One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Sea atau Selena?


__ADS_3

Kevin turun dari mobil, dia pulang kerja lebih cepat dari biasanya. Dia merasa sedikit lelah, sehingga memutuskan untuk beristirahat. Kevin menunggu lift. Saat lift terbuka Kevin berhadapan dengan beberapa orang yang ingin keluar dari lift tersebut. Fokus Kevin kepada seorang wanita. Yang lain telah meninggalkan lift. Menyisakan dua wanita.


Sea?


Kevin tidak begitu yakin karena wanita di depannya ini berpenampilan lebih cantik dan rapi. Pakaiaan yang dikenakannya pun berbeda. Ngomong-ngomong soal pakaian Kevin seperti pernah melihat pakaian yang dikenakan wanita ini.


Dua wanita tersebut melangkah keluar. Salah satu wanita yang yang menjadi fokus Kevin melewati Kevin. Aroma red cherry dan oriental Vanila menguar dari tubuh wanita tersebut. Kevin ingat dengan aroma itu, tapi di mana dia pernah menciumnya?


"Sea!" panggil Kevin kepada Selena. Selena menghentikan langkahnya. Pria ini memanggilnya 'Sea'? Apakah dia kenal dengan Selena sebagai wanita yang menghabiskan one night stand di Dubai atau dia telah melupakannya dan mengenal Selena yang hilang enam tahun?


Apakah pria ini termasuk penyelamatnya? Tapi Selena tidak boleh terburu-buru. Dia harus memastikan dulu posisi pria ini di mana?


"Lili, kau pergilah dulu," perintah Selena kepada Lilian.


Lilian merasa aneh, jadi Selena benar kenal dengan orang tersebut?


Lilian memutuskan meninggalkan mereka, Selena harus menjelaskan nanti kepadanya.


"Maaf, apakah kau mengenalku?" pancing Selena.


"Permisi!" ucap seseorang yang ingin memasuki lift. Posisi Selena dan Kevin masih di depan Lift. Kevin menarik tangan Selena dan membawanya ke samping lift.


"Kau yakin tidak kenal denganku?" Kevin mendekati Selena dan menatapnya tajam. Selena mundur dan mentok di dinding. Kevin menaruh tangannya di samping kepala Selena.


"Aku bukan Sea, sepertinya kau salah orang," jelas Selena. Kevin menatap lagi wajah Selena. Dia yakin ini Sea, tapi juga ragu karena penampilannya yang berubah. Wanita ini lebih modis.


"Bukan? Lalu kau siapa?" tanya Kevin. Entah kenapa dia tetap merasa mengenali wanita ini entah sebagai Selena maupun sebagai Sea?


"Maaf, aku tidak bisa memberitahumu namaku, atau jangan-jangan kau pria cabul yang ingin berkenalan dengan wanita?" tuduh Selena. Dia terpaksa memakai cara itu untuk membuat pria Dubai pergi.


"Aku bukan pria cabul, asal kau tahu," kesal Kevin. "Ah sudahlah, pokoknya aku kenal denganmu, kau Sea, salah satu nelayan di desa Venetia, aku tahu kau bisa bermain judi, jika kau tertarik ... akan ada pertandingan judi se-Asia ... Ini kartu namaku, jika kau tertarik untuk ikut," cecar Kevin sambil menyerahkan kartu namanya. Dia bersiap meninggalkan Selena.


Selena merasa nama Sea tersebut juga sangat akrab ditelinganya. Apa sebaiknya dia bertanya saja dengan pria Dubai ini? Hanya saja Selena merasa aneh jika pria ini mengenalnya sebagai Sea, kenapa dia tidak mengenal Selena sebagai wanita yang menghabiskan malam panas dengannya di Dubai? Atau pria ini bukan pria yang di Dubai? Apa dia punya kembaran?


"Tunggu, kau benar kenal denganku?" tanya Selena.


"Tidak terlalu akrab, hanya sekedar saling mengenal dengan beberapa kali bertemu," jelas Kevin. Dia menjadi aneh dengan pertanyaan Selena.


"Apa kau tahu di mana rumahku?" tanya Selena lagi.


"Tentu saja," ujar Kevin mantap karena dia pernah mengantar Selena pulang.


Dan kenapa Sea bertingkah aneh seperti ini? Apa terjadi sesuatu padanya?


"Apa kau bisa mengantarkan kami ke sana?" mohon Selena. Mungkin pria ini bisa membantunya mencari tahu enam tahunnya yang hilang. Kevin menatap Selena semakin heran. Sebaiknya aku juga ingin tahu, apa yang terjadi dengannya.

__ADS_1


"Baiklah," putus Kevin. Dia mengikuti Selena menuju parkiran. Lilian yang mengawasi Selena dari sudut pandang yang masih bisa dijangkaunya, melihat Selena dan pria itu keluar.


"Tuan kunci!" sapa Lilian kepada Kevin.


"Saya Kevin Kwok, panggil saja Kevin," ujar Kevin memperkenalkan diri.


Jadi pria Dubai ini bernama Kevin Kwok!


Begitu sampai di mobil sewaan mereka Lilian membuka kunci.


"Apa setidaknya kalian ikut mobil saya?" usul Kevin.


"Tidak sebaiknya, kami dengan mobil sendiri," tolak Lilian.


Kevin menuju mobilnya dan berjalan duluan kemudian Lilian mengikutinya dari belakang.


"Kau serius mengenal pria itu?" tanya Lilian begitu mobil berjalan.


"Tidak tahu, hanya saja dia memanggilku Sea," jujur Selena.


"Aku baru ingat, saat aku menemukanmu di kasino, pria yang bermain denganmu juga memanggilmu Sea," ungkap Lilian. "Jangan-jangan keluarga yang merawatmu memberi nama itu kepadamu," lanjut Lilian.


"Mungkin saja," ujar Selena.


"Tapi aku merasa pernah bertemu pria itu juga tapi di mana ya?" Lilian mencoba mengingat-ingat di mana pernah bertemu.


Selena paham sekarang kenapa si pria tidak mengingatnya. Karena kejadian tersebut telah berlalu enam.


Mereka terus mengikuti Kevin ternyata pantai yang dimaksud juga tidak jauh dari Apartment yang mereka sewa. Kevin memasuki kawasan pantai dan berhenti di depan rumah yang telah hangus terbakar.


Mereka keluar dari mobil masing-masing. Kevinpun heran karena rumah Su Yi telah terbakar.


"Apa ini rumahnya?" tanya Selena.


"Ya, tapi aku tidak tahu jika rumah ini terbakar," jujur Kevin. Bagaimana dengan keluarga itu.


"Rumahnya telah terbakar?" tanya Lilian.


"Apa kau mengalami amnesia?" tanya Kevin kepada Selena. Dia ingat kenapa Sea tidak ingat dengannya, apa karena rumah mereka terbakar Sea menjadi amnesia dan terpisah dengan keluarganya?


"Sebenarnya, itu--,"


"Ya, dia mengalami amnesia," potong Lilian.


"Pantasan saja, dia tidak mengenalku," ucap Kevin.

__ADS_1


"Apa kau telah mengenalku sejak lama?" tanya Selena untuk memastikan. Apakah Kevin baru mengenalnya


"Tidak, kita baru berkenalan sekitar beberapa bulan yang lalu," jelas Kevin.


"Oh, pantasan," gerutu Selena.


"Apa?" tanya Kevin. Dia seperti mendengar Selena mengatakan sesuatu.


"Tidak apa-apa," balas Selena.


"Jadi apa yang harus kita lakukan?" tanya Lilian.


"Coba aku hubungi, kepala desanya dulu," usul Kevin. Dia mencoba menghubungi mr. Kho. Namun, tidak diangkat oleh mr. Kho.


"Bagaimana?" tanya Selena.


"Tidak diangkat," jujur Kevin. Tiba-tiba handphone Kevin berbunyi. "Sebentar, saya harus menjawab ini," ujar Kevin.


"Silahkan," ucap Selena. Mereka menunggu Kevin menelepon.


"Ya!" jawab Kevin.


{ ... }


"Baik, aku akan segera ke sana," putus Kevin sambil menutup teleponnya. "Maafkan, saya harus segera pergi, ada sedikit masalah di kantor," jelas Kevin.


"Lalu, kami?" tanya Lilian.


"Aku telah memberikan kartu namaku kepada Sea, Silahkan hubungi aku besok pagi," usul Kevin. Dia menuju ke dalam mobilnya dan berlalu dari sana.


"Sekarang, apa yang akan kita lakukan?" tanya Lilian.


"Sebaiknya kembali ke rencana awal, kita akan ke City of Dreams," usul Selena.


"Sekarang tempat itu belum buka," beritahu Lilian.


"Bagaimana kalau kita shoping dulu, Lili?" ajak Selena merangkul bahu Lilian.


🍒🍒🍒


Jangan lupa koment ya!


Pekanbaru


091122

__ADS_1


10.44


__ADS_2