
"Apa yang terjadi?" Selena duduk dan melihat kancing kemejanya terbuka sebagian. Selena membetulkan lagi kancing bajunya. Dia memandang sekeliling dan melihat bos Alung dan Nyonya Lung. Anak buah Alung tidak berani masuk ke dalam.
Nyonya Lung langsung mendekati Selena dan mencoba memukulnya. Selena menangkis tangan nyonya Lung.
"Maaf, Nyonya, kenapa anda memukul saya?" tanya Selena. Masih memegang tangan nyonya Lung.
"Dasar wanita murahan, kau masih bertanya kenapa aku ingin memukulmu, sudah jelas-jelas kau ketahuan menggoda suamiku," cecar nyonya Lung.
"Saya juga tidak tahu ... kenapa saya bisa ada di sini? Tadi seseorang membius saya," jelas Selena membela diri.
"Alah, alasan saja, lepaskan tanganku," perintah nyonya Lung. Selena melepaskannya.
"Bos Alung, anda, harus jujur kepada istri anda, saya tidak pernah berselingkuh dengan anda," ujar Selena menatap Alung, memaksanya untuk mengaku.
"Sayang, dia yang mencoba merayuku, dia bilang dia membutuhkan uang," tuduh Alung. Selena tidak percaya dengan yang barusan didengarnya.
Dasar pria licik, takut istri!
"Terserah jika kalian tidak percaya," kesal Selena, dia keluar meninggalkan ruangan itu. Anak buah Alung hanya pasrah tanpa mampu mencegat Selena lagi.
Begitu di depan lift, Selena merasakan pusing kembali. Selena memegang dinding, mencoba menahan agar tubuhnya tidak roboh.
__ADS_1
Kevin yang melihat Selena seperti akan pingsan langsung memegangnya. Kevin memapah Selena ke dalam lift. Kevin mendudukan Selena di kursi lobby. Dia memesan kamar, entah kenapa melihat kondisi Selena seperti itu dia kasihan juga.
Kevin kembali memapah Selena danย membawanya ke kamar yang di telah dipesan. Kevin membaringkan tubuh Selena di ranjang. Kevin menghubungi dokter kenalannya.
"Aku harus pulang, nanti malam harus melaut," ujar Selena, dia mencoba berdiri. Namun, pandangannya terasa kabur.
"Sebaiknya kau istirahat saja, apa yang terjadi?" tanya Kevin. Dia membaringkan tubuh Selena kembali.
"Aku tidak tahu, aku hanya ingat seseorang membekap mulutku dengan sapu tangan ... setelahnya aku hanya tahu terbangun di kamar saat nyonya Lung marah-marah," jelas Selena.
Kevin memperhatikan apakah wanita yang di depannya ini berbohong?
"Maksudmu, kemungkinan yang melakukannya adalah Alung?"
"Tunggu sebentar lagi, aku telah meminta dokter datang untuk memeriksamu, setelah itu aku akan mengantarkanmu pulang," tawar Kevin. Jadi dia hanya salah paham, Selena bukan wanita murahan?
Tidak lama dokter kenalan Kevin datang dan memeriksa Selena.
"Bagaimana?" tanya Kevin tidak sabaran.
"Dia di bius, tunggu sejam lagi agar efek biusnya menghilang," jelas Dokter itu.
__ADS_1
"Terim kasih," ucap Selena. Dokter pamit kepada Kevin. Dia meninggalkan kamar.
"Sebaiknya kau tidur saja dulu," saran Kevin dia duduk di sofa yang ada di kamar tersebut.
"Bolehkah, saya meminjam handphone anda mr. Kwok?" tanya Selena dengan segan. Kevin menyerahkan handphonenya.
Selena menghubungi Astrid.
{...}
"Astrid, ini Sea, anak buah bos Alung tadi mencoba menculikku," ucap Selena memberitahu Astrid.
{...}
"Aku baik-baik saja, bersyukur nyonya Lung datang dan menggagalkan niat bos Alung untuk memperkosaku," jelas Selena. Dia tahu pasti Alung ingin melecehkannya lagi.
{...}
"Aku sekarang di bantu mr. Kwok yang kebetulan di sini, sejam lagi aku pulang, tolong jaga Hope," pinta Selena. Setelah mendapat jawaban dari Astrid Selena menutup teleponnya.
๐๐๐
__ADS_1
Untung nyonya Lung datang tepat waktu ya๐คญ