
Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.π
π°π°π°
Hong Kong, 2022
Enam tahun kemudian
Kevin menatap keluar gedung kantornya, sambil menggenggam kalung dengan inisial SY. Dia telah menyerah mencari wanita yang menghabiskan waktu bersamanya di Dubai.
Feng telah mendapatkan data wanita bernama Selena, enam tahun yang lalu. Selena Young, gadis berusia dua puluh tiga tahun saat itu, putri dari Erick Young, seorang pemilik toko kelontong. Namun, wanita itu, dinyatakan hilang saat melakukan perjalanan dengan kapal persiar.
Dua tahun setelah hilangnya Selena, mayatnya pun tidak di temukan. Akhirnya polisi menyatakan bahwa Selena telah meninggal. Kevin juga mengerahkan anggotanya untuk mencari Selena, namun, hasilnya nihil. Kevin bahkan tidak ingat lagi dengan rupa wanita tersebut.
"Masuk," ujar Kevin saat seseorang mengetuk pintu ruangannya.
"Bos, hari ini kita akan melakukan pengecekan ke desa Venetia," beritahu Feng kepada Kevin.
Ini terkait pembukaan pasar ikan yang akan dibuka oleh Kevin. Dia memang sedang mencoba memajukan ekonomi nelayan dengan membuka pasar ikan segar dalam supermarket yang didirikannya.
Desa Venetia adalah salah satu desa yang berada di laut Hong Kong, pusat para nelayan. Sehingga Kevin ingin memasarkan ikan segar tangkapan mereka dan membantu memasarkannya dengan membuka supermarket khusus tangkapan laut. Supermarket dengan nama 'Fresh from the Sea'.
"Semua sudah disiapkan?" tanya Kevin lagi. Mereka memang sengaja pagi untuk melihat hasil tangkapan nelayan.
"Sudah," jawab Feng.
Kevin dan Feng turun dari mobil, Kepala Desa Venetia, telah menunggunya untuk mengajak mereka berkeliling.
Kevin mengelilingi sepanjang garis pantai, pondok-pondok bambu di sepanjang garis pantai, menyajikan hasil tangkapan nelayan, udang, ikan, kepiting, lobster dan masih banyak yang lainnya.
Seorang anak kecil berlari-larian mengelilingi Kevin. Membuat Kevin ikut berputar.
"Hope, hentikan, atau kau akan di hukum," teriak seorang wanita berusia sekitar dua puluh tujuh tahun. Wanita yang mengejar anak laki-laki itu.
Pakaian yang dikenakan anak laki-laki tersebut adalah pakaian lusuh. Anak laki-laki yang dipanggil Hope tersebut akhirnya berhenti dan menghampiri wanita itu. Mereka menuju pondok sendiri.
Kevin dan rombongan melanjutkan perjalanan. Kepala desa Venetia, menjelaskan tentang hasil tangkapan. Kevin berhenti untuk memeriksa hasil tangkapan laut di pondok si anak kecil bernama Hope.
Seorang wanita tua yang menjaga stand tersebut.
"Siapa yang menangkap semua ini?" Kevin bertanya kepada wanita tua yang berumur sekitar tujuh puluh lima tahun.
__ADS_1
"Nenek Su Yi sendiri yang menangkap, mr. Kwok," jawab kepala desa. Ternyata wanita tua tersebut bernama Su Yi.
"Sebenarnya, sekarang saya sudah jarang untuk melaut ...Β semua yang menangkap ikan-ikan tersebut adalah cucu-cucu saya ... coba lihat ini," jelas Su Yi. Dia meberikan lobster kepada Kevin.
"Woi, ini lobster terbesar yang pernah saya lihat." Kevin kagum dengan hasil tangkapan wanita tua itu. Juga salut dengan umur segitu dia masih sanggup melaut.
"Enam ... enam," teriak orang-orang di seberang Kevin.
"Kenapa mereka?" tanya kevin kepada kepala Desa.
"Oh, itu hanya beberapa nelayan yang menghilangkan lelah dengan bermain dadu," jawab Kepala Desa.
Kevin yang penasaran menuju tempat orang bermain dadu. Di sana seorang pria sedang mengocok dadu dengan sebuah gelas.
Dua orang wanita diantaranya, salah satunya adalah wanita yang mengejar anak kecil tadi. Satunya lagi wanita yang memakai masker jadi Kevin tidak melihat wajahnya.
Wanita-wanita tersebut berdiri di depan meja bertuliskan angka enam. Di sana terdapat tumpukan uang.
Kevin heran kenapa begitu banyak yang memasang taruhan di angka enam tersebut. Angka lainnya hanya satu-satu.
Pria yang menjadi bandar permainan, meletakan dadu di atas meja yang masih ditutupi gelas. Orang-orang kembali berteriak.
"Enam ... enam." Bandar membuka gelas dan ternyata angka yang di tunjukan oleh dadu adalah angka enam. Semua yang memasang taruhan di angka enam berteriak senang.
"Memangnya ada larangan, bahwa kami tidak boleh bermain di sini?" sewot wanita yang mengejar anak kecil.
"Tapi gara-gara kalian usaha saya bisa jadi bangkrut," jawab pria Bandar lagi.
"Astrid, ayo kita pergi dari sini. Tidak usah membuat keributan." Wanita yang memakai masker menarik tangan wanita yang mengejar anak kecil tadi, yang ternyata bernama Astrid.
"Tapi, Sea--"
"Tidak ada tapi-tapian," potong wanita yang memakai masker, yang bernama Sea.
Kevin sangat penasaran dengan yang terjadi. Dia bertanya kepada salah satu pengunjung.
"Kenapa para wanita tersebut tidak diizinkan bermain?" tanya kevin.
"Tentu saja, semua orang di sini tahu bahwa Sea, pasti akan memenangkan pertandingan," jawab pengunjung pria.
"Apakah wanita bernama Sea ini sangat pintar bermain judi?" tanya Kevin lagi. Enam bulan lagi akan diadakan kembali pertandingan judi internasional se-Asia.
__ADS_1
Saudara sepupunya Rachel, telah memenangkan pertandingan selama tiga kali berturut-turut. Sejak menghilangnya queen of gambler, enam tahun yang lalu.
"Ya, mungkin hanya sekali-kali dia kalah. Namun, seringnya adalah menang," jelas pria itu lagi.
Menarik?
"Bos, kita tidak bisa berlama-lama ... jadwalmu yang lain masih menunggu." Feng, mengingatkan Kevin. Kevin sadar dan kembali melanjutkan tujuan awalnya.
Kevin sempat melihat, Astrid dan Sea, menuju pondok nenek Su Yi.
"Mama!" teriak bocah bernama Hope, memeluk wanita bernama Sea.
"Hope, kamu tidak nakal sama nenek buyutkan?" tanya Sea.
"Tidak, Mama," jawab Hope, sambil melirik kepada Su Yi, dia menempelkan telujuk di mulut. Memberi tanda kepada Su Yi untuk tidak memberitahu ibunya.
Melihat pemandangan tersebut membuat Kevin bahagia. Dia tidak mengenal mereka tapi Kevin merasa hangat melihat mereka.
"Apa nenek itu melaut dengan para wanita muda itu?" tanya Kevin kepada Kepala Desa.
"Ya, laki-laki di keluarga mereka hanya Hope," jelas Kepala Desa.
"Ayahnya Hope?" tanya Kevin semakin penasaran.
"Entahlah, kami hanya tahu bahwa Sea, tidak memiliki suami," jawab Kepala Desa lagi.
"Anak itu sedikit mirip denganmu, Bos," celetuk Feng. Membuat Kepala Desa tertawa. Dia juga merasakan hal yang sama, namun, langsung ditepisnya. Tidak mungkin seorang Kevin Kwok memiliki hubungan dengan wanita di daerahnya.
"Jangan sembarangan bicara," kesal Kevin. Dia mempercepat langkahnya untuk melihat gudang yang akan mereka jadikan penampung hasil tangkapan nelayan, sebelum di kirim ke supermarket Fresh from the Sea.
Gudang tersebut dalam tahap pembangunan. Kevin memeriksa lagi gedung tersebut dan menyamakannya dengan lay out yang telah dibuat oleh Arsitektur perusahaannya. Kevin puas dengan hasil kinerja pekerja.
Tidak akan lama lagi gudang ini telah bisa beroperasional. Kevin berharap tidak ada kendala dalam pembangunannya seperti enam bulan yang lalu, saat gudang baru akan dibangun, para penduduk Desa mendemo mereka. Tidak ingin ada yang membangun gudang untuk hasil tangkapan mereka. Mereka bahkan tidak mau diajak bekerja sama. Mereka hanya mau menjual langsung kepada pembeli.
πππ
Mudah-mudahan bisa up lagiπͺ
Pekanbaru
271022
__ADS_1
16.37