin kehilanganmu lagi," kekeh Erick. Cukup selama enam tahun dia hidup dengan ketakutan memikirkan keadaan putrinya.


"Paman, apa tidak sebaiknya, biarkan Selena mencari tahu? Keluarga itu pasti kehilangan Selena, seperti kita, Paman," bujuk Lilian.


"Lilian, kita tidak bisa kehilangan Selena lagi," protes Erick.


"Aku juga tidak ingin kehilangan dia lagi, tapi apa kita akan berlaku kejam kepada keluarga yang menampung Selena? Mereka pasti sangat khawatir ... Paman, coba pikirkan perasaan mereka, tidak ada salahnya Selena mencari tahu, setidaknya untuk memberitahu bahwa Selena baik-baik saja," jelas Lilian.


"Benar, Papa, please," rayu Selena, dia memeluk Erick agar Erick memberi izin.


"Biarkan saja, dia pergi." Ibu Lilian juga ikut membantu membujuk Erick.


"Baiklah," putus Erick akhirnya memberi izin Selena dan Lilian untuk ke Hong Kong.


Selena dan Lilian berangkat ke Hong Kong. Mereka menyewa Apartment yang tidak jauh dari City of Dreams Casino. Kebetulan salah satu unit di Apartment itu kosong.


Informasi pengelola gedung jarang unit mereka kosong. Jadi Selena dan Lilian sangat beruntung.


"Bagaimana menurutmu dengan Apartment ini?" tanya Lilian.


"Bagus, aku menyukainya. Apa lagi pemandangannya sangat indah," aku Selena.


"Sebaiknya kau istirahat saja dulu, nanti malam kita bisa mulai mencari di Casino tempat aku bertemu denganmu ... Sebaiknya kita memulainya dari sana," usul Lilian.


"Juga daerah sekitaran pantai, aku seperti merasa akrab dengan pantai," ungkap Selena lagi.


"Baiklah, sekarang aku akan menyusun pakaian dan beristirahat," putus Lilian.


"Aku tidak capek, lebih baik kita mencari makan siang, setelah menyusun pakaian," usul Selena.


"Kau ini--," kesal Lilian. Mereka menyusun pakaian ke dalam lemari. Setelahnya turun untuk mencari makan siang.

__ADS_1


"Mau makan di mana?" tanya Lilian.


"Entahlah, aku juga tidak tahu," ucap Selena sambil mengedikan bahunya.


"Di ujung jalan ini tadi aku lihat ada Restoran bagus, sangat ramai ... bagaimana jika ke sana saja?" usul Lilian.


"Ayo kita ke sana, aku sangat lapar." Selena menarik tangan Lilian. Mereka menuju parkiran. Lilian juga menyewa mobil di sana untuk transportasi mereka dalam mencari keluarga yang menyelamatkan Selena.


Selena memperhatikan bangunan Restoran tersebut yang masih kuno. Begitu masuk pengunjung di sana sangat ramai. Selena menimbang-nimbang apakah mereka bisa kebagian tempat duduk?


Setelah menunggu cukup lama, mereka akhirnya mendapatkan tempat duduk. Aroma masakan tercium di hidung mereka, membuat perut yang lapar ingin segera diisi. Selena dan Lilian memesan makanan mereka.


"Pantasan saja ramai, ternyata makanannya memang sangat lezat," puji Lilian.


"Kau benar, ini sangat lezat." Selena memasukan makanan ke dalam mulutnya. Selena memesan tom yam seafood. Sedangkan Lilian memesan dim sum.


Mereka makan dengan lahap. Setelah selesai makan, Selena dan Lilian duduk sebentar. Selena melihat empat orang pria yang juga memasuki Restoran. Selena kenal dengan salah satunya. Pria itu adalah patner ranjangnya saat di Dubai. Selena memberinya julukan 'Pria Dubai'.


"Lili, sebaiknya kita segera pergi," ajak Selena. Dia menarik tangan Lilian agar segera berdiri.


"Ya, sebentar, aku akan membayarnya dulu," ujar Lilian.


Selena mengambil tissu dan menutup sebagian wajahnya dengan tissu. Tingkah Selena yang aneh justru menarik perhatian Kevin. Lilian telah duluan ke meja kasir untuk membayar.


"Selena!" panggil Lilian cukup keras. Kevin yang mendengar nama Selena di sebut, langsung menoleh ke arah Lilian.


Bukankah itu wanita yang di City of Dreams Casino? Siapa yang dipanggilnya Selena?


Kevin memperhatikan wanita yang mendekati Lilian. Hanya saja Kevin tidak melihat wajahnya. Wanita itu menunduk dan melewati Kevin. Dia menjatuhkan sesuatu?


Setelah membayar Lilian dan Selena keluar dari Restoran. Selena tidak menyadari jika dia menjatuhkan kunci mobil tadi.


Kevin keluar dan ingin memberikan kunci mobil tersebut.


"Nona! Kunci mobil kalian terjatuh," panggil Kevin begitu dia melihat Selena dan Lilian.


🍒🍒🍒


Apakah Kevin dan Selena akan bertemu?


Pekanbaru


081122

__ADS_1


07.23


__ADS_2