One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Kecurigaan Eleanor


__ADS_3

"Nyonya, anda baik-baik saja?" tanya Feng khawatir.


"Ya, aku baik-baik saja," balas Eleanor.


"Kenapa anda, tiba-tiba penasaran dengan dengan wanita bos?" Feng bertanya kepada Eleanor. Meskipun ragu tapi dia sangat penasaran.


"Tidak apa-apa, nanti setelah yakin aku akan memberitahumu dan akan ada tugas khusus untukmu," tawar Eleanor.


"Baik, Nyonya, ada yang lain? Jika tidak saya pamit," izin Feng.


"Ya, silahkan," jawab Eleanor.


Eleanor telah menyuruh seseorang untuk mengantarkan sample test DNA milik Kevin dan Hope. Dia hanya tinggal menunggu hasil itu keluar.


***


Rumah sakit akhirnya menghubungi Eleanor untuk hasil test DNA Kevin dan Hope. Setelah membaca hasilnya. Eleanor benar-benar terkejut karena hasil test tersebut Hope benar anak Kevin.


Eleanor mulai berpikir bagaimana cara dia merawat Hope? Elenaor tidak mungkin langsung merebut Hope dari keluarganya yang sekarang, yang ada Hope akan membencinya.


Eleanor ke rumah sakit tempat Su Yi di rawat. Dia mulai mendekati Hope dan Astrid.


Saat Eleanor melihat Astrid yang akan memasuki ruangan Su Yi. Eleanor langsunh menyapa Astrid dan Hope.


"Hallo, boy!" sapa Eleanor kepada Hope.


"Nenek baik hati!" panggil Hope.


"Siapa Hope?" tanya Astrid. Hope memberitanda kepada Astrid untuk mendekatkan telinganya.


"Nenek yang memberi hadiah kepada Hope waktu itu, Bi," bisik Hope kepada Astrid.


"Oh, Nyonya, terima kasih atas hadiah untuk Hope," ucap Astrid. Dia memang tidak ingat wajah Eleanor yang ditabrak oleh Hope.


"Ah, biasa saja, ini ada mainan dan cemilan lagi untuk Hope." Eleanor menyerahkan bungkusan kepada Hope. Hope melirik kepada Astrid. Seolah-olah bertanya bolehkah dia menerima hadiah tersebut. Astrid menganggukan kepala tanda setuju.


"Terima kasih, Nek," ucap Hope dengan bahagia mengambil bungkusan dari tangan Eleanor.


"Sampai lupa kita belum berkenalan, saya Eleanor Kwok." Eleanor mengulurkan tangannya kepada Astrid.


"Astrid Yi dan ini Hope." Menerima uluran tangan Eleanor. Astrid mencoba berpikir nama Eleanor sangat familiar baginya. Seperti nama mr. Kwok, mungkin hanya sama.


"Astrid, bolehkah saya memanggilmu dengan nama Astrid saja?" tanya Eleanor takut menyinggung Astrid.


"Silahkan, Nyonya," jawab Astrid.


"Apakah Hope, putramu?" Eleanor mulai mencari tahu kepada Astrid. Dia hanya ingin memastikan bahwa yang dikatakan Hope benar.

__ADS_1


"Oh, bukan, Nyonya, ibu Hope adalah Sea, saudara angkat saya," jelas Astrid.


"Pantasan saya sedikit heran, Hope tidak mirip denganmu," jujur Eleanor.


"Tentu saja." Astrid terkekeh.


"Apakah nama lengkap ibu Hope, Selena Young?" tanya Eleanor lagi. Siapa tahu nama Sea hanya nama panggilan.


"Bukan, hanya Sea, maaf, Nyonya kami harus melihat keadaan nenek." Astrid sedikit curiga dengan kebaikan Eleanor. Mereka baru mengenal. Astrid meninggalkan Eleanor. Eleanor hanya bisa diam, jika memaksa akan sangat menjadi sangat mencurigakan.


Eleanor meninggalkan rumah sakit, dia menghubungi Feng, agar ke rumah. Eleanor dan Feng sama-sama sampai di rumah.


"Feng, aku ingin kau mencari tahu tentang seseorang bernama Sea?" perintah Eleanor kepada Feng, begitu mereka di ruang tamu.


"Sea? Nama lengkapnya siapa, Nyonya?" tanya Feng.


"Hanya Sea," balas Eleanor. Feng merasa dejavu. Dia pernah di suruh mencari tahu waniat bernama Selena hanya Selena, tanpa foto dan nama belakang.


Apakah kali ini dia akan mendapatkan tugas seperti itu lagi?


"Hanya Sea, Nyonya?" cicit Feng.


"Dia ibu dari anak bernama Hope, dan saudara angkat dari Astrid," jelas Eleanor lagi.


Kenapa nama-nama tersebut pernah aku dengar?


"Saya curiga wanita bernama Sea ini memiliki hubungan dengan Kevin," ungkap Eleanor. Feng menatap tak percaya. Dari mana Eleanor bisa berpikir seperti itu? Apa yang belum Feng ketahui?


"Saya tidak mengerti, Nyonya?" tanya Feng yang bingung.


"Lihat ini," tunjuk Eleanor kepada handphonenya. Eleanor memperlihatkan foto Hope dan Astrid yang sempat dia ambil, tanpa sepengetahuan mereka.


"Saya kenal mereka, Nyonya," ucap Feng saat melihat foto-foto tersebut. "Mereka adalah keluarga nelayan yang tinggal di desa Venetia ... Project, bos," jelas Feng.


"Jadi Kevin menjalin hubungan dengan wanita bernama Sea? Dan memiliki anak?" tuduh Eleanor.


"Bukan begitu, Nyonya ... Bos dan saya hanya mengenal mereka karena mereka juga yang akan menjadi suplier untuk hasil laut yang mereka tangkap," aku Feng.


Eleanor mengeluarkan map dari dalam tasnya. "Coba lihat ini," tunjuk Eleanor kepada kertas yang menjelaskan bahwa Kevin dan Hope 99,9 % adalah ayah dan anak. Feng mulai memahaminya.


"Apa ini hasil test DNA bocah itu dan Bos? Pantasan saja saat bertemu anak itu saya berpikir bahwa anak itu mirip Bos," gerutu Feng.


"Jadi kau memang berpikir anak itu mirip Kevin?" tanya Eleanor.


"Ya. Nyonya. Hanya saja sedikit aneh, jika bocah itu adalah anak Bos dari wanita bernama Sea? Lalu kenapa Bos tidak mengenali wanita itu?" bingung Feng.


"Kevin pernah berjumpa dengan Sea?" tanya Eleanor.

__ADS_1


"Ya, beberapa kali kami bertemu," sahut Feng.


"Kalau begitu, kau mulai cari tahu saja," putus Eleanor.


Sementara Feng mencari tahu tentang Sea, Eleanor semakin sering berkunjung ke rumah sakit dan mengakrabkan diri dengan Astrid dan Hope.


Feng telah mendapatkan informasi tentang Sea.


"Jadi, maksudmu Sea adalah wanita yang diselamatkan oleh Su Yi dan Astrid, enam tahun yang lalu?" tanya Eleanor saat Feng menceritakan hasil penyelidikannya.


"Benar, Nyonya," jawab Feng yakin.


"Apa Sea adalah Selena Young?" apa kau punya Foto Selena Young?" tanya Eleanor.


"Saya tidak punya Nyonya, Bos yang menyimpan filenya, saat dia menyerah mencari Selena Young," urai Feng.


"Kau tidak ingat dengan wajahnya?" tanya Eleanor lagi.


"Tidak, Nyonya," cicit Feng. Kejadian itu telah berlalu enam tahun. Feng hanya ingat nama saja.


"Apa kau bisa mendapatkan, foto tentang Selena Young lagi?" harap Eleanor.


"Teman yang membantu saya dulu, tidak bertugas di sana lagi, Nyonya," balas Feng. "Bagaimana jika kita tanya bos, Nyonya?" saran Feng.


"Jangan beritahu Kevin dulu," larang Eleanor. "Kau boleh pergi, aku akan mencari tahu lebih lanjut," usir Eleanor.


Eleanor mengunjungi Astrid dan Hope. Mereka telah menjadi akrab beberapa minggu ini.


"Maaf Astrid, kok saya tidak pernah melihat ibunya Hope ya?" tanya Eleanor, saat mereka makan di restoran dekat rumah sakit.


"Itulah, Nyonya, Sea tiba-tiba menghilang," aku Astrid.


"Aneh sekali," jujur Eleanor. Dia melirik ke arah Hope yang makan dengan lahap. Eleanor kasihan dengan cucunya. Lima tahun dia pasti hidup menderita.


"Saya juga merasa khawatir," cicit Astrid yang masih dapat didengar Eleanor.


"Apa ibunya Hope, anak adopsi orang tuamu?" pancing Eleanor.


"Bukan, sini saya ceritakan sesuatu." Astrid meminta Eleanor mendekat padanya.


🍒🍒🍒


Kira-kira apa ya yang ingin disampaikan Astrid?


Pekanbaru


071122

__ADS_1


09.13


__ADS_2