
"Bagaimana kalau tahun ini dia muncul?" Rachel yang sedang memegang remote membuat remote terjatuh.
"I--tu tidak mungkin," kesal sekaligus gugup Rachel, dia selalu tidak suka jika siapa saja yang membahas tentang queen of gambler.
"Itu hanya pendapatku, aneh saja dia menghilang tiba-tiba selama enam tahun ini. Tidak di konfirmasi juga apakah dia mengundurkan diri atau telah tiada? Atau jangan-jangan ada yang mencoba membunuhnya?" Kevin memang merasakan hal aneh dengan menghilangnya queen of gambler.
"Se--baiknya kita tidak membalas dia," putus Rachel, dia menjadi gugup, Kevin menjadi curiga dengan Rachel.
Apa Rachel mengetahui sesuatu?
"Aku hanya sedikit heran, kenapa dia menghilang di saat dia berada di puncak karirnya?" Menghilangnya queen of gambler, benar-benar sangat misterius.
***
Seorang pria menghubungi seseorang.
"Apa kau telah mendapatkan informasi tentang queen of gambler?" tanya seseorang yang menerima telepon dari si pria.
"Belum, kami masih menyelidikinya," urai pria tersebut.
"Pastikan, tahun ini dia juga tidak muncul," ujar seseorang di seberang sana.
"Pasti, jika tahun-tahun sebelumnya, dia tidak muncul, tentu tahun ini juga," ujar si pria dengan percaya diri. Karena ini telah berlalu 6 tahun sejak kejadian itu.
"Kau benar, hanya saja aku tetap ingin kau selalu waspada." Orang itu menutup telepon secara sepihak.
Si pria hanya tersenyum, dia keluar dari ruangan dan menyuruh anak buahnya untuk tetap memantau peserta pertandingan judi se-Asia tahun ini.
***
Selena dan nenek Su Yi menjaga kios jualan mereka. Astrid mengajak Hope jalan-jalan, bocah itu merasa bosan jika hanya menjaga kios.
Selena tiba-tiba merasa pusing, dia mencoba terus bertahan. Mungkin karena semalam saat melaut hujan. Dia dan Astrid kehujanan dan terpaksa cepat pulang.
"Sea, kau tidak apa-apa?" tanya Su Yi saat melihat wajah Selena yang pucat.
"Tidak apa-apa, Nek ... aku hanya sedikit pusing," jawab Selena.
"Sebaiknya kau pulang dan beristirahat," perintah Su Yi.
"Tidak usah, aku rasa aku baik-baik saja, Nek," kekeh Selena. Dia mengurut keningnya untuk mengurangi pusing yang mendera.
__ADS_1
"Aku tidak ingin kau semakin sakit ... jadi pulanglah, dan beristirahat," hardik Su Yi.
"Baiklah, tapi Nenek yakin tidak apa-apa aku tinggal sendirian?" Selena memastikan bahwa Su Yi bisa menjaga kios sendirian.
"Tenang saja, ini adalah pekerjaan sepanjang hidupku," ucap Su Yi dengan bangga.
Selena berjalan pulang untuk istirahat. Pandangan Selena semakin buram, dia semakin merasakan pusing. Selena berjalan sempoyongan seperti orang mabuk. Selena mempercepat langkahnya agar segera sampai di rumah. Dia berencana untuk minum obat dan tidur.
Nanti malam mereka harus melaut karena hasil semalam tidak maksimal. Jadi malam ini harus membuahkan hasil yang menggiurkan dan mencukupi kebutuhan mereka.
Selena tidak menyadari jika seseorang mengikuti dia dari belakang. Tingkah orang tersebut sangat mencurigakan. Orang itu membekap mulut Selena dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius. Selena mencoba berontak dan melawan dengan sekuat tenaga. Orang itu berhasil membuat Selena pingsan.
Orang itu menggendong tubuh Selena dan memasukannya ke dalam mobil.
"Akhirnya berhasil juga," ucap pria di dalam mobil. Usaha mereka tidak sia-sia. Pasti atasan mereka akan memberi mereka bonus besar. Keinginan atasan untuk mendapatkan Selena akhirnya tercapai.
"Segera jalan, kita harus membawa wanita ini," perintah pria yang membekap Selena. Temannya segera melajukan mobil, membawa Selena entah ke mana?
Seorang wanita melihat Selena dibawa masuk ke dalam mobil.
***
Kevin rapat di salah satu hotel di Hong Kong. Selesai rapat dengan kliennya, Kevin keluar dari Restoran Hotel. Dia melihat Sea dengan dua orang pria. Dalam pandangan Kevin, Sea mungkin tengah mabuk dan dibantu dua pria itu. Kevin berpikir, pria tersebut mungkin membooking Sea.
"Kenapa mr. Kwok?" tanya rekan bisnisnya. Dia seperti mendengar Kevin mengatakan sesuatu.
"Oh, bukan apa-apa," elak Kevin. Dia mengabaikan Selena yang dibawa pria tersebut.
"Saya pamit duluan, asisten saya telah datang menjemput," ucap rekan bisnisnya.
"Ya, silahkan," balas Kevin. Kevin memang sendiri karena Feng sedang mengurus sesuatu yang lain yang diperintahkan olehnya.
Setelah rekan bisnisnya pergi, Kevinpun melangkah menuju mobilnya. Dia melihat Alung mendekati Selena. Hal itu membuat Kevin menjadi penasaran.
Apa Alung ayah dari anak Sea? Mengingat Nyonya Lung, istri Alung sangat membenci Sea, pasti Sea berselingkuh dengan Alung.
Kevin menjadi jijik mengingat itu, padahal dia merasa pernah bertemu dengan Sea. Meskipun tidak tahu di mana? Dan dia sempat kagum dengan keberanian Sea, sekarang Kevin justru menganggap Sea wanita murahan.
Kevin penasaran juga, dia mengikuti Alung dan Selena. Mereka menuju sebuah kamar. Anak buah Alung keluar dari kamar untuk meberikan privasi kepada bosnya. Anak buah berjaga di luar kamar.
Kevin melihat dua orang wanita mendatangi kamar Alung dan Selena. Kevin mengenali dua wanita tersebut, mereka adalah nyonya Lung dan Kitty Pong.
__ADS_1
"Apa suami saya ada di dalam?" tanya nyonya Lung dengan tidak sabaran. Anak buah Alung menjadi gugup dan berkeringat.
"Oh, i--tu, bos Alung ada pertemuan dengan rekan bisnisnya, Nyonya," jawab salah satu anak buah Alung dengan gugup.
"Lalu, siapa di dalam?" tanya nyonya Lung lagi, dia semakin curiga.
"I--tu--"
"Itu apa?" tanya nyonya Lung tidak sabar. Kitty memberitahu bahwa Selena mengajak bos Alung ke hotel. Membuat darah nyonya Lung langsung naik. Dia mengajak Kitty menemaninya.
"Buka pintunya," perintah nyonya Lung.
"Bos di bawah sedang bertemu rekan bisnisnya, Nyonya," elak anak buah Alung. Dia masih mencoba menutupinya.
"Jika dia di bawah, kenapa kalian di sini? Siapa yang ada di dalam?" Nyonya Lung mulai tidak sabar dan emosi. Dia menyingkirkan anak buah suaminya. Saat mencoba membuka pintu, terkunci.
"Berikan kartunya!" perintah nyonya Lung. Anak buah hanya diam. Nyonya Lung memeriksa sendiri di saku celana anak buah Alung. Dia mendapati kartu akses kamar. Nyonya Lung langsung membuka pintu.
Alangkah terkejut nyonya Lung melihat suaminya sedang membuka pakaian Selena. Sementara dia sendiri tidak memakai baju. Namun, masih memakai celana.
"Kenapa kalian membuka pintu!" teriak Alung, dia pikir anak buahnya yang masuk.
"Aku bahkan brlum melakukan apa-apa!" kesal Alung.
Nyonya Lung langsung memukul kepala suaminya. Nyonya Lung memang lebih tinggi dari Alung, sehingga dengan mudah dia bermain kasar.
"Sa--sayang!" panggil Alung dengan gugup begitu mengetahui bahwa yang masuk adalah istrinya. Sementara Kitty telah pergi dari sana.
Kevin masih memperhatikan kejadian tersebut dari tempat yang tidak dilihat oleh mereka.
Selena bangun dari pingsannya.
"Apa yang terjadi?"
🍒🍒🍒
Happy November, awal bulan, cus jangan pelit-pelit buat kasih dukungan ya berupa kembang, kopi, VOTE dan nonton iklan😍 ( authornya maksa🤭)
Pekanbaru
011122
__ADS_1
11.40