One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Mimpi atau Nyata?


__ADS_3

Seorang pria yang tengah mabuk menekan tombol angka untuk membuka pintu Apartmentnya. Beberapa kali salah, dia mencoba mengingat-ingat lagi, masih salah.


"Aish, kenapa salah sih," racaunya tidak jelas, dia mencoba kembali.


Seorang wanita yang terganggu tidurnya karena seseorang di luar sana menekan password kamar Apartmentnya. Dia pikir Lilian yang lupa password, dengan kesal dia ke luar kamar. Tanpa melihat siapa yang berada di luar, Selena membuka kunci dan kembali ke kamarnya untuk melanjutkan tidur. Dia sangat lelah dan mengantuk.


Pria tersebut heran ada yang membukakan pintu. Hanya saja pikiran jernihnya tidak bekerja, dia masuk.


Kenapa bentuk apartmentnya berubah? Ah mungkin ini karena efek minum. Pria itu merasa haus, dia mencari dapur dan minum. Kemudian menuju salah satu kamar, dia melihat seorang wanita yang tertidur di ranjangnya.


Apa aku memesan wanita?


Dia mendekati wanita tersebut, wanita itu tidur dengan gaya erotis, pakaian tidurnya tersingkap. Membuat si pria terangsang. Aroma wangi red cherry dan oriental vanilla menguar dari tubuh wanita tersebut.


"Selena!" panggil si pria, senyumnya mengembang.


Akhirnya aku menemukanmu!


Si pria menyentuh wajah Selena, menciumnya, melepaskan semua kerinduannya. Selena membiarkan pria itu menyentuhnya karena dia tengah bermimpi saat menghabiskan malam panas bersama Kevin. Jadi Selena pikir itu hanya mimpi, tapi terasa nyata.


Si pria yang telah puas dan lelah, akhirnya tertidur di samping Selena. Dia tidur sambil memeluk Selena.


***


"Itu karena dia telah mengingat siapa dirinya, tapi dia melupakan kejadian selama dia bersama kalian," ungkap Lilian.

__ADS_1


"Apa? Jadi Sea juga melupakan bahwa dia memiliki anak?" tanya Collin memastikan bahwa ia tidak salah dengar.


"Ya," sahut Lilian.


"Pantasan saja dia menghilang begitu saja," tebak Collin. Karena selama mengenal Selena, Collin tahu bahwa Selena tidak akan melakukan hal itu.


"Sekarang bisakah kau memberitahu, di mana keberadaan anak Selena dan keluarga yang menampungnya?" pinta Lilian lagi.


"Aku akan mengajak kalian ke rumah sakit tersebut, berikan saja nomor ponselmu, besok siang kita akan ke sana," usul Collin. "Jangan lupa membawa Sea, Hope pasti akan sangat senang bisa berjumpa lagi dengan ibunya," jelas Collin.


"Sebaiknya, aku yang menyimpan nomormu," tawar Lilian. Dia harus berdiskusi dulu dengan Selena.


Collin menyebutkan nomornya dan Lilian menyimpan nomor pria tersebut. Mereka berpisah dan menaiki mobil masing-masing.


Lilian melewati kamar Selena, dia bersiap untuk membuka pintu. Namun, diurungkannya, sebaiknya besok saja memberitahu Selena, putus Lilian.


Setelah mandi dan berganti pakaian dengan piyama nyaman. Lilian mencoba untuk tertidur.


***


Waktu menunjukan pukul sembilan pagi. Suara ponsel membangunkan Selena. Dia mencoba mengambil ponsel yang biasa dia letakan di meja samping ranjang. Selena meraba-raba meja mencari ponsel tersebut. Akhirnya ponsel tersebut dia dapatkan, Selena mencoba membuka mata dan melihat siapa yang menghubunginya.


Suara ponsel tersebut masih berbunyi, Selena heran, ternyata bukan ponselnya yang berbunyi. Selena mencoba untuk duduk, dia baru menyadari bahwa pakaian tidak melekat lagi di tubuhnya. Suara ponsel berhenti berdering.


Selena melirik ke samping dan melihat seorang pria yang tengah tertidur memunggunginya.

__ADS_1


Apa yang terjadi? Kenapa ada pria tanpa busana di ranjangku? Apakah mimpi tadi malam nyata? Atau aku masih bermimpi?


Selena mencoba memegang bahu si pria dengan jarinya, memastikan bahwa dia tidak sedang bermimpi. Terasa begitu nyata. Ponsel berdering lagi, membuat Selena terkejut dan refleks menendang si pria yang tengah tidur hingga jatuh ke lantai.


"Aw!" teriak si pria. Kaget karena tiba-tiba jatuh dari ranjang. Dia berdiri posisi membelakangi Selena, kemudian pria itu membalikan tubuhnya. Selena meraih selimut dan menutupi tubuh polosnya. Saat Selena melihat si pria.


"Kau!" teriak Selena, dia menutup mata karena Kevin masih polos.


"Sea!" teriak Kevin, dengan cepat dia mencari celananya dan memakainya.


"Apa yang terjadi?" tanya Lilian yang menerobos kamar Selena, dia mengira ada perampok atau orang yang mencoba membunuh Selena.


Mata Lilian melotot saat melihat seorang pria yang kemarin menemani mereka mencari keluarga yang menampung Selena. Kondisi si pria setengah telanjang dan Selena menutupi tubuh dengan selimut. Bisa dipastikan tubuh dibalik selimut itu polos.


"Lili, ini bukan seperti yang kau bayangkan," cemas Selena. Dia bingung bagaimana menjelaskan ini kepada Lilian.


🍒🍒🍒


Nah loh kok bisa? Carilah alasan yang baik Selena, agar tidak kena amukan Lilian.


Pekanbaru


121122


21.12

__ADS_1


__ADS_2