
"Astrid, kau tidak jadi pulang?" tanya Selena, saat Astrid kembali lagi ke kios. Su Yi dan Selena tengah bersiap untuk pulang. Barang dagangan mereka telah habis.
"Aku ingin memberi tahu kalian tentang yang barusan aku alami," ucap Astrid dengan antusias.
"Ya sudah beri tahu saja," jawab Selena.
"Tidak bisa di sini, nanti di rumah saja, ayo," ajak Astrid tidak sabaran. Bagaimanapun itu adalah aib orang Astrid tidak mau membeberkannya di pasar. Semua orang kenal dengan nyonya Lung dan Kitty.
Mereka pulang di perjalanan, terdengar pertengkaran Kitty dengan suaminya.
"Apa kalian dengar? Sepertinya suami Kitty mengusirnya!" ucap Su Yi.
"Ya, aku juga mendengarnya, apa yang terjadi, ya?" sambung Selena.
"Tidak usah pedulikan ... sebaiknya kita segera sampai di rumah," putus Astrid.
Mereka mempercepat langkahnya. Meskipun sedikit heran mereka tetap mengikuti Astrid. Hope yang dibimbing Selenapun, ikut berjalan cepat.
"Kenapa kita jalannya cepat-cepat, Ma?" tanya Hope.
"Bibi, ada keperluan," jawab Selena.
"Kalian tahu kenapa suami Kitty mengusirnya?" ucap Astrid begitu mereka sampai di rumah. Su Yi dan Selena hanya menggeleng. "Itu karena Kitty ketahuan berselingkuh," beber Astrid.
"Hope, masuk ke kamar, sayang," perintah Selena kepada Hope. Dia tidak ingin anaknya mendengar cerita orang dewasa. Dengan patuh Hope menuju ke kamar mereka.
"Benarkah?" ucap Su Yi tidak percaya.
"Dan tahukah kalian dengan siapa dia berselingkuh?" Astrid bermain tebak-tebakan.
"Siapa?" tanya Su Yi dan Selena serempak. Merekapun jadi penasaran. Kitty yang selalu menjelek-jelekan Selena wanita murahan. Ternyata dia sendiri wanita murahan.
"Bos Alung," beber Astrid lagi. Selena dan Su Yi saling berpandangan, tidak yakin dengan yang mereka dengar.
"Bos Alung? Apa kau yakin? Jangan sembarangan menuduh, Astrid," tegur Su Yi kepada cucunya.
"Aku tidak bohong, Nek ... aku melihat sendiri saat bos Alung memasuki rumah Kitty dan aku sempat mengintip," cengir Astrid. "Mereka tengah berciuman dan saling melepas pakaian ... aku langsung pergi mencari nyonya Lung, agar dia melihat sendiri kelakuan suami dan orang yang dia percayai ... jadi dia tidak bisa menaruh curiga lagi padamu," ungkap Astrid.
Selena dan Su Yi menutup mulut saat mendengar cerita Astrid.
"Jadi dia selama ini menuduhku menjadi selingkuhan bos Alung demi menutupi perselingkuhannya sendiri," geram Selena.
__ADS_1
"Sepertinya karena dia cemburu, jika bos Alung mendapatkanmu, tentu bos Alung akan mendepaknya ... dan itu akan membuat pundi-pundi Kitty menghilang," tebak Astrid.
"Dasar serigala berbulu domba," umpat Su Yi.
"Setidaknya sekarang kau bisa tenang, Sea. Mereka tidak akan mengganggu kita lagi," tambah Astrid.
"Ha, benar juga," sahut Selena.
"Sebaiknya kalian bersiap-siap untuk melaut nanti malam," Su Yi mengingatkan Selena dan Astrid.
"Hah, padahal tadi aku ingin beristirahat sebentar," kilah Astrid.
"Kita harus bekerja keras untuk menutupi biaya hidup, dan ingat Hope tahun depan telah bisa masuk Sekolah," tambah Su Yi lagi. Dia beranjak dari kursi yang tadi di dudukinya.
"Tenanglah nenek, aku akan bekerja keras untuk mengumpulkan uang agar Hope bisa bersekolah," ucap Selena dengan yakin.
"Kau tidak ingin mencari keluargamu maupun ayah Hope lagi?" tanya Astrid. Dia mendekati Selena.
"Entahlah, aku telah nyaman hidup bersama kalian," cicit Selena pasrah.
"Tapi, kau tetap harus mencari tahu siapa ayah Hope ... karena nanti dia pasti bertanya lagi siapa ayahnya," saran Astrid.
***
"Bagaimana, apakah kalian siap untuk melakukannya malam ini?" tanya Alung kepada anak buahnya.
"Siap, Bos ... semua telah kami siapkan, tinggal nanti malam kita bereskan," balas anak buah Alung.
"Pastikan semua berhasil, aku tidak mau kali ini juga gagal," hardik Alung kepada anak buahnya.
"Siap, Bos," jawab anak buahnya serentak.
Alung benar-benar membenci keluarga Su Yi. Pertama Selena yang selalu menolaknya dan sekarang Astrid mempermalukannya.
Sementara itu di rumah Su Yi.
"Nek, kami berangkat, kalian baik-baik di rumah, ya," pamit Astrid.
"Hope, Mama sama Bibi berangkat, jangan nakal tinggal sama Nenek buyut, ya," nasehat Selena seperti biasa kepada Hope, sebelum dia berangkat melaut bersama Astrid.
"Bolehkah, kali ini Hope ikut Mama dan Bibi?" rajuk Hope. Dia telah lama ingin ikut melaut bersama Selena dan Astrid.
__ADS_1
"Hope, Mama 'kan sudah bilang, Hope masih kecil, jadi belum bisa melaut bersama kami," bujuk Selena.
"Hope, temani Nenek di rumah ya?" Su Yi ikut membujuk Hope.
"Apa Hope tidak kasihan, jika Nenek sendirian di rumah?" bujuk Astrid.
"Ya, baiklah," jawab Hope memelas.
Selena dan Astrid keluar rumah menuju pantai tempat kapal mereka. Su Yi dan Hope mengantarkan mereka sampai kapal mereka berangkat.
Su Yi mengajak Hope kembali ke rumah. Su Yi menidurkan Hope membacakannya cerita. Setelah Hope tertidur. Su Yi pindah ke kamarnya untuk memulai istirahat.
Tidak lama setelah Su Yi tertidur, dia merasakan rumah sangat panas dan ada cahaya. Ternyata cahaya tersebut adalah api yang mulai membakar rumah mereka yang memang mayoritas terdiri dari kayu.
Su Yi tersadar dan membawa Hope keluar dari rumah. "Hope, bangun!" teriak Su Yi. Anak kecil itu masih belum bangun dari tidur nyenyaknya. Su Yi berusaha menggendong Hope dengan tenaga tuanya. Hope akhirnya bangun.
"Nenek!" heran Hope dia turun dari gendongan Su Yi.
"Ayo kita keluar dari rumah," ajak Su Yi. Mereka lari menuju luar. Namun, malang sebuah kayu jatuh dan membakar punggung Su Yi. Su Yi mencoba melindungi Hope agar tidak terbakar. Dengan tenaga yang tersisa Su Yi keluar rumah bersama Hope. Su Yi sempat melihat anak buah Alung sebelum pingsan.
Hope yang melihat Su Yi pingsan menjadi menangis. Seorang warga melihat tumah Su Yi yang kebakaran. Dia memanggil warga lain untuk membantu memadamkan api.
"Biarkan saja rumah mereka terbakar, itu karma bagi Sea yang gatal," ejek salah satu warga perempuan.
"Kalian ini para wanita tidak punya hati, setidaknya lihatlah keadaan nenek Su Yi dan Hope yang masih kecil," sanggah warga pria. Dia mendekati rumah Su Yi melihat keadaan keluarga Su Yi. Dia melihat Su Yi yang telah pingsan dan Hope di sampingnya menangis.
"Menjauhlah dari rumah, sepertinya akan susah rumah untuk diselematkan," ujarnya menggendong Hope lebih menjauh lagi.
Para pria keluar melihat dan mulai membantu memadamkan api. Seseorang memanggil Kepala Desa.
Collin yang baru pulang bekerjapun melihat kejadian itu. Colin menolong Su Yi dan Hope, kondisi Su Yi cukup parah terdapat luka bakar di punggungnya. Colin membawa mereka ke rumah sakit. Sementara Kepala Desa memerintahkan warga untuk memadamkan api, jika tidak maka rumah yang lainpun akan ikut terbakar.
Setelah api padam warga dan Kepala Desa kembali ke rumah masing-masing.
Selena dan Astrid yang pulang melaut dan mendapati rumah mereka hangus terbakar menjadi kalut.
"Apa yang terjadi?" panik Selena begitupun Astrid.
🍒🍒🍒
Pekanbaru
__ADS_1
021122
08.22