One Night Stand in Dubai

One Night Stand in Dubai
Apa Kita Pernah Bertemu, Sea?


__ADS_3

Jangan lupa koment ya. Bagi yang masih punya vote silahkan berikan buat momnya Selena dan Kevin. Like kemudian kembang. Kopi, kursi pijat, pisau, nonton iklan sangat disarankan.😘


🍰🍰🍰


"Sebaiknya kalian jangan mengganggu kami!" teriak Astrid, dia masih membekap Hope dan menempelkan tangan di telinga Hope, supaya dia tidak mendengarnya.


"Apa yang terjadi?" tanya seorang pria.


Semua melihat ke arah suara pria tersebut.


"Kepala desa!" Nyonya Lung, melihat kedatangan mr. Khoo dan mr. Kwok bersama asistennya.


Nyonya Lung memang mengenal Kevin karena suaminya diberi tugas mengamankan proyek gudang Fresh from the Sea. Bayaran yang diberikan juga tidak tanggung-tanggung.


Nyonya Lung juga tahu jika Kevin Kwok pengusaha terkenal Hong Kong dan juga pemilik City of Dreams Casino.


"Kenapa kalian bertengkar?" tanya mr. Khoo.


"Tidak apa-apa kepala desa, hanya salah paham." Nyonya Lung melirik Selena dan Asrid agar membenarkan perkataannya.


"Nyonya Lung, mencari gara-gara dengan menendang kursi Sea ... kami sedang menikmati ice cream dan dia tiba-tiba mengganggu kami," jelas Astrid, menunjuk Nyonya Lung danΒ tidak mengindahkan permintaan Nyonya Lung.


Enak saja setelah membuat keributan lalu membuatnya seperti tidak terjadi apa-apa?

__ADS_1


"Sea, hampir mematahkan tangan saya." Kitty Pong menyalahkan Selena.


"Benar Sea juga menjitak kening kami!" teriak yang lainnya.


"Lihat saja! Kening kami menjadi merah," ucap semua ibu-ibu, sambil memperlihatkan keningnya.


"Itu karena kalian yang memulai, Sea tidak akan berbuat jahat kepada kalian jika tidak mengganggu kami." Astrid kembali membela diri.


Terjadi perdebatan di antara mereka. Kepala Desa, Kevin dan Feng yang melihat menjadi jengah.


"Hentikan!" teriak mr. Khoo dengan keras.


"Jika kalian masih terus bertengkar, mr. Kevin akan memberikan sangsi kepada kalian maupun suami kalian," tambah mr. Khoo. Semua terdiam tidak berani bersuara lagi.


Astrid dan Sea saling berpandangan, mereka juga ingin kabur.


"Sebaiknya kami juga permisi," ucap Selena dengan sungkan.


"Bukankah kalian sedang menikmati ice cream sebelum kekacauan terjadi?" tanya mr. Khoo.


"Hmm, itu tidak apa-apa ... lain kali saja." Astrid ikut membantu Selena agar mereka segera pergi dari situasi canggung ini.


"Tapi Hope ... belum selesai makan ice cream, Mama, Bibi," ucap Hope polos, dia melihat ice cream vanilanya yang terjatuh dengan sedih, akibat perkelahian singkat tadi.

__ADS_1


"Sebaiknya kalian makan ice cream lagi, saya yang akan mentraktir." Kevin mengeluarkan suaranya.


"Tidak, terima kasih," ucap Selena sopan. Kevin mengingat-ingat kapan pernah bertemu dengan Selena, dia merasa pernah bertemu.


"Kalian harus menerima kebaikan saya ... Feng, pesankan ice creamnya."


"Baik, Bos."


"Maafkan saya, seharusnya saya perkenalkan kalian dulu ... mr. Kwok, ini nona Sea, Astrid dan Hope, anaknya, Sea." Kevin bersalaman dengan Sea, Astrid dan Hope.


"Apa kita pernah bertemu Sea?" Kevin tidak tahan untuk bertanya. Dia yakin pernah bertemu dengan Sea. Tentu saja Kevin tidak akan mengingat wajah Selena lagi. Selena sekarang berkulit sedikit hitam karena udara pantai. Belum lagi rambut Selena yang telah di potong pendek sebahu.


"Saya rasa tidak mr. Kwok," jawab Selena. Selama enam tahun ini, rasanya dia tidak mengenal Kevin.


"Apa kau pernah ke Dubai?" lanjut Kevin lagi. Membuat Selena maupun Astrid ingin tertawa, mana mungkin Sea pernah ke luar negeri? Entah kenapa Kevin melontarkan pertanyaan itu. Dari segi apapun tidak akan memungkinkan Sea pernah ke Dubai.


πŸ’πŸ’πŸ’


Pekanbaru


301022


09.14

__ADS_1


__ADS_2