One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Hope Bertemu Selena


__ADS_3

"Mama!" panggil Hope kepada Selena. Selena yang tidak tahu bahwa dia telah menjadi ibu tidak mempedulikan panggilan Hope. Dia masih sibuk memilih coklat.


"Mama!" panggil Hope lagi dan dia memeluk Selena dari belakang. Merasa ada yang memeluknya, Selena membalikkan tubuh dan melihat ke belakang. Seorang anak kecil berusia sekitar lima tahun. Pakaiannya lusuh.


"Adik kecil, siapa yang kau panggil mama?" tanya Selena sambil jongkok agar tingginya sama dengan Hope.


"Mama. Hope rindu mama, mama ke mana saja?" cecar Hope. Dia kembali memeluk Selena. Selena hanya membiarkan saja tingkah Hope.


Sepertinya anak ini salah menyangka dirinya sebagai ibunya!


"Siapa anak ini?" tanya Lilian saat membalikan badan dan melihat seorang anak kecil yang memeluk Selena.


"Entahlah, sepertinya dia salah mengenali orang," ucap Selena.


"Selena, ayo kita pergi," ajak Lilian.


"Adik kecil, kau datang bersama siapa?" tanya Selena lagi.


"Sama bibi Astrid dan Nenek baik hati," tunjuk Hope kepada dua orang wanita yang berada di ujung.


"Pergilah ke sana ya, Bibi ada keperluan, Bibi bukan mamamu ... ini uang untuk jajan," jelas Selena sambil mengeluarjan uang dan memberikannya kepada Hope.


"Selena, ayok," ajak Lilian lagi. Dia memperhatikan anak itu, wajahnya mirip seseorang. Siapa ya?


Selena dan Lilian meninggalkan Hope dengan buru-buru. Karena mereka harus ke City of Dreams Casino.


Hope hanya diam memandangi kepergian Selena. Dia menjadi sedih karena Selena tidak mengakui dia sebagai anaknya.


Sementara itu Eleanor baru menyadari jika Hope tidak bersama mereka lagi.


"Astrid, Hope mana?" tanya Eleanor panik. Astrid membalikan badan dan benar saja Hope tidak ada di dekat mereka lagi.


"Hope!" teriak Astrid dengan panik. Dia mengelilingi sekitarnya untuk mencari Hope.


"Sepertinya itu dia," tunjuk Eleanor kepada anak kecil yang berdiiri di ujung mereka. Astrid dan Elenaor berlari menuju arah Hope.


"Hope, kenapa kau pergi dan tanpa memberitahu, Bibi," hardik Astrid. Tapi dia tetap memeluk Hope. Hope hanya diam saja.


"Hope, jika ingin pergi, beritahu kami dulu," nasehat Eleanor.


"Maafkan Hope, Bibi, Nenek baik hati," ucap Hope menyesal. Eleanor merasa risih jika Hope terus-terusan memnaggilnya dengan 'nenek baik hati'.


"Hope, cukup panggil Nenek saja ya, tidak usah Nenek baik hati," tegur Eleanor. Hope hanya menganggukan kepalanya. " Hope mau apa lagi?" tanya Eleanor.

__ADS_1


"Tidak ada," jawab Hope memelas. Dia tidak bersemangat lagi.


"Ayo, kita membeli peralatan mandi dulu," ajak Eleanor. Mereka membeli peralatan mandi untuk Hope dan Astrid.


Selesai berbelanja mereka pulang ke rumah untuk istirahat. Astrid dan Eleanor heran karena Hope tidak banyak bicara dan seperti sedih.


"Hope, apa yang terjadi?" tanya Astrid. Hope melirik Astrid sebentar dan kembali diam.


"Apa Hope menginginkan sesuatu?" tanya Eleanor, sambil menyetir dan melirik sekilas ke belakang.


"Tidak ada," jawab Hope singkat.


Sampai di rumah, Astrid menyuruh Hope untuk mandi sebelum tidur.


Keesokan harinya Hope masih diam dan bertampang sedih. Selesai sarapan pagi Astrid kembali bertanya kepada Hope.


"Hope, apa yang terjadi?" tanya Astrid. Dia jongkok di lantai sementara Hope duduk di kursi ruang nonton.


"Bibi, di Mall kemarin, Hope bertemu mama," ungkap Hope.


"Apa?" Eleanor yang baru memasuki ruang nonton menjadi terkejut. Dia membawa cemilan untuk mereka.


"Hope, tidak salah lihat?" tanya Astrid lagi.


"Tidak, Bibi, Hope bahkan memeluk mama dan mama juga memeluk Hope," jelas Hope.


"Mama tidak kenal dengan Hope, mama bilang Hope, salah orang, Hope yakin itu mama, meskipun pakaiannya berbeda ... Mama sangat cantik," cerocos Hope.


"Apa Hope yakin?" tanya Eleanor memastikan.


"Yakin, lihat ini," Hope mengeluarkan uang dari saku celananya. Uang tersebut memang selalu dibawa Hope karena itu pemberian Selena.


"Siapa yang memberikan uang itu?" tanya Astrid.


"Mama yang memberikannya, dia bilang untuk jajan Hope," ucap Hope. Eleanor merasa sedih pasti orang yang disangka Hope Sea, menyangka Hope anak yang miskin karena semalam pakaian Hope memang masih pakaian lama yang lusuh.


"Hope, mungkin Hope memang salah orang," bujuk Astrid agar Hope tidak sedih.


"Mungkin Bibi benar, nama orang itu Selena bukan Sea seperti nama mama Hope," pasrah Hope. Eleanor yang mendengar langsung yakin jika Sea memang benar Selena Young.


"Hope, nonton sendiri dulu ya, Nenek mau berbicara dengan Bibi dulu," ujar Eleanor. Dia menarik Astrid untuk menjauh dari Hope. Eleanor memutuskan untuk memberitahu Astrid tentang penyelidikannya.


"Ada apa, Nyonya?" tanya Astrid heran.

__ADS_1


"Astrid!" ragu Eleanor, apakah dia harus jujur kepada Astrid.


"Ya!" jawab Astrid dia menatap Eleanor yang ragu.


"Aku telah mengumpulkan penyelidikan tentang Sea dan aku mengambil kesimpulan bahwa Sea adalah Selena Young, kekasih anakku," ungkap Eleanor. Eleanor memang menyangka bahwa Selena adalah kekasih Kevin.


"Apa?" bingung Astrid. Sejak kapan Eleanor menyelidiki tentang Sea?


"Ya, ibu Hope, nama asli Sea sebenarnya adalah Selena Young," jelas Eleanor lagi. Astrid sedikit takut. Jangan-jangan orang yang ingin membunuh Selena adalah Eleanor. Astrid mundur.


"Apa, Nyonya orang yang ingin melenyapkan Sea?" tuduh Astrid.


"Tentu saja tidak," balas Eleanor kesal dengan tuduhan Astrid.


"Lalu?"


"Saya akan menceritakannya padamu ... semua berawal saat Hope menabrak saya, wajah Hope sangat mirip dengan putra saya, Kevin," urai Eleanor.


"Ternyata penilaian saya tidak salah, saya juga merasa Hope mirip dengan mr. Kwok," cerocos Astrid.


"Karena sangat penasaran saya memastikannya, maaf saya lancang, saya mengambil rambut Hope dan melakukan test DNA. Ternyata hasilnya benar Hope adalah cucu saya, anak Kevin," lanjut Eleanor.


"Tapi, jika Sea adalah Selena Young! Mengapa mr. Kwok tidak mengenalinya, padahal mereka sepasang kekasih?" heran Astrid.


"Itulah yang tidak aku pahami, kenapa Kevin tidak mengenali Selena saat mereka bertemu?" jujur Eleanor.


"Apa tidak sebaiknya, kita bertanya kepada mr. Kwok saja?" usul Astrid. Dia mulai berjalan karena capek berdiri.


"Jangan, Kevin tidak suka, jika aku mengusik masalah pribadinya," ujar Eleanor. Kevin memamg tidak suka, apalagi saat Eleanor mencoba menjodohkannya dengan wanita anak teman-temannya.


"Jadi, apa yang harus kita lakukan?" tanya Astrid lagi. Menurutnya solusi yang terbaik adalah bertanya kepada Kevin. Meskipun sangat aneh kenapa Kevin tidak mengenali Selena. Padahal mereka beberapa kali bertemu.


"Aku akan menghubungi Feng, asisten Kevin. Kau bisa menyelidikinya bersama Feng," lanjut Eleanor.


"Tapi, Nyonya, bagaimana pun kita tetap harus memberitahu mr. Kwok bahwa Hope adalah anaknya," bujuk Astrid.


"Tentu saja, aku akan mencari waktu yang pas untuk membicarakan masalah ini dengan Kevin," putus Eleanor


🍒🍒🍒


Jangan lupa koment, like, kembang, kopi dan nonton iklan ya, please!


Pekanbaru

__ADS_1


101122


07.58


__ADS_2