
Bos Alung yang kaget melihat istrinya datang langsung menyingkirkan Kitty dari tubuhnya. Membuat Kitty terjatuh ke lantai.
"Dasar kau pengkhianat! Wanita murahan!" murka nyonya Lung memukuli Kitty dengan barang belanjaannya. Kantong tersebut sobek sayuran dan ikan berserakan di kepala Kitty. Kitty mencoba mengenyahkan ikan yang menempel di kepalanya.
Bos Alung langsung memakai celananya. Dia mencoba memegang istrinya.
"Sayang tenanglah, Kitty yang merayuku, dia bilang suaminya sedang tidak ada di rumah, dan dia kesepian," adu Alung mencoba membela diri.
"Apa maksud, Bos menyalahkan saya? Tidak, Nyonya, Bos Alung sendiri yang ingin saya menjadi simpanannya dengan iming-iming uang ... wanita mana yang tidak mau ... meskipun suami saya lebih dari dia secara fisik," hina Kitty, dia sakit hati karena Alung melimpahkan kesalahan hanya kepadanya.
"Kau!" Alung bersiap akan memukul Kitty. Kitty menghindarinya. Nyonya Lung memukul suaminya.
"Dasar kalian pasangan mesum!" teriaknya. Kitty mengambil selimut menutupi tubuhnya yang masih polos.
"Anda, yang mengajak saya dan merayu saya agar menjadi wanita simpanan anda, tujuh tahun yang lalu ... anda mengiming-imingi saya dengan uang ... anda selalu datang setiap suami saya tidak ada di rumah," beber Kitty Pong.
Astrid hanya terdiam di ruang tengah mendengar pertengkaran mereka. Nyonya Lung semakin terkejut dengan perkataan Kitty. Jadi Kitty telah berselingkuh dengan suaminya selama tujuh tahun.
__ADS_1
"Jadi, sebenarnya bukan Sea yang menjadi selingkuhan suamiku?" tanya nyonya Lung.
"Suami anda memang mengincar Sea, tapi sepertinya Sea menolak," jujur Kitty.
"Jadi kau menjadikan Sea kambing hitam untuk menutupi--bahwa sebenarnya kaulah selingkuhan suamiku?" geram Nyonya Lung. Dia kembali memukul Kitty dengan sapu yang diambilnya.
"Sakit, anda tidak bisa menyalahkan saya saja, suami anda yang mata keranjang." Kitty menatap Alung yang tidak berbuat apa-apa padanya.
"Astrid!" panggil suami Kitty yang baru pulang. Dia heran melihat Astrid di rumahnya.
"Mr. Pong," cicit Astrid. Dia ingin menahan suami Kitty agar tidak memasuki kamar. "Sebaiknya anda jangan--," ucapan Astrid terpotong karena Mr. Pong telah berjalan menuju kamar.
"Sayang," panggil Kitty mencoba meminta bantuan suaminya.
"Istrimu berselingkuh dengan suamiku," beber nyonya Lung. Dia sakit hati, semua usaha adalah miliknya karena yang kaya itu memang nyonya Lung. Makanya bos Alung sangat takut dengan istrinya.
"Apa?" Suami Kitty tidak percaya. "Anda jangan sembarangan menuduh nyonya Lung, kami tahu anda orang berpengaruh di sini. Tapi anda tidak berhak untuk menuduh istri saya." Mr. Pong masih membela istrinya. Kitty merasa terharu dengan pembelaan suaminya.
__ADS_1
"Saya tidak menuduh, mereka telah berselingkuh selama tujuh tahun, dan saya baru mengetahuinya hari ini ... seperti yang kau ketahui, saya menganggap Kitty sahabat saya," ungkap nyonya Lung dengan bergetar.
"Silahkan kalian, tinggalkan rumah kami, saya akan mengatasi rumah tangga saya sendiri," ujar mr. Pong dengan bijak. Dia tidak mau masalah keluarganya menjadi tontonan.
Dengan kesal nyonya Lung menyeret suaminya keluar. Alung melihat Astrid di dalam rumah. Alung paham bahwa pasti Astrid yang mengadukannya karena tidak mungkin istrinya melewati rumah Kitty karena beda arah. Sementara rumah Su Yi memang melewati rumah Kitty.
"Apa kau yang mengadukan tentang ini?" tanya Alung menatap Astrid dengan nada mengancam.
"Kau tidak perlu menyalahkan orang lain," sindir nyonya Lung.
🍒🍒🍒
Makanya nyonya Lung, orang yang kau anggap teman justru menusuk dari belakang.
Pekanbaru
021122
__ADS_1
07.15