One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Collin akan Menikahi Astrid


__ADS_3

"Apa ini?" Collin mengambil foto tersebut. Dia bisa tahu bahwa foto itu adalah hasil USG.


"Bukan apa-apa," kesal Astrid, dia mengambil foto dari tangan Collin.


"Apa maksudmu bukan apa-apa, Astrid, aku tahu itu adalah foto hasil USG. Apakah kau hamil, Astrid!" teriak Collin. Collin penasaran setelah menghilang berbulan-bulan dan dia tidak tahu Astrid tinggal dimana?


Apakah Astrid telah bertemu dengan Selena?


Astrid merasa terpojokan, dia tidak bisa mengelak lagi. Collin bukan pria bodoh, tentu dia tahu itu apa?


"Ya," cicit Astrid pasrah. Tidak ada gunanya dia berbohong. Siapa tahu Collin bisa membantunya.


"Siapa yang melakukannya?" bentak Collin. Dia telah menganggap Astrid adiknya, dulu. Entah sekarang, melihat penampilan Astrid sekarang Collin mengakui bahwa Astrid wanita yang cantik.


"Kau tidak perlu tahu," hardik Astrid. Dia bersiap untuk pergi. Namun, Collin menarik tangannya.


"Apa pria itu mau menikahimu?" tanya Collin. Astrid hanya menggelengkan kepalanya. "Jadi, dia tidak mau bertanggung jawab?" lanjut Collin. Melihat reaksi Astrid, Collin bisa menyimpulkan bahwa pria itu tidak mau bertanggung jawab.


Collin mengusap rambutnya dengan kasar. "Ah, kenapa kau bodoh sekali?" kesal Collin. Astrid bukan gadis belia, seharusnya dia memakai pengaman.


"Ya, aku memang bodoh, apa kau puas," bentak Astrid.


"Apa pria itu tahu kau hamil?" tanya Collin lagi.


"Tidak," balas Astrid.


"Lalu, dari mana kau mengambil kesimpulan dia tidak mau bertanggung jawab?" heran Collin.


"Karena dia tidak ingin menikah," sahut Astrid.


"Dia tidak ingin menikah, tapi tidak menggunakan pengaman," sindir Collin. Astrid tidak nyaman jika harus membahas ini dengan Collin.


"Bukan urusanmu," kesal Astrid.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan menggugurkan bayi itu?" tebak Collin dan satu tamparan mendarat di pipinya. "Kenapa kau menamparku?" erang Collin.


"Jangan asal bicara, aku tidak akan membunuh darah dagingku sendiri," hardik Astrid.


"Baiklah, putus dengan pria itu dan aku akan menikahimu," tawar Collin.


"Tidak, aku tidak akan mengorbankan mas depanmu," tolak Astrid.


"Dengar Astrid, apa kau yakin jika pria itu tahu kau hamil--menurutmu apakah dia tidak akan menyuruhmu untuk menggugurkan kandunganmu? Sementara dia tidak ingin berkomitment. Atau sekalipun dia tidak menyuruhmu menggugurkan kandungan, setidaknya kau pasti diusirnya," terang Collin. Astrid membenarkan perkataan Collin.

__ADS_1


Apa dia terima saja saran Collin, yang terpenting, anaknya kelak memiliki ayah dan tidak dibully seperti Hope dulu.


"Aku akan menjagamu," bujuk Collin, dia memeluk Astrid. Astrid menjadi sedih dan menangis.


"Apa yang kau lakukan?" hardik seorang pria.


"Feng!" seru Astrid saat melihat Feng telah berdiri di belakang mereka.


Feng menatap Astrid dengan curiga dan Collin dengan pandnagan cemburu. Feng tahu pria itu adalah Collin pria yang disukai Astrid. Apa Collin membalas perasaan Astrid?


Feng ke sini karena Kevin memerintahkannya untuk melihat pembangunan rumah Su Yi sudah sampai tahap mana. Feng sangat sibuk dan baru bisa malam ini ke sini. Dan apa yang disaksikannya di sini.


Collin tahu dengan Feng, si asisten Kevin. Feng juga sering menemani Kevin kemana saja.


Feng menarik tangan Astrid dan membawanya ke mobilnya. Entah sejak kapan Feng telah berada di sini. Baik Astrid maupun Collin tidak menyadarinya.


"Hei, lepaskan dia!" teriak Collin. Dia menarik tangan Astrid yang lain.


Feng yang cemburu akhirnya menghajar Collin. Collin tidak terima dan membalas pukulan Feng.


"Hentikan!" teriak Astrid. Baik Feng maupun Collin mengabaikan teriakan Astrid. Mereka terus berkelahi. Collin sadar bahwa Fenglah ayah dari bayi yang dikandung Astrid.


"Collin, berhenti!" ulang Astrid. Namun, larangan Astrid tidak mereka indahkan.


"Berkelahi saja, aku akan pergi," kesal Astrid. Dia meninggalkan mereka. Feng mendengar Astrid pergi, menghentikan gerakannya.


"Selesaikan masalah kalian," gerutu Collin.


Feng memasangkan savety belt dan kembali ke kursi mengemudi. Dia menjalankan mobil secara perlahan. Dia menunggu Astrid menjelaskan kejadian tadi. Bisa Feng lihat bahwa Astrid kesal dengannya.


Sampai di apartment, Astrid memasuki apartment dan menuju kamarnya. Feng menarik tangan Astrid.


"Jelaskan kejadian tadi?" bentak Feng, dia masih cemburu.


"Aku tidak ingin menjadi wanita pemuasmu lagi," ungkap Astrid. Dai menarik kembali gangannya dari cengkraman Feng.


"Kenapa? Apa karena pria tadi? Apa dia menerimamu?" sindir Feng.


"Ya, aku akan bersama dia sekarang, dia telah menerima perasaanku," bohong Astrid.


"Aku tidak akan mengizinkanmu, kau tahu kau yang telah mengusir Anita," tolak Feng.


"Bukankah kau bisa memintanya kembali?" sindir Astrid. Dia cemburu jika Feng bersama wanita lain.

__ADS_1


"Tidak, dia sudah ada yang menyewa," bohong Feng. Dia tidak akan melepaskan Astrid.


"Kalau begitu kau bisa mencari wanita lain, aku akan keluar dari apartment dan pindah ke rumah Collin," putus Astrid. Dia sendiri tidak tahu apakah akan ke rumah Collin atau kemana?


"Tidak, aku tidak akan mencari wanita lain, aku hanya ingin kau," tolak Feng.


"Tapi, aku telah lama menunggu Collin dan sekarang dia mau menerimaku," ujar Astrid, tidak sepenuhnya berbohong karena Collin bersedia menikahinya.


"Aku tidak akan membiarkanmu bersamanya atau pria manapun!" hardik Feng.


"Apa kau mau menikahiku? Collin ingin menikahiku," pancing Astrid , dia menatap tajam mata Feng.


Feng hanya diam, dia mencoba untuk berpikir.


"Apa itu akan membuatmu tinggal bersamaku, ayo kita menikah," ajak Feng. Astrid dapat melihat keterpaksaan dalam dir Feng. Tidak dia tidak bisa melakukan ini. Feng hanya menginginkan tubuhnya, Feng tidak mencintainya.


Jika nanti ada wanita lain yang dia temui dan dia cintai, apakah Feng akan tetap mempertahankannya?


"Aku hanya bercanda, aku tidak akan menikahimu, aku akan bersama Collin." Astrid melangkah meninggalkan Feng yang mematung.


Feng tidak terima Astrid bersama Collin maupun dengan pria manapun. Feng menggendong Astrid dan membawanya ke kamarnya.


"Apa yang kau lakukan, turunkan aku!" teriak Astrid.


"Aku tidak akan membiarkanmu meninggalkanku dan pergi bersama pria itu maupun pria manapun," ujar Feng.


Astrid tidak mau memberontak, dia takut jika hal itu membuat bayinya cedera atau dia keguguran.


Feng membaringkan tubuh Astrid di ranjang. Feng mencium bibir Astrid dengan brutal


"Feng, kau menyakitiku!" bentak Astrid.


"Maka jangan pernah kau pergi dariku, tenang dan diamlah," ancam Feng.


Dia kembali mencium Astrid dan melepaskan kancing baju Astrid. Feng terus mencumbu dan memancing agar Astrid mau menerima cumbuannya.


Astrid hanya pasrah dan membiarkan Feng menjadikannya objek ***.


πŸ’πŸ’πŸ’


Jangan lupa sawerannya ya, bunga, kopi dan nonton iklan🀭


Pekanbaru

__ADS_1


301122


02.30


__ADS_2