One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Pindah


__ADS_3

Feng menghubungi Astrid dan memberitahu Astrid bahwa dia telah di parkiran rumah Eleanor.


Astrid segera keluar dari kamar, Eleanor masih di ruang keluarga.


"Nyonya, saya pamit, terima kasih atas kebaikan anda," ucap Astrid tulus, saat dia telah berada di depan Eleanor.


"Kebaikan yang saya lalukan, tidak lebih berharga dari apa yang kau lakukan dan nenekmu lakukan terhadap cucu saya," balas Eleanor. Eleanor sadar bahwa kebaikan tulus yang Su Yi dan Astrid lakukan, tidak akan bisa dia balas. Jika Eleanor melakukan kebaikan karena mengetahui bahwa Hope adalah cucunya. Sedangkan Su Yi dan Astrid menolong Selena dengan tulus dan memang karena kebaikan hati mereka.


"Kami hanya melakukan demi kemanusiaan, Nyonya, anda tidak usah sungkan," sambung Astrid lagi.


"Aku akan meminta sopir mengantarmu," tawar Eleanor. Dia berdiri dari duduk, bersiap untuk memanggil sopir agar mengantarkan Astrid ke tempat tinggal barunya.


"Tidak usah, Nyonya, teman saya telah datang untuk menjemput," tolak Astrid. Dia mengambil tangan Eleanor untuk bersalaman.


"Kalau begitu kau harus menerima ini." Eleanor mengambil sesuatu di dompetnya. Sebuah kartu kredit dan menyerahkannya kepada Astrid.


"Maaf, Nyonya, saya tidak bisa menerima ini," tolak Astrid lagi. Dia mengembalikan kartu kepada Eleanor.


Astrid tahu kartu tersebut adalah kartu langka dengan limit fantastis.


"Please Astrid, terimalah, saya tidak bisa membiarkan kau diluar sana tanpa bekal," bujuk Eleanor lagi.


"Tidak, Nyonya, saya benar-benar tidak bisa menerima ini," tolak Astrid lagi. Eleanor mengalah, dia memasukan kembali kartu kredit tersebut ke dalam dompet dan mengeluarkan beberapa dollar Hong Kong.


"Setidaknya, terimalah ini." Eleanor meletakan uang tersebut di tangan Astrid dan menggenggamnya. Eleanor memandang Astrid dengan pandangan memohon agar kali ini Astrid menerima uang yang diberikan Eleanor. Astrid menerima uang tersebut karena tidak ingin berdebat lagi dengan Eleanor. Juga karena dia memang tidak memiliki uang pegangan lagi. Dan pemberian Eleanor ini sangat berharga bagi Astrid. Setidaknya bisa dia gunakan selama belum mendapatkan pekerjaan atau biaya melamar pekerjaan.


"Terima kasih, saya pamit, Nyonya," ucap Astrid. Dia melangkah menuju luar. Eleanorpun mengikuti Astrid.


"Bukankah itu mobil Feng?" heran Eleanor saat melihat mobil yang terparkir. Hal itu membuat Astrid menjadi salah tingkah.


"Mungkin hanya mirip, Nyonya," elak Astrid, dengan cepat dia melambaikan tangan kepada Eleanor dan menuju mobil Feng.


Eleanor memperhatikan, sayang dia tidak bisa melihat, siapa yang menjemput Astrid. Mobil tersebut meninggalkan pekarangan rumah Eleanor. Eleanor juga tidak hapal dengan nomor polisi mobil Feng.


"Apakah barang-barangmu hanya itu?" heran Feng karena Astrid hanya membawa tas ukuran sedang. Dan bisa dipastikan hanya berisi beberapa helai pakaian.

__ADS_1


"Ya, seperti yang tadi aku katakan, bahwa lemarimu jauh dari cukup untukku," ucap Astrid. Dia tahu Feng bukan bermaksud untuk menyindirnya.


"Aku tahu, hanya saja aku tidak menyangka akan sehemat ini. Apakah kau sudah makan malam?" tanya Feng mengalihkan pembicaraan dari barang bawaan Astrid.


"Belum, apa kau mau aku memasak untuk makan malam?" tanya Astrid.


"Tidak, aku justru ingin mengajakmu makan di luar saja," sahut Feng. Dia mengarahkan mobil menuju Restoran yang ada di sepanjang jalan menuju Apartmentnya.


"Apa tidak sebaiknya kita, meletakan barang-barang ini dulu," saran Astrid sambil menunjuk tasnya.


"Tidak, aku telah lapar," ucap Feng.


***


Selena memasuki unit apartment Kevin, dia membawa tas berisi pakaian dan beberapa perlengkapan mandinya serta make up.


Selena meletakan tas di depan pintu kamar Kevin, dia tidak ingin bersikap lancang dengan--tanpa izin memasukan pakaiannya ke dalam lemari Kevin.


Selena kemudian menuju arah dapur karena dia mendengar suara Kevin dan Hope yang entah sedang membicarakan apa? Selena melihat Hope yang tertawa karena Kevin menirukan beberapa hewan dan membuat suara lucu. Baru kali ini Selena melihat Kevin melakukan gaya kocak itu.


"Mama mau ice cream?" tawar Hope. Selena mengambil satu box ice cream dan memakannya. Bahkan Selena menyuapkan ice cream kepada Hope.


Kevinpun meminta untuk di suapkan. Selena menyendok ice cream dengan banyak dan memasukan ke dalam mulut Kevin dengan kesal. Menurut Selena, Kevin seperti anak-anak.


"Mana barang-barangmu?" heran Kevin karena tidak melihat Selena membawa tas.


"Aku telah meletakkannya di depan pintu kamarmu," jawab Selena. Melanjutkan makan ice cream.


"Kenapa tidak langsung di masukan ke dalam lemari?" tanya Kevin. Dia melihat ice cream yang berlepotan di sudut bibir Selena. Kevin membersihkan dengan jarinya dan menjilat ice cream tersebut.


"Aku tidak tahu, bagian mana yang bisa aku gunakan," balas Selena.


"Terserah kau saja, aku serahkan kamar itu untuk kau kuasai, aku hanya akan menikmati saja, setiap apapun yang kau lakukan terhadap kamar itu," jelas Kevin.


"Kalau begitu, aku akan mulai membereskan barang-barangku, Hope, Mama akan ke kamar untuk menyusun pakaian Mama," pamit Selena. Dia mencium pucuk kepala Hope dan berjalan menuju kamar Kevin.

__ADS_1


"Papa, akan membantu Mama," ucap Kevin kepada Hope. Dia kemudian mengikuti Selena ke dalam kamar.


Selena memperhatikan lemari pakaian Kevin. Pakaian Kevin cukup banyak dan tersusun rapi. Selena mulai mengambil sisi kanan untuk meletakkan pakaiannya. Kevin memeluk Selena dari belakang, dan mencium leher Selena sekilas.


"Apa kau tidak ada pekerjaan lain? Aku sedang sibuk," usir Selena.


"Aku masih tidak percaya, kita bisa bertemu lagi," ujar Kevin. Dia membalikan tubuh selena agar bisa menatapnya. "Aku akan membuatmu mencintaiku," ucap Kevin dengan percaya diri. Selena hanya tersenyum kecut.


"Lakukan saja semaumu," ejek Selena.


"Benarkah?" tanya Kevin tidak yakin. Karena dalam kepalanya telah ada rencana-rencana untuk keluarga kecil mereka.


Kevin berencana membawa Selena dan Hope setelah pertandingan judi se-Asia ke Dubai, tempat pertama kali dia dan Selena bertemu. Kenapa Kevin tidak bisa membawa dalam waktu dekat, itu semua karena dia menjadi tuan rumah pada pertandingan kali ini. Jadi Kevin harus memastikan bahwa pertandingan berjalan dengan lancar.


"Ya, ya, ya," sindir Selena. Dia mencoba melepaskan diri dari pelukan Kevin. Namun, Kevin tidak kunjung melepaskan Selena. Rasanya Selena ingin memukul Kevin dan menyadarkan Kevin dari tatapan penuh nafsunya. Tapi, itu tidak mungkin dilakukan Selena, dia tidak ingin Kevin mengetahui bahwa dia bisa bela diri. Pasti hal itu akan sangat mengejutkan bagi Kevin.


"Kau tahu, aku ingin melakukan sesuatu padamu saat kita sadar," bisik Kevin ke telinga Selena. Hal itu membuat bulu di tengkuk Selena merinding. Selena paham akan maksud Kevin. Kevin mendekatkan wajahnya kepada Selena. Kevin mencium bibir Selena dengan lembut dan menggendong Selena ke atas ranjang.


"Papa! Apa yang Papa lakukan kepada Mama?" tanya Hope.


🍒🍒🍒


Nah loh, ketahuan Hope🤭


Author masih promosi karya teman sesama penulis ya. Dan kalian wajib mampir buat beri dukungan. Ish author maksa😅


...KAU KHIANATI AKU, KU NIKAHI KAKAKMU...



Pekanbaru


221122


22.00

__ADS_1


__ADS_2