One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Collin Mencurigai Lilian


__ADS_3

"Sea, ditemukan oleh nenek Su Yi dan cucunya Astrid, saat melaut." Mulai Collin. "Kami membawa Sea ke rumah sakit." Collin mengingat kembali kejadian saat Astrid meminta bantuannya.


"Nenek, ini sudah hampir malam, kenapa dia belum sadar juga? Apa tidak sebaiknya kita bawa dia ke dokter? Bagaimana jika dia meninggal?" tanya Astrid, dia cemas. Dia tidak mau karena mereka seseorang meninggal. Apalagi wanita yang mereka temukan, seperti mengalami tindakan kekerasan.


"Kau benar, sebaiknya kita bawa dia ke rumah sakit," jawab Su Yi.


"Aku akan memanggil, Collin dan meminjam mobilnya untuk mengantar kita ke rumah sakit." Astrid berlari meninggalkan Su Yi menuju rumah Collin Cheng, tetangga sekaligus orang yang di sukai Astrid. Astrid telah menyukai Colin sejak lama. Mereka tumbuh besar bersama.


Colin sendiri telah menganggap Astrid sebagai adik perempuannya. Astrid mengetuk pintu rumah Collin.


"Collin ... Collin ... apa kau di rumah?" teriak Astrid, dia takut jika Collin telah berangkat bekerja. Collin bekerja di City of Dream Casino.


"Apa?" teriak Collin, membuka pintu rumahnya.


"Ayo. Bantu kami." Astrid menarik tangan Collin agar mengikutinya.


Astrid datang bersama Collin, Collin menggendong tubuh Selena dan memasukannya ke mobil. Mereka menuju rumah sakit.


Perawat memeriksan Selena, memberinya infus. Dokter datang memeriksa keadaan Selena. Su Yi menemani Selena sementara Astrid mengisi formulir administrasi karena tidak tahu siapa nama wanita yang mereka selamatkan. Astrid hanya mengisinya dengan nama 'Sea' yang artinya laut. Karena mereka menemukan Selena di laut.


"Jelaskan padaku, siapa wanita itu?" Collin tidak sempat bertanya karena saat memanggilnya, Astrid sangat khawatir dan meminta Colin untuk cepat menolong mereka.


"Kami menemukan wanita itu saat melaut tadi malam ... dia tersangkut di jala kami ... sepertinya dia korban pelecehan sexual," jelas Astrid kepada Colin.


"Kalian tidak melapor ke polisi?" tanya Collin lagi.


"Kami ingin melapor ... tapi tunggu dia sadar dulu ... siapa tahu dia memiliki musuh yang harus dihindarkannya," lanjut Astrid, dia masih mengisi formulir. Selesai mengisi formulir. Astrid menyerahkannya kepada perawat yang bertugas.


Mereka menuju ruang rawat Selena, Su Yi duduk di samping ranjang.


"Apa hasil pemeriksaannya, Nek?" tanya Astrid begitu sampai di ruang rawat Selena.


"Dokter bilang, sepertinya dia kelelahan berenang, sehingga belum sadar, di pinggangnya terdapat goresan pisau dan lengannya seperti terkena tembakan. Dokter menyarankan kita melapor ke polisi," jelas Su Yi, dia membetulkan selimut Selena.


"Apakah dia diperkosa?" tanya Astrid, sebagai wanita dia tidak akan sanggup melihat wanita dilecehkan kemudian dibuang ke laut.

__ADS_1


"Nenek telah memberi tahu dokter, dan dokter telah memeriksanya ... tidak ada pelecehan secara sexual .. hanya kekerasan fiisk saja ... sepertinya dia habis bertarung ... bisa jadi seseorang yang mencoba melecehkannya tidak berhasil karena perlawanan darinya," jelas Su Yi panjang.


"Syukurlah. Jadi sekarang aku dan Collin akan melapor kepada polisi." Astrid kembali berbicara.


"Sebaiknya kita tunģgu dia sadar dulu. Kita tidak tahu apa yang terjadi dengan wanita malang ini. Setelah sadar baru kita tanya dia." Su Yi sedikit khawatir, apakah wanita ini korban perampokan dan si Perampok melemparnya ke Laut? Mengingat tidak ada identitas pada wanita itu. Anehnya adalah luka tembak yang dikatakan dokter. Apakah ada yang ingin membunuhnya? Jika ya, malang sekali nasib wanita ini.


Collin memperhatikan wanita yang terbaring di brangkar rumah sakit. Sekalipun wajah wanita tersebut terdapat memar, bahkan kepalanya di jahit oleh dokter. Namun, bisa dipastikan wanita tersebut sangat cantik.


Perawat telah mengganti pakaian Selena dengan pakaian rumah sakit. Infus mengalir ke tubuhnya


"Lalu, di mana sekarang keluarga yang menyelamatkan Selena?" tanya Lilian membuyarkan lamunan Collin.


"Su Yi dirawat di rumah sakit, rumah mereka terbakar ... tapi tenang saja putra Sea, Hope baik-baik saja," jelas Collin.


"Apa? Putra?" Lilian ingat pertemuan mereka tadi sore dengan seorang anak kecil berusia sekitar lima tahun. Jika tidak salah ingat anak itu memanggil dirinya, 'Hope'. Jadi anak itu benar anak Selena. Bisa saja Selena menikah saat itu. "Apa Selena menikah?" tanya Lilian, dia menatap Collin penasaran.


Apa jangan-jangan laki-laki ini suaminya Selena? Cukup tampan, tapi, bukan type Selena.


"Maksudmu sejak kami menemukannya?" tanya Collin kembali. Karena Collin, Astrid dan Su Yi berpikir mungkin saja wanita yang mereka selamatkan telah menikah.


"Tidak, Sea tidak menikah," jujur Collin.


"Apa dia memiliki kekasih?" cecar Lilian lagi.


"Tidak, setahu saya tidak," jawab Collin.


Sebenarnya apa yang ingin diketahui wanita yang mengaku sebagai sepupu Sea ini? Apa ternyata Sea atau Selena tidak menikah?


"Lalu, bagaimana dia bisa punya anak?" hardik Lilian.


"Kami juga tidak tahu, justru kami berpikir, Sea telah menikah sebelum ditemukan nenek Su Yi dan Astrid ... satu bulan setelah diselamatkan dia hamil, Astrid malahan pernah memberi usulan agar dia melapor polisi, karena kasihan dengan anaknya ... siapa tahu suami Sea orang kaya ... apalagi Sea sering dibully oleh ibu-ibu warga desa Venetia ... mereka takut Sea merayu suami mereka," beber Collin.


"Apa?"


Kapan Selena menjalin hubungan dengan pria? Lilian selalu menjaganya. Apa Stephen? Karena setahu Lilian Stephen memang menyukai Selena. Tapi, juga tidak mungkin karena Selena tidak menyukai Stephen. Dan terang-terangan menolaknya. Apalagi Vivian pasti akan sangat cemburu. Lalu siapa pria yang menghamili Selena?

__ADS_1


"Apa? Kenapa?" heran Collin dengan perkataan Lilian.


"Tidak ada," putus Lilian. Dia akan menanyakannya kepada Selena. Dan Selena harus jujur.


Lilian bingung bagaimana menyampaikannya kepada Erick Young. Tidak hanya Selena yang akan kena amukan Erick tapi juga Lilian yang dipercaya untuk menjaga Selena. Seingat Lilian, Selena selalu dalam pengawasannya.


"Di mana, Sea? Maksudku Selena?" tanya Collin.


"Ada di apartment kami ... Dia baik-baik saja," beritahu Lilian.


"Astrid dan Hope pasti mencemaskannya? Jika dia baik-baik saja? Lalu, kenapa dia tidak memberitahu kami? Dia tahu pasti Astrid akan sangat khawatir," jujur Collin. Terlepas kejadian yang tidak mengenakkan itu terjadi di antara mereka bertiga. Tapi, Collin yakin, Astrid tetap akan peduli dan khawatir.


"Bisakah kau mengantarkanku ke tempat keluarga yang menampung Selena?" tanya Lilian. Dia harus memastikan dulu bahwa Collin benar-benar bisa dipercaya.


"Aku akan mengajakmu ke sana, jika kau memberitahuku keberadaan Sea maksudku Selena," putus Collin.


"Apa kau mencurigaiku," kesal Lilian.


"Tentu saja, kau sedikit mencurigakan ... Apalagi kau seperti bisa berkelahi," tuduh Collin.


"Kau!" Lilian hampir saja memukul Collin. Collin melindungi wajahnya dengan tangan.


"Ternyata kau memang wanita berbahaya," ejek Collin. "Jujur saja apa kau menculik Sea, kenapa dia tidak memberitahu Astrid, jika dia telah bertemu dengan keluarganya?" cecar Collin lagi.


"Itu karena dia telah mengingat siapa dirinya, tapi dia melupakan kejadian selama dia bersama kalian," ungkap Lilian.


🍒🍒🍒


Nanti kalau sempat aku up lagi, tapi kalian wajib kasih bunga, kopi dan nonton iklan. Author maksa 🔪😘


Pekanbaru


111122


15.00

__ADS_1


__ADS_2