
Lilian dan Collin memasuki mobil Collin dan meninggalkan parkiran.
"Mau makan di mana?" tanya Collin melajukan mobil, keluar dari rumah sakit.
"Terserah saja yang penting enak," balas Lilian.
"Apa kau biasa makan di restoran mahal?" tanya Collin lagi. Dia takut jika Lilian tidak suka makan di kaki lima.
"Tentu saja tidak, aku tidak pilih-pilih tempat makan, yang penting enak," sahut Lilian.
"Bagaimana jika ke Tsim Sha Tsui saja? Di sana kau bisa memilih makanan yang di inginkan, di sana banyak restoran yang menyajikan masakan tradisional," usul Collin.
"Tidak masalah, aku ingin memakan wonton noodle yang segar," ucap Lilian sambil membayangkan nikmatnya makanan di sana.
"Itu hanya makanan ringan, kau yakin memakan itu untuk menu makan siang?" tanya Collin heran.
"Tidak masalah, aku juga bisa memesan yang lain," cengir Lilian.
Collin mengarahkan mobil menuju Tsim Sha Tsui dan memilih salah satu Restoran. Mereka memesan makanan dan menikmatinya.
"Apa kau tahu jika Sea eh maksudku Selena memiliki bakat berjudi?" tanya Collin di tengah makan mereka. Lilian tersedak mendengar pertanyaan Collin. Collin langsung memberikan tissu serta air putih kepada Lilian.
"Entahlah," jawab Lilian ambigu. "Bagaimana kau bisa berpikir tentang itu?"
"Karena dia memang sangat berbakat. sayang sekali jika bakatnya tidak disalurkan," ungkap Collin. "Apa kau tahu, sebentar lagi akan diadakan pertandingan judi se-Asia. sebaiknya Sea, maksudku Selena mengikuti pertandingan tersebut," usul Collin.
"Pertandingan tersebut tidak main-main, bukankah itu akan dihadiri oleh pemain yang telah mengusai perjudian?" ucap Lilian.
"Memang, tapi, aku rasa Selena bisa mengasah kemampuannya beberapa bulan ini sebelum pertandingan dimulai," saran Collin.
"Nanti, aku akan coba membicarakannya kepada Selena," elak Lilian. Dia tidak ingin terpancing sehingga membeberkan identitas Selena yang sebenarnya adalah queen of gambler.
"Baiklah, jika Selena bersedia kau bisa menghubungiku atau langsung memberitahu, Bos," ucap Collin. "Berapa lama, kalian akan tinggal di Hong Kong?" tanya Collin.
"Entahlah, mungkin sampai kami menemukan keluarga yang menampung Selena dan menemukan putranya," terang Lilian."Kau sendiri, berapa lama kau bekerja di City of Dreams Casino?" tanya Lilian.
"Sepuluh tahun lebih," balas Collin.
"Cukup lama, dan kau masih betah," ucap Lilian.
"Sebenarnya aku ingin menjadi pemain judi, sayangnya aku tidak punya bakat untuk bermain dengan mahir. Asal kau tahu, aku suka dengan Legend of Gambler. Gaya permainannya sangat bagus dan khas. Aku belum melihat siapapun bermain sekeren dia," puji Collin.
"Kau benar," sahut Lilian. Ternyata penggemar Erick ada juga dari kaum muda.
"Aku telah selesai, ayo aku antar kau pulang," ajak Collin. Dia melangkah dan membayar tagihan.
__ADS_1
"Biar aku saja," tawar Lilian, dia mengeluarkan kartu kreditnya dari dalam dompet.
"Tidak perlu," ucap Collin yang telah lebih dulu memberikan kartu kreditnya kepada kasir.
"Aku menjadi segan," protes Lilian.
"Tenang saja, mungkin lain kali kau bisa mentraktirku, sekarang anggap saja bahwa aku menyambut kedatangan ke Hong Kong," canda Collin.
"Kau bisa saja," ucap Lilian. Dia memukul lengan Collin. Menurut Lilian pukulannya pelan, ternyata bagi Collin itu cukup keras.
Collin mengantarkan Lilian ke apartmentnya. Begitu di parkiran Collin membukakan pintu untuk Lilian.
"Terima kasih," sahut Lilian.
"Collin!" sapa seorang wanita yang baru saja keluar dari mobilnya yang juga parkir di samping mobil Collin.
"Nona Rachel!" balas Collin. Lilian memperhatikan Rachel. Sepertinya dia pernah bertemu dengan Rachel tapi di mana?
"Apa kau juga tinggal di apartment ini?" tanya Rachel, dia menyandar di pintu mobilnya.
"Tidak, aku hanya mengantar wanita ini," tunjuk Collin kepada Lilian. Lilian hanya balas tersenyum kepada Rachel.
"Lilian!" seru Lilian sambil mengulurkan tangan kepada Rachel. Tanpa menunggu Collin memperkenalkan mereka.
"Rachel," balas Rachel menjabat tangan Lilian.
Jadi dia adalah Black Rose of Gambler, pantasan saja aku pernah melihatnya. Setidaknya kami bertemu setiap pertandingan judi se-Asia.
"Senang berjumpa denganmu," ucap Lilian.
"Rachel, Lilian ini adalah sepupu Sea," ternag Collin.
Sea, apakah Sea yang dimaksud Collin adalah wanita yang hampir saja mengalahkanku? Jika saja Kevin tidak mengajaknya pergi.
Rachel ingat cerita Eleanor tentang Sea ini yang menurut duga Eleanor adalah Selena Young. Yang kemungkinan adalah kekasih Kevin?
Jika dipikir-pikir Selena Young adalah salah satu wanita yang menghilang bersama queen of gambler. Apa hubungan mereka?
Sebaiknya aku mencaritahu, putus Rachel dalam hatinya.
"Oh, maksudmu Sea, wanita pendatang baru itu?" tanya Rachel.
"Ya, kehadirannya cukup menghebohkan City of Dreams," balas Collin. "Bagaimana menurutmu, Nona Rachel. Bukankah akan sangat bagus jika Sea ikut pertandingan judi se-Asia?" tambah Collin.
"Ya, aku rasa itu akan sangat bagus, paling dia hahya perlu mengasah keterampilan saja. Agar dia semakin bagus permainannya." usul Rachel.
__ADS_1
***
Di rumah Eleanor.
"Kalian boleh tinggal di Apartmentmu." ujar Eleanor kepada Kevin dan Selena. Mungkin dia harus memberi kesempatan kepada Kevin untuk mengakrabkan diri kepada Hope. "Sebagai gantinya, Mama minta setiap weekend kalian menginap di sini," pinta Eleanor.
"Deal," balas Kevin. "Bisa kami membereskan barang-barang Hope?" izin Kevin.
"Silahkan," sahut Eleanor.
Selena memasukan pakaian Hope. Setelah itu mereka menuju Apartment Kevin. Selena melewati unit apartment Kevin.
"Mau ke mana kau?" tanya Kevin saat melihat, Selena mencoba membuka kunci Apartmentnya.
"Tantu saja ke apartmentku," sewot Selena.
"Kita telah sepakat," ancam.Kevin.
"Aku tahu, aku harus memberitahu Lilian dan mengemasi perlengkapanku," balas Selena sedikit kesal. Pintu apartment mereka terbuka. Selena masuk dan diikuti Kevin dan Hope.
"Lili!" seru Selena begitu memasuki apartment mereka.
Selena melihat ke kamar Lilian, sama masih kosong.
"Apa Lili pergi atau belum kembali?" gerutu Selena. Bagaimana caranya untuk membicarakan tentang kepindahannya ke unit Kevin? Lilian juga aneh, katanya ingin langsung pulang, tapi kenapa tidak ada di apartment mereka?
"Kau mengatakan sesuatu, Selena?" tanya Kevin yang mendengar Selena berbicara.
"Tidak, bukan apa-apa," balas Selena. "Lilian belum lembali jadi aku belum bisa ke apartmentmu," ungkap Selena.
"Sebaiknya kita ke apartmentku dan membereskan barang-barang Hope," ajak Kevin. "Nanti setelah Lilian datang kau bisa memberitahunya," usul Kevin kepada Selena.
"Kau benar, sebaiknya kita ke apartmentmu," sahut Selena. Mereka menuju ke apartment Kevin.
🍒🍒🍒
Hi sambil nunggu author up, bisa mampir ke karya temanku ya.
...CINTA BERSELIMUT DENDAM...
Padang
191122
__ADS_1
22.32