
Feng terbangun karena ponselnya berbunyi.
"Ya, Bos," jawab Feng.
"Hope diculik kemarin, bantu aku mencarinya," perintah Kevin.
"Diculik, bagaimana bisa? Apakah ini musuh bisnis anda?" tanya Feng, dia langsung bangun dari tidurnya.
"Tidak, ini karena seseorang ingin Selena kembali bermain judi di pertandingan judi se-Asia," jelas Kevin.
"Saya tidak mengerti, Bos, apakah saya ketinggalan informasi?" bingung Feng.
"Selena adalah Queen of Gambler dan orang yang menculik Hope, memaksa Selena untuk ikut dalam pertandingan. Kau tahu aku tidak suka wanita berjudi. Aku meminta Selena mengundurkan diri dari dunia perjudiaan," ungkap Kevin.
"Apa? Selena adalah Queen of Gambler?" Feng tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Menurut Feng, Kevin seperti mendapat karma karena tidak menyukai wanita berjudi. Namun, calon istrinya justru seorang Queen of Gambler.
"Ya, dan cepat ke kantor, bantu aku menemukan Hope." Kevin mematikan sambungan.
Feng melihat Astrid tidak ada lagi di ranjang. Feng memakai celananya dan mencari Astrid.
"Astrid!" panggil Feng. Dia melihat Astrid yang sedang memasak sarapan. Feng memeluk Astrid dari belakang. "Jangan pergi," bujuknya. Feng tidak bisa membayangkan seperti apa dia tanpa Astrid. Feng telah terbiasa dengan Astrid. Feng mencium leher belakan Astrid. Astrid hanya terdiam kaku mendengar kata-kata Feng.
Dia takut Feng tidak bisa menerima bayi mereka. Astrid membalikan badan menghadap Feng.
"Aku telah memasak sarapan, sebentar lagi matang, mandilah," perintah Astrid.
"Astrid, apa kau tahu jika Selena adalah Queen of Gambler?" tanya Feng. Mungkin saja Astrid mengetahuinya.
"Apa? Selena adalah Queen of Gambler?" beo Astrid. Astrid memang sangat mengidolakan Queen of Gambler dan tenyata orang yang mereka selamatkan adalah Queen of Gambler. Pantasan saja Selena memiliki luka seperti kena tembakan dan tusukan. Dan juga dia bisa berkelahi, karena hidup di dunia hitam. Mereka pasti mewajibkannya untuk bisa bela diri, agar tidak gampang ditindas dan dibunuh.
Pantasan saja Queen of Gambler menghilang selama enam tahun. Itu karena dia mengalami amnesia.
"Ya," jawab Feng singkat.
"Aku hanya tahu dia memang jago bermain judi tapi aku tidak tahu jika dia Queen of Gambler. Apa kau yakin? Kau tahu dari mana?" cecar Astrid.
"Bos yang mengatakannya. Hope diculik dan penculik tersebut ingin Selena kembali bermain pada pertandingan judi se-Asia," jelas Feng.
__ADS_1
"Apa Hope diculik?" lemah Astrid. Dia hampir pingsan, Feng segera menahan tubuh Astrid dan menggendongnya ke kamar Astrid karena itu yang terdekat dari dapur.
"Tenanglah, kami akan menemukan dan menyelamatkan Hope, kau tidak usah mencemaskannya. Aku yakin Hope akan baik-baik saja. Apa kau perlu obat?" Feng tahu Astrid menyayangi Hope, dia telah menganggap Hope anaknya sendiri.
"Ambilkan di dalam tas minyak kayu putih," pinta Astrid. Feng menambil minyak kayu putih di dalam tas Astrid. Tanpa sengaja dia melihat foto USG, Feng melihatnya sekilas.
"Feng!" panggil Astrid lagi. Feng memasukan kembali foto tersebut ke dalam tas Astrid.
"Ini." Feng memberikan botol minyak kayu putih kepada Astrid. Feng bertanya-tanya apakah Astrid hamil? Dan apakah itu anaknya? Jika Feng tidak melihat Astrid berpelukan dengan Collin. Maka Feng akan yakin bahwa anak yang dikandung Astrid adalah anaknya. Apalagi sejak pertama kali melakukannya, selama satu bulan mereka tidak melakukannya lagi. Bisa saja Astrid kembali berhubungan dengan Collin.
Apa karena itu Astrid ingin meninggalkannya karena hamil anak Collin?
Feng mengepalkan tinju menahan amarah. Dia akan meminta penjelasan Astrid nanti. Sekarang ada tugas yang lebih penting yang akan dilakukannya.
"Feng selamatkan Hope," pinta Astrid lagi.
"Tentu saja," balas Feng datar, nada tidak suka terdengar dari suara Feng. Dia meninggalkan kamar Astrid agar bisa bersiap-siap ke kantor.
Astrid melihat perubahan sikap Feng.
Astridpun bangkit dari ranjang dan bersiap-siap untuk ke kantor. Dia merasa telah baikkan. Mungkin itu hanya efek karena dia shock mendengar Hope diculik.
Astrid muntah-muntah di kamar mandi, dia mersa tenaganya terkuras.
***
Astrid masih tinggal di apartment Feng, sedangkan Feng semakin sibuk, di tambah lagi dia harus menyelidiki penculikan Hope. Feng semakin pulang malam.
Sementara Astrid di masa-masa trisemester pertama kehamilan. Dia mengalami morning sickness dan tidak selera makan.
Astrid memasak sarapan pagi ini, tiba-tiba dia tidak suka dengan masakannya sendiri. Astrid muntah-muntah karena mencium masakan sendiri.
"Kenapa kau muntah-muntah?" tanya Feng. Dia telah membaca di internet tentang orang hamil dan gejalanya. Feng hanya memastikan saja bahwa foto yang dia lihat itu adalah hasil USG. Beberapa hari sejak Feng melihat foto USG, dia tidak menyentuh Astrid lagi. Feng seperti jijik karena Astrid berselingkuh dan mengandung anak Collin. Meskipun Feng belum menjelaskan bahwa Anita selema dia memakai jasanya, tidak akan bersama pria lain.
"Aku hanya masuk angin," bohong Astrid. Feng semakin tidak suka. Jika anak itu adalah anaknya, tentu Astrid akan memberitahunya bukan? Ini Astrid malahan ke rumah lamanya, menemui Collin.
"Astrid, aku harus mengatakan sesuatu, saat aku menyewa Anita, Anita tidak berhubungan dengan pria lain selama kontrak kami dan aku harap kau juga melakukan hal yang sama," tegas Feng.
__ADS_1
Astrid memandang Feng tidak percaya? Apa maksud Feng? Apa Feng menuduhnya berselingkuh atau juga melakukannya dengan pria lain?
"Apa kau menuduhku bermain dengan pria lain?" tanya Astrid. Dia masih membelakangi Feng. Astrid masih berdiri di depan closet kamar mandi luar.
"Hanya kau yang tahu, setelah aku melihatmu bersama Collin," sindir Feng. Dia menatap punggung Astrid. Entah kenapa melihat Astrid, ada perasaan kasihan. Namun, juga kesal karena Astrid bermain di belakangnya.
Jadi Feng benar-benar mengira dia memiliki hubungan dengan Collin?
"Kau tenang saja, selama bersamamu, aku hanya melakukannya denganmu. Aku pastikan kau tidak akan terkena penyakit dari aku. Entah dengan wanita sebelum aku," ejek Astrid.
Apa maksud Astrid, kenapa dia berbohong?
"Kau jangan khawatir, aku selalu melakukan check up setiap bulan, dan aku bersih," beritahu Feng.
"Jika kau tidak ingin bersamaku, aku akan dengan senang hati pergi," tawar Astrid. Dia membalikan badan dan melangkah melewati Feng yang berdiri di pintu. Feng menarik tangan Astrid, membuat Astrid menabrak dada Feng.
"Jangan pernah pergi, jika aku tidak mengizinkannya," ancam Feng. Entah mengapa dia tetap tidak rela jika Astrid meninggalkannya. Terlebih jika harus membayangkan Astrid akan bersama Collin. Feng benar-benar tidak rela. "Apalagi jika kau kembali kepada Collin," lanjut Feng.
"Bukan urusanmu, aku bersama siapa?" Astrid menghentakan tangan Feng. Feng tidak terima. Dia memeluk dan ******* bibir Astrid dengan kasar. Feng harus memberi Astrid pelajaran, tidak peduli dia sedang mengandung dan anak siapa yang berada diperutnya.
🍒🍒🍒
Dasar Feng, kalau tidak mau Astrid bersama pria lain. Nikahin donk🤪
Aku udah up sehari banyak loh, kalian jangan pelit-pelit nyawer donk😘😍 sampai-sampai author up tengah malam🤣
Cus Jangan lupa mampir ke karya teman author ya. Ini udah pasti keren autor pemes soalnya
...MY LOVE FROM THE BLUE SEA...
Pekanbaru
301122
08.22
__ADS_1